Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Manajemen Strategik Pendidikan Sains Inklusif: Kajian Literatur Sistematis terhadap Praktik dan Tantangan Implementasi Agustinasari Agustinasari; Putu Kerti Nitiasih; Ni Nyoman Trisna Herawati; Putu Nanci Riastini
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i3.5113

Abstract

Di tengah meningkatnya perhatian global terhadap pendidikan sains inklusif, proses manajemen strategik yang memungkinkan penerapannya masih dibahas secara terpisah-pisah dalam literatur dan jarang dikaji sebagai satu fungsi organisasi yang utuh. Kajian ini bertujuan memetakan praktik, tantangan, strategi, dan dinamika kepemimpinan yang membentuk manajemen strategik dalam pendidikan sains inklusif di berbagai jenjang pendidikan. Kajian ini menggunakan desain Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada kerangka PRISMA 2020, menelaah 21 artikel jurnal terindeks yang terbit antara tahun 2022 hingga 2026 dalam basis data ERIC. Hasil kajian menunjukkan lima tingkatan manajemen strategik implementasi pendidikan sains inklusif yang disesuaikan dengan kompleksitas kelembagaan dan keragaman peserta didik yaitu: Kemitraan Konumita, Pengembangan Profesional,  Fleksibelitas Kurikulum, Budaya Ekuitas dan Manajemen Perubahan. Institusi pendidikan formal cenderung menerapkan penyesuaian bertahap (inkremental) dibanding perubahan struktural yang lebih mendasar, sehingga hambatan sistemik yang tertanam dalam norma kelembagaan sebagian besar belum tertangani. Kepemimpinan sekolah muncul sebagai faktor yang berpengaruh namun masih kurang dikaji, terutama dalam menentukan bagaimana kebijakan inklusi dievaluasi dan diterjemahkan ke dalam praktik pembelajaran di kelas. Temuan ini memperluas teori kontingensi manajemen dengan menunjukkan bagaimana pendekatan strategik berkembang seiring kompleksitas organisasi. Secara praktis, pemimpin sekolah dan pembuat kebijakan dapat memanfaatkan tipologi yang ditemukan untuk merancang strategi yang kontekstual pembelajaran sains inklusif lebih transformatif. Penelitian selanjutnya perlu melakukan penelitian longitudinal tentang integrasi model Change Management dengan pedagogi sains inklusif untuk menangkap dinamika strategi manajemen inklusif dan memperluas cakupan penelitian pada jenjang SMK dan pendidikan Vokasi.
Implementation of deep learning-based instruction integrating pertuturen sulang silima local wisdom to enhance elementary students' social attitudes and mathematical creativity Putu Kerti Nitiasih; Agus Junsion Naibaho; Putu Nanci Riastini; Ni Nyoman Trisna Herawati
Indonesian Journal Education Vol. 5 No. 2 (2026): Indonesian Journal Education (IJE)
Publisher : Lembaga Riset Mutiara Akbar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56495/ije.v5i2.1656

Abstract

This study aims to systematically analyze the implementation of the deep learning approach in elementary mathematics education, particularly its integration with local wisdom and its impact on students' mathematical creative thinking skills and social attitudes. The study employed a Systematic Literature Review (SLR) method to analyze 15 scientific articles published between 2017 and 2025 that were relevant to the research topic. The article selection process followed the PRISMA framework, which consists of the identification, screening, eligibility, and inclusion stages. The findings indicate that integrating deep learning with ethnomathematics and local wisdom significantly enhances students' conceptual understanding, mathematical creativity, and social character development. Furthermore, the incorporation of local cultural contexts, such as traditional games and community traditions, has been shown to increase students' engagement in learning activities. This study recommends the development of contextual and transformative deep learning-based instructional models that integrate local wisdom into elementary school curricula to support meaningful and sustainable mathematics learning.
TERANSFORMASI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN IMPLEMENTASI DALAM PENCEGAHAN PERUNDUNGAN DI SEKOLAH PADA PENDIDIKAN DASAR HINGGA MENENGAH: SISTEM LITERATUR RIVEW Oktaviana Nirmala Purba; Putu Kerti Nitiasih; Putu Nanci Riastini; Ni Nyoman Trisna Herawati
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 3 (2026): June 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i3.6672

Abstract

Abstract: Bullying behavior that occurs from elementary school to middle school is not only related to student behavior but also to the school's ability to implement prevention programs effectively and consistently. However, the literature discussing the relationship between transformational school leadership, school implementation capacity, and bullying prevention is still scattered across various concepts such as school climate, collective efficacy, teacher practices, principal responses, and whole-school approaches. This article aims to synthesize research on how transformational school leadership is positioned in relation to school implementation capacity for bullying prevention. A bibliometric-assisted systematic literature review was conducted using the Context, Intervention or Interest, Mechanism, and Outcome framework. The search was conducted in Scopus for publications from 2020 to 2026. The initial process identified 19 English-language records, retained 18 final journal articles after database screening, and used 10 key articles in the extraction matrix for narrative-integrative thematic synthesis. The review results show that school leadership is rarely portrayed as transformational leadership. Leadership emerges in the form of the principal's support, response to encountered problems, school vision, institutional leadership, and the principal's efforts in supporting the school's welfare. The capacity for school implementation emerges as a multidimensional construct involving the school climate, collective efficacy, teacher collaboration, shared practices, policy enforcement, reporting routines, and overall school coordination. This review concludes that bullying prevention should be understood as a process of school organizational capacity as a direct causal result of leadership. This study contributes to the examination of school principal leadership by clarifying how leadership-related conditions support anti-bullying practices at the school level. Keywords: bullying prevention, school principal leadership, school implementation capacity, systematic literature review, primary and secondary education.   Abstrak: Perilaku perundungan yang terjadi mulai dari SD dan Sekolah menengah, tidak hanya berkaitan dengan perilaku siswa, tetapi berkaitan dengan kemampuan sekolah dalam menjalankan program pencegahan secara tepat sasaran dan konsisten. Namun, literatur yang membahas hubungan kepemimpinan kepala sekolah transformasional, kapasitas implementasi sekolah, dan pencegahan perundungan masih tersebar di berbagai konsep seperti, iklim sekolah, efikasi kolektif, praktik guru, respons kepala sekolah, dan pendekatan seluruh sekolah. Artikel ini bertujuan untuk mensintesis penelitian tentang bagaimana kepemimpinan kepala sekolah transformasional diposisikan dalam kaitannya dengan kapasitas implementasi sekolah untuk pencegahan perundungan. Tinjauan literatur sistematis yang dibantu bibliometrik dilakukan menggunakan kerangka kerja Konteks, Intervensi atau Minat, Mekanisme, dan Hasil. Pencarian dilakukan di Scopus untuk publikasi dari tahun 2020 hingga 2026. Proses awal mengidentifikasi 19 catatan berbahasa Inggris, mempertahankan 18 artikel jurnal akhir setelah penyaringan basis data, dan menggunakan 10 artikel utama dalam matriks ekstraksi untuk sintesis tematik naratif-integratif. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekola jarang diorasikan sebagai kepemimpinan transformasional. Kepemimpinan muncul dalam bentuk dukungan kepala sekolah, respon terhadap masalah dihadapi, visi sekolah, kepemimpinan kelembagaan dan Upaya kepala sekolah dalam mendukung kesejahteraan sekolah. Kapasitas implementasi sekolah muncul sebagai konstruksi multidimensi yang melibatkan iklim sekolah, efikasi kolektif, kolaborasi guru, praktik bersama, pemberlakuan kebijakan, rutinitas pelaporan, dan koordinasi seluruh sekolah. Tinjauan ini menyimpulkan bahwa pencegahan perundungan harus dipahami sebagai proses kapasitas organisasi sekolah sebagai hasil kausal langsung dari kepemimpinan. Studi ini berkontribusi pada kajian kepemimpinan kepala sekolah dengan mengklarifikasi bagaimana kondisi terkait kepemimpinan mendukung praktik anti-perundungan di tingkat sekolah. Kata kunci: pencegahan perundungan, kepemimpinan kepala sekolah, kapasitas implementasi sekolah, tinjauan literatur sistematis, pendidikan dasar dan menengah.