Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Identifikasi Faktor–Faktor yang Berhubungan dengan Teknik Penetesan Obat Tetes Mata: Literature Review Anisah Putri Yuana Sari; Rani Himayani; Dwi Aulia Ramdini; Nurma Suri
Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 3 (2026): Mei-Jun
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jrski.v3i3.816

Abstract

Kesalahan dalam melakukan teknik penetesan obat tetes mata masih sering terjadi pada pasien dengan gangguan kesehatan mata. Kesalahan tersebut berisiko menurunkan efektivitas terapi serta dapat meningkatkan efek samping. Kajian literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan ketepatan teknik penetesan obat tetes mata. Pencarian literatur dilakukan melalui Google Scholar, Science Direct, dan PubMed dengan tahun terbit 2016 – 2026. Hasil seleksi literatur menunjukkan terdapat 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa usia yang lebih tua secara konsisten berhubungan signifikan dengan kegagalan teknik penetesan. Penurunan fungsi visual turut memperburuk kemampuan pasien dalam melakukan teknik penetesan. Kondisi fisik dan motorik juga berhubungan signifikan dengan teknik penetesan. Selain itu, penurunan fungsi kognitif serta faktor perilaku dan sosial juga terbukti berhubungan dengan teknik penetesan. Pemahaman terhadap faktor-faktor tersebut dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam menciptakan intervensi berupa edukasi, penilaian kondisi pasien, serta peningkatan peran caregiver untuk mendukung keberhasilan teknik penetesan obat tetes mata
Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Penggunaan Antibiotik tanpa Resep pada Kalangan Mahasiswa: Review Artikel Ghozi Purna Atmaja; Nurma Suri; Afriyani; Rani Himayani
Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 4 (2026): Available online
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jrski.v3i4.818

Abstract

Penggunaan antibiotik tanpa resep dokter merupakan salah satu penyebab utama meningkatnya resistensi antibiotik yang menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat global. Mahasiswa sebagai kelompok terdidik masih ditemukan melakukan penggunaan antibiotik secara tidak rasional, sehingga perlu dilakukan kajian mengenai faktor-faktor yang memengaruhi perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan antibiotik tanpa resep pada kalangan mahasiswa di Indonesia. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menelaah artikel penelitian asli yang diperoleh melalui basis data Google Scholar, PubMed, dan ResearchGate yang dipublikasikan pada periode 2020–2025. Hasil penelusuran memperoleh 85 artikel, kemudian dilakukan proses seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi hingga diperoleh 10 artikel yang memenuhi syarat untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang paling banyak memengaruhi penggunaan antibiotik tanpa resep pada mahasiswa adalah rendahnya tingkat pengetahuan dan pendidikan, kemudahan memperoleh antibiotik tanpa pengawasan tenaga kesehatan, sumber informasi yang kurang tepat, serta pengalaman penggunaan antibiotik sebelumnya. Keempat faktor tersebut secara konsisten dilaporkan berkontribusi terhadap perilaku penggunaan antibiotik yang tidak rasional dan berpotensi meningkatkan risiko resistensi antibiotik. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi mengenai penggunaan antibiotik yang rasional serta penguatan pengawasan terhadap distribusi antibiotik untuk menekan praktik penggunaan antibiotik tanpa resep di kalangan mahasiswa.
Identifikasi Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Frekuensi Eksaserbasi dan Rawat Inap pada Pasien PPOK : Literature Review Fidela Yolan Dani; Atri Sri Ulandari; Dwi Aulia Ramdini; Rani Himayani
Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 4 (2026): Available online
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jrski.v3i4.845

Abstract

Pendahuluan: Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) ditandai dengan hambatan aliran udara kronis yang sering mengalami eksaserbasi akut dan memerlukan rawat inap. Kejadian rawat inap ulang (readmission) menjadi masalah utama dalam manajemen penyakit ini karena meningkatkan risiko mortalitas. Temuan dalam literature review ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 mengenai Good Health and Well-being melalui upaya penurunan kematian dini akibat penyakit tidak menular (Target 3.4), peningkatan cakupan pelayanan kesehatan (Target 3.8), pengurangan dampak polusi udara terhadap kesehatan (Target 3.9), serta SDG 11 mengenai pembangunan kota dan permukiman berkelanjutan melalui pengendalian kualitas udara. Tujuan: Literature review ini bertujuan menelaah penelitian ilmiah terkini mengenai determinan yang memengaruhi kejadian eksaserbasi dan rawat inap pada pasien PPOK. Metode: Penelitian ini merupakan literature review dengan sumber data artikel original research dari Google Scholar dan PubMed dalam rentang waktu 2017-2025. Terdapat 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi untuk ditelaah secara kritis. Hasil: Hasil telaah menunjukkan bahwa rawat inap dipengaruhi oleh faktor demografi seperti usia, jenis kelamin laki-laki, dan riwayat merokok. Pada faktor klinis, keberadaan komorbiditas (jantung dan diabetes), derajat keparahan (FEV1%, skor BODE/CAT), serta lama menderita PPOK menjadi prediktor utama. Penelitian lain menunjukkan peran kadar eosinofil rendah (< 2%), peningkatan indikator inflamasi, serta faktor psikososial yang mencakup keterbatasan aktivitas harian (BADL) dan kurangnya dukungan keluarga dalam meningkatkan frekuensi rawat inap. Simpulan: Eksaserbasi dan rawat inap PPOK dipengaruhi oleh faktor demografi, kondisi klinis, biomarker, dan dukungan sosial. Manajemen pasien memerlukan penanganan pada aspek medis paru, penyakit penyerta, serta penguatan dukungan perawatan di rumah.