Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

INISIASI PROGRAM ECO WARRIOR BAGI ANAK-ANAK USIA REMAJA DI KOMUNITAS SEKOLAH MINGGU GMIT SILO NAIKOTEN 1, KOTA KUPANG Astin Elise Mau; Ludji Michel Riwu Kaho; Norman Riwu Kaho; Frank Samelino Tita; Bertila Avila Delvion; Pamona Silvia Sinaga
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Inpress Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.57491

Abstract

Program Eco Warrior merupakan inisiatif pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan partisipasi remaja dalam pelestarian lingkungan di Komunitas Sekolah Minggu GMIT Silo Naikoten 1, Kota Kupang. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan antara misi pelayanan gereja yang holistik dengan rendahnya kepedulian lingkungan pada kalangan remaja. Metode yang digunakan meliputi pendidikan masyarakat melalui seminar perubahan iklim, kompetisi kreatif membuat video dokumenter bertema lingkungan, serta difusi ipteks berupa pembagian dan edukasi penanaman anakan pohon. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap isu perubahan iklim, meningkatnya partisipasi aktif dalam aksi lingkungan, serta dihasilkannya karya video edukatif sebagai media kampanye digital. Selain itu, pembagian anakan pohon jenis Handroanthus chrysotrichus dan Psidium guajava mendorong keterlibatan langsung remaja dalam aksi penghijauan. Program ini efektif membangun karakter kepemimpinan lingkungan pada remaja dan memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan gereja dalam mewujudkan pelayanan berbasis keberlanjutan.
UJI KUALITAS DAN UJI ANTIBAKTERI PADA MADU LEBAH HUTAN Apis dorsata (Studi Kasus: Desa Waisika Kabupaten Alor dan Kelurahan Lelogama Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur) Delfiliana Pandie; Lusia S. Marimpan; Nixon Rammang; Bertila Avila Delvion
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Madu merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat kesehatan, termasuk sebagai antibakteri alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas madu lebah hutan Apis dorsata dan aktivitas antibakterinya terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Cutibacterium acnes. Penelitian dilakukan menggunakan dua sampel madu yang berasal dari Desa Waisika Kabupaten Alor dan Kelurahan Lelogama Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pengujian kualitas madu meliputi kadar air dan kadar gula menggunakan metode refraktometri. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi sumuran agar. Aktivitas antibakteri diukur berdasarkan diameter zona hambat dan persentase penghambatan terhadap kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air madu Alor sebesar 23,8% dan madu Lelogama sebesar 27,1%,sehingga belum memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI 3545, 2013) karena melebihi batas maksimum 22%. Kadar gula madu Alor sebesar 74,6°Brix dan madu Lelogama sebesar 71,1°Brix telah memenuhi standar mutu madu dengan minimal standar gula menurut SNI 3545, 2013 sebesar 65%. Hasil uji antibakteri menunjukkan bahwa kedua madu memiliki aktivitas penghambatan terhadap seluruh bakteri uji pada setiap konsentrasi. Aktivitas antibakteri tertinggi diperoleh pada konsentrasi 100%,dengan persentase penghambatan terhadap bakteri Staphylococcus aureus sebesar 32,44% pada madu Lelogama dan 24,89% pada madu Alor, terhadap Escherichia coli sebesar 22,31% pada madu Lelogama dan 22,67% pada madu Alor, serta terhadap Cutibacterium acnes sebesar 26,67% pada madu Lelogama dan 24,69% pada madu Alor.Kata kunci : Apis dorsata, Kualitas madu, Antibakteri.
EKSTRAKSI DAN KARAKTERISASI BIOMORDAN ALAMI DARI LOBA (Symplocos sp) DAN TARUM (Indigofera tinctoria L) SERTA APLIKASINYA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEWARNAAN KAIN TENUN Cindy seran; Astin Elise Mau; Bertila Avila Delvion; Nixon Rammang
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengekstraksi dan mengkarakterisasi biomordan alami daridaun Loba (Symplocos sp.) dan Tarum (Indigofera tinctoria L.), serta mengevaluasi efektivitasnyadalam meningkatkan kualitas pewarnaan kain tenun. Dua metode ekstraksi diterapkan, yaitumaserasi dan sokletasi, menggunakan pelarut etanol 96%. Hasil penelitian menunjukkan bahwametode maserasi menghasilkan rendemen ekstrak lebih tinggi dibandingkan sokletasi, yaitu12,99% untuk Loba dan 10,13% untuk Tarum. Uji fitokimia menunjukkan bahwa kedua ekstrakmengandung tanin, sedangkan analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vismenunjukkan kadar tanin lebih tinggi pada Tarum, yaitu 16,39% (maserasi) dan 22,49%(sokletasi), dibandingkan Loba yang memiliki kadar 7,50% (maserasi) dan 6,35% (sokletasi).Aplikasi biomordan dilakukan menggunakan teknik pasca-mordanting pada tiga warnabenang (merah, biru, oranye). Hasil menunjukkan bahwa ekstrak Loba menghasilkan intensitaswarna lebih cerah dan stabil dibandingkan Tarum. Pengukuran warna menggunakan colorimeterWR-10 memperlihatkan nilai lightness, redness, dan yellowness yang cenderung lebih tinggi padabenang yang dimordanting dengan Loba. Uji ketahanan luntur berdasarkan standar SNI ISO 105-C06:2010 menunjukkan bahwa Loba memiliki ketahanan luntur lebih baik (nilai grey scale 4 untukmerah dan biru, 3 untuk oranye) dibandingkan Tarum (nilai 3 untuk merah dan biru, 2 untukoranye). Meskipun Tarum mengandung tanin lebih tinggi, keberadaan Al₂O₃ pada Loba berperanpenting dalam membentuk ikatan kuat antara serat dan pewarna, sehingga meningkatkan intensitaswarna dan ketahanan luntur. Secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa Loba berpotensi sebagaibiomordan alami yang lebih efektif dibandingkan Tarum dalam aplikasi pewarnaan tenun, sertamemberikan dasar ilmiah untuk pengembangan teknik pewarnaan ramah lingkungan yangmendukung pelestarian budaya tenun Nusa Tenggara Timur.Kata kunci: Symplocos, Indigofera tinctoria, biomordan, tanin, pewarna alami, tenun ikat,ketahanan warna, spektroskopi UV–Vis