Deni Fadly
Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Digital Behaviorism among Muslim Communities on Social Media from the Perspective of Islamic Law Firdaus Arifin; Deni Fadly; Habibul Akhiar; Damarkunsi Majasius; Sri Rahmadhani
Hakamain: Journal of Sharia and Law Studies Vol. 4 No. 1 (2025): HAKAMAIN: Journal of Sharia and Law Studies
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Makwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57255/hakamain.v4i1.1360

Abstract

This study aims to analyze the transformation of Islamic law in response to the growing influence of digital behaviorism within modern Muslim communities, particularly through behavioral patterns observed on social media platforms such as Facebook and X (formerly Twitter). Digital behaviorism, rooted in classical behaviorist theories of Watson and Skinner, interprets human actions as stimulus-response mechanisms. In the digital era, this concept has evolved into data-driven models powered by algorithms that track, predict, and influence user behavior. Using a qualitative approach enhanced by big data analysis, this research collects and examines digital user interactions through sentiment analysis, metadata tracking, and keyword mapping related to religious expressions, ethical judgments, and social engagement. The findings show that digital behaviorism reduces human conduct to observable patterns and external stimuli, excluding key Islamic legal concepts such as niyyah (intention), ikhtiyar (free will), and taklif (moral responsibility). This creates a fundamental epistemological conflict with Islamic law, which views human beings as spiritual and moral agents accountable to divine guidance. The study concludes that while digital behaviorism provides useful insights for understanding contemporary social behavior, it cannot be used as a foundational framework for Islamic legal reasoning. Instead, it should serve as a supplementary analytical tool that supports a broader, value-based legal framework rooted in the objectives of Islamic law (maqasid al-shariah). The academic contribution of this research lies in its proposal for an integrative model that bridges modern behavioral science and Islamic jurisprudence, offering a responsive and ethically grounded legal approach in the digital age.
Rekontruksi Hukum Merokok dan Tembakau Telaah Kitab Al-Fatawa Karangan Syekh Mahmud Syaltut Arsal Arsal; Deni Fadly
Journal of Islamic Law El Madani Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Marwah Madani Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55438/jile.v5i2.250

Abstract

Pembahasan mengenai hukum merokok dalam kajian fikih Islam terus menjadi isu yang relevan dan diperdebatkan, terutama setelah semakin jelasnya dampak negatif tembakau terhadap kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep hukum merokok sebagaimana termuat dalam kitab Al-Fatawa, dengan fokus pada latar belakang keilmuan pengarang, karakteristik kitab, serta landasan metodologis yang digunakan dalam penetapan hukumnya. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis, melalui telaah terhadap sumber primer berupa kitab Al-Fatawa dan berbagai literatur pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengarang Al-Fatawa adalah seorang ulama yang memiliki kompetensi mendalam dalam bidang fikih dan ushul fikih, serta memiliki kepekaan terhadap dinamika sosial yang berkembang di tengah masyarakat. Kitab Al-Fatawa disusun sebagai jawaban atas berbagai persoalan kontemporer umat, termasuk kebiasaan merokok yang semakin meluas. Dalam menetapkan hukum merokok, pengarang menggunakan pendekatan kaidah-kaidah fikih, pertimbangan maslahat dan mafsadat, serta prinsip pencegahan bahaya (la dharar wa la dhirar). Analisis konseptual menunjukkan bahwa penetapan hukum merokok bersifat kontekstual dan tidak terlepas dari faktor illat serta dampak yang ditimbulkan. Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik dalam pengembangan fikih kontemporer serta menjadi rujukan dalam memahami hukum tembakau secara lebih komprehensif