Tuberculosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Pada tahun 2023, Indonesia menempati peringkat kedua dunia dengan estimasi insiden TB sebesar 1.090.000 kasus atau 387 per 100.000 penduduk. Keberhasilan pengobatan TB tidak hanya bergantung pada terapi obat, tetapi juga pada pemahaman pasien terhadap obat yang dikonsumsinya. Pemberian informasi obat oleh tenaga kefarmasian menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kepuasan dan kepatuhan pasien terhadap pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian informasi obat terhadap kepuasan pasien TB di Puskesmas Kecamatan Jatinegara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 70 pasien TB yang menjalani pengobatan pada periode Maret–April 2025 dijadikan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner mengenai pemberian informasi obat dan tingkat kepuasan pasien. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menerima informasi obat di atas rata-rata (80%) dan merasa sangat puas (47%) serta puas (39%) terhadap informasi yang diberikan. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang menandakan adanya pengaruh yang signifikan antara pemberian informasi obat dengan kepuasan pasien TB. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin lengkap dan jelas informasi obat yang diberikan oleh tenaga kefarmasian, maka semakin tinggi tingkat kepuasan pasien terhadap layanan yang diterima.