Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Membedah Libertarian Municipalism dalam Konteks Aktivisme Keberlanjutan Ekologi di Indonesia: Sebuah Kajian Ekologi Sosial-Politik Ahmad Fatkhur Rohman; Lailiy Muthmainnah
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 15 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v15i1.110866

Abstract

Artikel ini bertujuan membaca dan menguji relevansi libertarian municipalism dalam kerangka ekologi sosial Murray Bookchin terhadap dinamika aktivisme keberlanjutan ekologi di Indonesia. Berangkat dari tesis fundamental Bookchin bahwa krisis ekologi pada dasarnya merupakan manifestasi dari krisis sosial yang berakar pada relasi dominasi, hierarki, dan sentralisasi kekuasaan. Menggunakan penelitian filsafat dengan pendekatan studi kepustakaan berdasarkan data dan temuan empiris, artikel ini menelaah sejauh mana model politik non-hierarkis berbasis demokrasi langsung dan otonomi komunitas dapat menjadi alternatif konseptual bagi praktik aktivisme lingkungan di Indonesia. Namun demikian, artikel ini juga menyoroti berbagai tantangan struktural dan kultural, seperti kooptasi negara, fragmentasi gerakan, ketidakstabilan ekonomi, rendahnya kualitas pendidikan, serta kurangnya kesadaran masyarakat dalam partisipasi keberlanjutan ekologi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pola aktivisme keberlanjutan di Indonesia masih beroperasi pada usaha memperjuangkan hak dan keadilan melalui pendidikan kepedulian ekologi, advokasi hukum, penguatan ekonomi kreatif, dan kampanye kesadaran ekologis – termasuk tantangannya dalam implementasi hukum dan politik yang kompleks. Konsep libertarian municipalism tidak dapat dipahami sebagai model normatif yang siap diterapkan, melainkan sebagai kerangka kritis-reflektif untuk membaca ulang batas-batas dan kemungkinan transformasi aktivisme ekologi di Indonesia. Kontribusi utama artikel ini terletak pada upaya memperkaya wacana filsafat politik lingkungan dengan menjembatani teori ekologi sosial Bookchin dan konteks praksis aktivisme ekologis di masyarakat pasca-kolonial yang kompleks dan berlapis seperti Indonesia.
Membongkar Antroposentrisme Hukum Indonesia dalam Perspektif Aktor-Jaringan dan Struktur Sosial pada Fenomena Krisis Lingkungan Ahmad Fatkhur Rohman; Rofiki; Dini Rahmawati
Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains Vol 6 No 2 (2025): Jul-Des 2025
Publisher : Yayasan Ekologi Masyarakat dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55448/z4yanf91

Abstract

The global environmental crisis demands a deconstruction of the legal paradigm that is still dominated by anthropocentrism, a view that places humans at the center of all norms and interests. Using a qualitative approach with a library study design, this article explores the thoughts of Bruno Latour and Murray Bookchin as two philosophers who offer alternative approaches to the relationship between humans, law, and nature. Through Latour's perspective, law is understood as a network of actors, including non-human actors (nature), who have agency in political and legal processes. Meanwhile, Bookchin emphasizes the importance of social ecology and critiques hierarchical domination as the root of the ecological crisis. This article is a critical philosophical study with descriptive and reflective content analysis. This research shows that current ecological inequality is a highly dominant and hierarchical social structure. Actors in the formulation of law or policy are often limited, and the broader community is not widely involved in the policy-making process. This article is expected to encourage the reformulation of environmental law that is more inclusive of the entire network of actors in responding to contemporary ecological challenges—including the moral crisis within them.
Tradisi Slametan Masyarakat Jawa dalam Perspektif Interaksionisme Simbolik Herbert Blumer Panji Perdana Putra Priyanto; Ahmad Fatkhur Rohman; Dini Rahmawati
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiis.v12i1.112080

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami tradisi slametan dalam perspektif teori interaksionisme simbolik Herbert Blumer, dengan fokus pada bagaimana individu berinteraksi dan memberi makna pada simbol-simbol yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kerangka teori ini, simbol-simbol seperti doa, makanan, dan rangkaian ritual yang terdapat dalam tradisi slametan bukan hanya dipandang sebagai media komunikasi, tetapi juga sebagai representasi dari keyakinan, identitas, dan realitas sosial masyarakat Jawa. Melalui pendekatan ini, tradisi slametan dapat dilihat sebagai proses interaksi simbolik yang menghasilkan pemahaman kolektif yang terus berkembang dalam masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi slametan menjadi ruang interaksi di mana makna sosial dibentuk melalui proses dialog antar individu dan kelompok secara sadar dan berulang. Pemahaman kolektif yang terbentuk dalam tradisi ini memperlihatkan bagaimana masyarakat Jawa menjaga dan mengembangkan nilai-nilai sosial serta budaya mereka secara dinamis. Tradisi slametan juga berfungsi sebagai mekanisme untuk memperkuat kohesi sosial, mempererat hubungan antar individu, serta menjadi sarana untuk menyampaikan harapan dan doa bersama. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman tentang bagaimana ritual-ritual tradisional dapat mempertahankan keberlanjutan nilai-nilai budaya dalam konteks sosial yang terus berubah, serta menunjukkan relevansi tradisi dalam membentuk identitas sosial masyarakat Jawa yang terus beradaptasi dengan perkembangan zaman.