This Author published in this journals
All Journal IKRA-ITH ABDIMAS
Cindy seran
Universitas Nusa Cendana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EKSTRAKSI DAN KARAKTERISASI BIOMORDAN ALAMI DARI LOBA (Symplocos sp) DAN TARUM (Indigofera tinctoria L) SERTA APLIKASINYA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEWARNAAN KAIN TENUN Cindy seran; Astin Elise Mau; Bertila Avila Delvion; Nixon Rammang
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengekstraksi dan mengkarakterisasi biomordan alami daridaun Loba (Symplocos sp.) dan Tarum (Indigofera tinctoria L.), serta mengevaluasi efektivitasnyadalam meningkatkan kualitas pewarnaan kain tenun. Dua metode ekstraksi diterapkan, yaitumaserasi dan sokletasi, menggunakan pelarut etanol 96%. Hasil penelitian menunjukkan bahwametode maserasi menghasilkan rendemen ekstrak lebih tinggi dibandingkan sokletasi, yaitu12,99% untuk Loba dan 10,13% untuk Tarum. Uji fitokimia menunjukkan bahwa kedua ekstrakmengandung tanin, sedangkan analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vismenunjukkan kadar tanin lebih tinggi pada Tarum, yaitu 16,39% (maserasi) dan 22,49%(sokletasi), dibandingkan Loba yang memiliki kadar 7,50% (maserasi) dan 6,35% (sokletasi).Aplikasi biomordan dilakukan menggunakan teknik pasca-mordanting pada tiga warnabenang (merah, biru, oranye). Hasil menunjukkan bahwa ekstrak Loba menghasilkan intensitaswarna lebih cerah dan stabil dibandingkan Tarum. Pengukuran warna menggunakan colorimeterWR-10 memperlihatkan nilai lightness, redness, dan yellowness yang cenderung lebih tinggi padabenang yang dimordanting dengan Loba. Uji ketahanan luntur berdasarkan standar SNI ISO 105-C06:2010 menunjukkan bahwa Loba memiliki ketahanan luntur lebih baik (nilai grey scale 4 untukmerah dan biru, 3 untuk oranye) dibandingkan Tarum (nilai 3 untuk merah dan biru, 2 untukoranye). Meskipun Tarum mengandung tanin lebih tinggi, keberadaan Al₂O₃ pada Loba berperanpenting dalam membentuk ikatan kuat antara serat dan pewarna, sehingga meningkatkan intensitaswarna dan ketahanan luntur. Secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa Loba berpotensi sebagaibiomordan alami yang lebih efektif dibandingkan Tarum dalam aplikasi pewarnaan tenun, sertamemberikan dasar ilmiah untuk pengembangan teknik pewarnaan ramah lingkungan yangmendukung pelestarian budaya tenun Nusa Tenggara Timur.Kata kunci: Symplocos, Indigofera tinctoria, biomordan, tanin, pewarna alami, tenun ikat,ketahanan warna, spektroskopi UV–Vis