Perkembangan media sosial telah menggeser ruang interaksi siswa sekolah menengah dari lingkungan fisik menuju ruang digital yang minim pengawasan langsung, memunculkan berbagai polemik etika bermedia sosial di kalangan pelajar. Penelitian ini bertujuan mengintegrasikan pendekatan Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Komputer dalam menganalisis etika bermedia sosial siswa sekolah menengah melalui text mining terhadap komentar YouTube. Penelitian menggunakan desain deskriptif-kuantitatif berbasis data mining, dengan data berupa 778 komentar (406 dari YouTube Shorts, 372 dari video reguler) yang dikumpulkan melalui web scraping menggunakan Python di Google Colab dari tiga video pemberitaan kasus etika siswa sekolah menengah yang viral di media sosial. Data dianalisis melalui tahapan preprocessing (Sastrawi), analisis sentimen berbasis InSet Lexicon, kategorisasi rubrik etika digital berbasis kata kunci, dan topic modeling (LDA). Hasil penelitian menunjukkan dominasi sentimen negatif (80,7%), dengan kategori etika terbanyak berupa Penilaian Moral/Karakter (30,0%) dan Tuntutan Sanksi/Hukuman (23,4%). Topic modeling mengungkap tiga tema dominan: adab anak dan peran orang tua/sekolah (45,6%), kritik antargenerasi terhadap sikap siswa (20,0%), serta tuntutan sanksi tegas (34,4%). Penelitian juga membandingkan rubrik kata kunci dengan pendekatan zero-shot classification, yang menunjukkan bahwa keduanya masih memiliki keterbatasan saling melengkapi. Penelitian ini berkontribusi metodologis bagi riset Pendidikan Kewarganegaraan berbasis data digital, serta merekomendasikan penguatan literasi digital dan pendekatan restoratif dalam pembinaan karakter siswa.