Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kerangka Sinergi Model Pembelajaran Aktif–GenAI dalam Pembelajaran Sains: Tinjauan Sistematis Literatur mengenai Potensi dan Tantangan Agustinasari Agustinasari; I Wayan Lasmawan; Desak Putu Parmiti
Lambda: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA dan Aplikasinya Vol. 5 No. 4 (2026): Lambda
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/lambda.v5i4.2171

Abstract

This study aims to describe patterns, potentials-challenges, and formulate a synergy framework of active learning models and Generative Artificial Intelligence (GenAI) in science learning through a Systematic Literature Review (SLR) guided by PRISMA on empirical articles published between 2021–2025. A total of 12 articles that met the inclusion criteria were analyzed thematically. The review identified five main roles of GenAI, namely as a co-inquirer, co-reflector, co-designer/co-researcher, personal tutor, and cognitive scaffolding, which are integrated into various active learning models such as inquiry-based learning, problem-based learning, project-based learning, experiential learning, Collaborative Action Research, and self-directed learning. This integration contributes to the enhancement of conceptual understanding, higher-order thinking skills, reflection, and personalized learning, while also presenting challenges such as dependency, limitations of AI reasoning, bias, issues of work authenticity, and the need for pedagogical and ethical readiness. Based on these findings, a synergy framework was developed that emphasizes the integration of pedagogical dimensions, GenAI functions, ethical regulations, AI literacy, and data-driven evaluation loops as the foundation for the sustainable development of GenAI-assisted science learning practices.
Manajemen Strategik Pendidikan Sains Inklusif: Kajian Literatur Sistematis terhadap Praktik dan Tantangan Implementasi Agustinasari Agustinasari; Putu Kerti Nitiasih; Ni Nyoman Trisna Herawati; Putu Nanci Riastini
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i3.5113

Abstract

Di tengah meningkatnya perhatian global terhadap pendidikan sains inklusif, proses manajemen strategik yang memungkinkan penerapannya masih dibahas secara terpisah-pisah dalam literatur dan jarang dikaji sebagai satu fungsi organisasi yang utuh. Kajian ini bertujuan memetakan praktik, tantangan, strategi, dan dinamika kepemimpinan yang membentuk manajemen strategik dalam pendidikan sains inklusif di berbagai jenjang pendidikan. Kajian ini menggunakan desain Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada kerangka PRISMA 2020, menelaah 21 artikel jurnal terindeks yang terbit antara tahun 2022 hingga 2026 dalam basis data ERIC. Hasil kajian menunjukkan lima tingkatan manajemen strategik implementasi pendidikan sains inklusif yang disesuaikan dengan kompleksitas kelembagaan dan keragaman peserta didik yaitu: Kemitraan Konumita, Pengembangan Profesional,  Fleksibelitas Kurikulum, Budaya Ekuitas dan Manajemen Perubahan. Institusi pendidikan formal cenderung menerapkan penyesuaian bertahap (inkremental) dibanding perubahan struktural yang lebih mendasar, sehingga hambatan sistemik yang tertanam dalam norma kelembagaan sebagian besar belum tertangani. Kepemimpinan sekolah muncul sebagai faktor yang berpengaruh namun masih kurang dikaji, terutama dalam menentukan bagaimana kebijakan inklusi dievaluasi dan diterjemahkan ke dalam praktik pembelajaran di kelas. Temuan ini memperluas teori kontingensi manajemen dengan menunjukkan bagaimana pendekatan strategik berkembang seiring kompleksitas organisasi. Secara praktis, pemimpin sekolah dan pembuat kebijakan dapat memanfaatkan tipologi yang ditemukan untuk merancang strategi yang kontekstual pembelajaran sains inklusif lebih transformatif. Penelitian selanjutnya perlu melakukan penelitian longitudinal tentang integrasi model Change Management dengan pedagogi sains inklusif untuk menangkap dinamika strategi manajemen inklusif dan memperluas cakupan penelitian pada jenjang SMK dan pendidikan Vokasi.
Rekonfigurasi Peran Gender dalam Keluarga Fatherless: Tanggung Jawab Ganda Ibu dalam Ekonomi, Pengambilan Keputusan, dan Pendidikan Anak dalam Perspektif Sosio-Antropologi Agustinasari Agustinasari; Ni Komang Dwi Eka Yuliati; I Putu Sriartha; Wayan Mudana; I Made Pageh
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.3913

Abstract

Artikel ini menganalisis rekonfigurasi peran gender dalam keluarga fatherless dengan menyoroti tanggung jawab ganda ibu pada tiga ranah utama: penyediaan ekonomi, pengambilan keputusan, dan pendidikan anak, dalam perspektif sosiologi keluarga dan antropologi kekerabatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian literatur terhadap 9 artikel ilmiah yang dipilih melalui penelusuran sistematis di Google Scholar, dengan kriteria membahas keluarga tanpa ayah dan relasi gender pada ranah ekonomi, keputusan, dan pengasuhan dalam lima tahun terakhir. Analisis isi dan sintesis tematik menunjukkan bahwa absennya ayah mendorong ibu menggabungkan fungsi instrumental sebagai pencari nafkah dan fungsi ekspresif sebagai pengasuh utama, sementara keluarga besar berperan sebagai safety net dan pengasuh pengganti melalui dukungan ekonomi, pengawasan, dan pendidikan karakter anak. Pergeseran ini mengakibatkan ketidakseimbangan disiplin dan dukungan emosional di tingkat keluarga, tetapi sekaligus melahirkan pola keluarga yang lebih berpusat pada ibu serta mekanisme ekonomi moral kekerabatan yang menopang keberlangsungan rumah tangga. Kajian ini menegaskan bahwa keluarga fatherless tidak hanya memproduksi risiko, tetapi juga menunjukkan daya tahan melalui dukungan kekerabatan dan komunitas.
Transformasi Literasi Sains di Era Kecerdasan Buatan: Analisis dalam Perspektif Konstruktivisme Agustinasari Agustinasari; I Wayan Suastra; Anantawikrama Tungga Atmadja; I Nyoman Tika
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i4.3911

Abstract

Penelitian ini dilandasi pertanyaan kritis dalam kerangka teori konstruktivisme, yakni apakah kehadiran AI benar-benar mendorong proses belajar yang aktif dan reflektif, atau justru cenderung menempatkan siswa sebagai penerima pasif terhadap keluaran AI terutama dalam pembelajaran sains. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji bagaimana kecerdasan buatan (AI) dapat dijadikan basis penguatan literasi sains sekaligus pendorong transformasi pembelajaran IPA yang relevan dengan tuntutan Era Global, dengan pendekatan analisis dalam perspektif konstruktivisme. Metode penelitian yang digunakan adalah kepustakaan (library research). Dalam penelitian ini dianalisis enam artikel jurnal ilmiah nasional dan internasional terbitan 2021–2025 yang membahas integrasi AI dalam pembelajaran IPA. Data dianalisis melalui evaluasi kritis, pengelompokan tematik dan analisis konten untuk mengungkap pola, hubungan, dan kesenjangan dalam penelitian, yang kemudian dikembangkan menjadi analisis dari perspektif konstruktivis mengenai hakikat dan tujuan pembelajaran IPA di era kecerdasan buatan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi AI dalam pendidikan sains secara umum memiliki dampak positif terhadap literasi sains. AI berfungsi sebagai pendekatan pembelajaran, co-designer dan co-assessor yang memberikan pengalaman belajar yang bervariasi, memperbaiki pemahaman konseptual, keterampilan berpikir kritis, serta motivasi untuk belajar.