Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Program Pelatihan Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Meningkatkan Kompetensi Dan Kinerja Karyawan Dalam Menghadapi Persaingan Dunia Kerja Di Bengkel Honda AHASS Tefa Motor Mar'atus Shalihah; Tazki Alfikri; Ni Wayan Vara Wulandari; Khoirul Nisa; Selvidar Armalia; Tria Meilisma; Marista Febria Safutri; Rahmawati Rahmawati
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11225

Abstract

Perkembangan teknologi otomotif yang berlangsung sangat pesat menciptakan kesenjangan kompetensi yang signifikan antara keterampilan karyawan dan tuntutan industri, khususnya di sektor jasa perbaikan kendaraan. Kesenjangan ini berpotensi menurunkan kualitas layanan, meningkatkan kesalahan teknis, serta melemahkan daya saing perusahaan di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia dalam meningkatkan kompetensi dan kinerja karyawan di Bengkel Honda AHASS TEFA Motor. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Penentuan informan dilakukan secara purposive sampling yang melibatkan kepala bengkel dan mekanik sebagai informan utama. Analisis data dilaksanakan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pelatihan yang dilaksanakan secara berjenjang dan berkelanjutan terbukti meningkatkan kompetensi teknis maupun soft skills karyawan. Peningkatan tersebut tercermin dari berkurangnya kesalahan teknis, meningkatnya ketepatan diagnosis kendaraan, serta meningkatnya kepuasan pelanggan. Materi pelatihan dinilai memiliki relevansi tinggi dengan kebutuhan pekerjaan, sehingga karyawan mampu mengimplementasikan hasil pelatihan secara langsung dalam aktivitas kerja. Meskipun demikian, cepatnya perkembangan teknologi otomotif dan keterbatasan waktu pelatihan masih menjadi tantangan yang perlu diatasi melalui pembaruan materi secara berkala dan penguatan kerja sama dengan Honda selaku prinsipal. Program pelatihan dan pengembangan SDM terbukti menjadi faktor strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendukung daya saing AHASS TEFA Motor secara berkelanjutan.
Pengaruh Uang Saku dan QRIS terhadap Konsumsi Mahasiswa: Analisis Regresi Linear Berganda Ni Wayan Vara Wulandari; Rieke Nindita Sari; Intan Ruliana; Muhammad Rizqi Alfiah; Diah Arum Sari Nawang Ulan; Marista Febria Safutri; Nida Yasmin Sofiyah; Rahmawati Rahmawati; Fiarika Dwi Utari
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11351

Abstract

Perkembangan sistem pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) memberikan kemudahan dalam proses transaksi dan turut memengaruhi pola konsumsi mahasiswa. Selain itu, tingkat uang saku sebagai sumber pendapatan utama mahasiswa menjadi faktor penting dalam menentukan besarnya pengeluaran bulanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat uang saku dan intensitas penggunaan QRIS terhadap perilaku konsumsi mahasiswa Pendidikan Ekonomi angkatan 2024 dan 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linear berganda. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner dengan teknik accidental sampling, yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, di mana siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dan bersedia mengisi kuesioner dapat dijadikan sampel. Dari total populasi mahasiswa Pendidikan Ekonomi angkatan 2024 dan angkatan 2025, diperoleh sebanyak 56 responden yang mengisi kuesioner. Variabel penelitian terdiri atas tingkat uang saku (X1), intensitas penggunaan QRIS (X2), dan perilaku konsumsi mahasiswa (Y). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial tingkat uang saku tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumsi mahasiswa, sedangkan intensitas penggunaan QRIS berpengaruh signifikan. Namun, secara simultan kedua variabel memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku konsumsi dengan nilai koefisien determinasi sebesar 18,9%. Temuan ini menunjukkan bahwa perilaku konsumsi mahasiswa lebih dipengaruhi oleh penggunaan QRIS dibandingkan kemampuan finansial