Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Edukasi Penggunaan Glukometer kepada Kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Wilayah Kelurahan Duren Sawit Aries Meryta; Aripin Aripin; Fachdiana Fidia
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v4i2.312

Abstract

Penyakit Diabetes Mellitus (DM) hingga saat ini masih merupakan salah satu penyakit kronis yang disebabkan oleh gaya hidup. Oleh sebab itu, salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah angka keparahan DM adalah melalui peningkatan pengetahuan dan awareness masyarakat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk pemberian edukasi terkait tatalaksana DM melalui penggunaan Glukometer secara mandiri kepada Kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di wilayah Kelurahan Duren Sawit, Jakarta Timur. Kegiatan PkM ini diikuti oleh 45 Kader PKK dari beberapa wilayah RW sebagai perwakilan Pengisian kuesioner pretest dan posttest dilakukan untuk melihat ada tidaknya perubahan pengetahuan peserta terkait kegiatan yang dilakukan. Berdasarkan 10 indikator pernyataan dalam kuesioner ini, terlihat bahwa peserta mengalami perubahan pengetahuan setelah diadakannya kegiatan PkM.
Penyuluhan Kepada Masyarakat Terkait Rasionalisasi Penggunaan Antibiotik Di Rt 04 Rw 04 Kelurahan Penggilingan Charles; Vidia Arlaini Anwar; Fachdiana Fidia; Gilang Al Qarana; Salsa Bila; Rakeysha Yulita Maesaroh
Jurnal Pengabdian IKIFA Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Pengabdian IKIFA
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak rasional menjadi salah satu penyebab utama terjadinya resistensi antibiotik yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat di RT 04 RW 04 Kelurahan Penggilingan terkait rasionalisasi penggunaan antibiotik, serta meningkatkan pemahaman mereka mengenai bahaya resistensi dan cara pencegahannya. Metode yang digunakan adalah penyuluhan secara langsung, yang dilaksanakan pada tanggal 21 Mei 2025 di Klinik Pratama MD "Smarts" dengan dihadiri oleh 20 orang. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan masyarakat. Hasil menunjukkan adanya peningkatan persentase jawaban benar pada soal nomor 1, 3, dan 5 setelah penyuluhan, meskipun secara keseluruhan perbedaan antara pre-test dan post-test tidak terlalu signifikan. Kesimpulannya, masyarakat menunjukkan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung dan mampu memahami materi yang disampaikan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dinilai berhasil dalam menyampaikan informasi terkait penggunaan antibiotik secara bijak.
STUDI DESKRIPTIF POLA KEPATUHAN PASIEN MENGGUNAKAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI KLINIK PRATAMA BAHAGIA Doni Iswandani; Fachdiana Fidia; Niko Prasetya; Honey Iskandar; Siti Aisyah; Reno Nurcholipah
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.3 No.2 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi adalah kondisi medis yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah, baik sistolik maupun diastolik, melebihi ambang batas 140/90 mmHg. Kondisi ini disebabkan oleh pembuluh darah yang memompa darah dengan kekuatan berlebih. Kepatuhan dalam mengkonsumsi obat antihipertensi merupakan faktor kunci untuk mencapai hasil pengobatan yang optimal pada pasien hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pola kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat antihipertensi pada pasien Prolanis hipertensi di Klinik Pratama Bahagia selama periode Maret-April 2022. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia lebih dari 60 tahun (65%), diikuti oleh kelompok usia 51-60 tahun (20%) dan 40-50 tahun (15%). Sebagian besar responden tidak bekerja (70%), sementara 30% bekerja. Dalam hal pendidikan, sebagian besar responden berpendidikan SMA (50%), diikuti oleh SLTA (20%), SMP (17,5%), SD (10%), dan D3 (2,5%). Mengenai kepatuhan pengobatan, hasil penelitian menunjukkan 2,5% responden memiliki kepatuhan tinggi, 25% kepatuhan sedang, dan 72,5% responden termasuk dalam kategori kepatuhan rendah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar pasien hipertensi menunjukkan tingkat kepatuhan rendah terhadap pengobatan antihipertensi. Hal ini menekankan pentingnya upaya untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan pada pasien hipertensi, terutama pada pasien usia lebih tua dan yang tidak bekerja.
PENGARUH PEMBERIAN INFORMASI OBAT TERHADAP KEPUASAN PASIEN TUBERKULOSIS RAWAT JALAN DI PUSKESMAS DUREN SAWIT Rahmat Widiyanto; Fachdiana Fidia; Silvi Nuraeni
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal) Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v11i1.644

Abstract

Terdapat kebutuhan mendesak untuk mengatasi tuberkulosis (TB) sebagai masalah kesehatan masyarakat global karena angka kematian dan morbiditas yang tinggi. Edukasi pengobatan yang menyeluruh dapat mengoptimalkan efektivitas rejimen pengobatan jangka panjang, yang sangat penting bagi upaya pengendalian penyakit tersebut. Layanan kefarmasian, termasuk penyediaan pemberian informasi obat, berpotensi meningkatkan kepuasan pasien melalui penguatan pemahaman mengenai terapi yang dijalani. Pada kondisi kronis seperti TB, tingkat kepuasan pasien terhadap pemberian informasi obat merupakan indikator penting dalam mengukur kualitas terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien rawat jalan TB setelah menerima pemberian informasi obat di Puskesmas Duren Sawit pada periode Februari hingga Maret 2025. Metode yang digunakan adalah desain potong lintang (cross-sectional) dengan pendekatan kuantitatif observasional prospektif. Pengumpulan data dilakukan secara langsung menggunakan kuesioner. Pengambilan sampel dilakukan dengan pendekatan total sampling yang melibatkan 56 pasien TB yang sedang menjalani terapi Obat Anti-Tuberkulosis (OAT). Analisis data univariat digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik pasien, sementara analisis bivariat dengan uji Chi-square diterapkan untuk mengidentifikasi hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 85,7% pasien menyatakan telah menerima pemberian informasi obat dengan kategori baik, dan 55,4% pasien merasa puas dengan layanan yang diberikan oleh petugas kesehatan. Analisis uji Chi-square menghasilkan nilai p sebesar 0,036. Dapat disimpulkan bahwa kepuasan pasien rawat jalan TB di Puskesmas Duren Sawit dipengaruhi oleh pemberian informasi obat.
HUBUNGAN PENGOBATAN POLIFARMASI DENGAN POTENSI KEJADIAN INTERAKSI OBAT PADA PASIEN GERIATRI HIPERTENSI RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT TK. II MOH. RIDWAN MEURAKSA PERIODE JULI – DESEMBER 2024 Vidia Arlaini Anwar; Fachdiana Fidia; Anita Rachman Pertiwi
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 5 NO. 2 JULI TAHUN 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang mendapatkan julukan “the silent killer” karena dapat menyerang setiap individu tanpa adanya tanda dan gejala yang muncul pada tubuh.  Hipertensi ditandai dengan kondisi tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg pada dua kali pengukuran. Pasien lanjut usia memiliki risiko hipertensi lebih tinggi karena perubahan faktor fisiologis tubuh dan gaya hidup. Hipertensi sering disertai dengan komorbiditas sehingga memerlukan terapi yang intensif dengan kombinasi dari beberapa kelas terapi obat untuk mengontrol tekanan darah dan menangani komorbidnya. Faktor ini secara signifikan meningkatkan risiko polifarmasi yang mengakibatkan interaksi obat jika penanganan tidak dilakukan dengan tepat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan pengobatan polifarmasi dengan potensi kejadian interaksi obat pada pasien geriatri hipertensi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian observasional bersifat deskriptif analitik. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif menggunakan Rekam Medis Elektronik (RME) pada pasien geriatri hipertensi yang mendapatkan pengobatan polifarmasi di rawat inap. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling dengan sampel sejumlah 61 pasien. Analisis statistik dilakukan menggunakan software SPSS dengan uji Chi-Square untuk menguji hipotesis. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu pasien yang mengalami interaksi obat sejumlah 57 pasien (93,4%) dan yang tidak mengalami interaksi obat sejumlah 4 pasien (6,6%). Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p 0,000 (p<0,05) menunjukkan bahwa terdapat hubungan pengobatan polifarmasi dengan potensi kejadian interaksi obat pada pasien geriatri hipertensi rawat inap di Rumah Sakit Tk. II Moh. Ridwan Meuraksa.
PENGARUH PEMBERIAN INFORMASI OBAT TERHADAP KEPUASAN PASIEN TUBERCULOSIS DI PUSKESMAS KECAMATAN JATINEGARA PERIODE MARET–APRIL 2025 Leonov Rianto; Gilang Al Qarana; Ummi Aulia Nuraziza; Marta Halim; Fachdiana Fidia
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 5 NO. 2 JULI TAHUN 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberculosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Pada tahun 2023, Indonesia menempati peringkat kedua dunia dengan estimasi insiden TB sebesar 1.090.000 kasus atau 387 per 100.000 penduduk. Keberhasilan pengobatan TB tidak hanya bergantung pada terapi obat, tetapi juga pada pemahaman pasien terhadap obat yang dikonsumsinya. Pemberian informasi obat oleh tenaga kefarmasian menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kepuasan dan kepatuhan pasien terhadap pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian informasi obat terhadap kepuasan pasien TB di Puskesmas Kecamatan Jatinegara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 70 pasien TB yang menjalani pengobatan pada periode Maret–April 2025 dijadikan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner mengenai pemberian informasi obat dan tingkat kepuasan pasien. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menerima informasi obat di atas rata-rata (80%) dan merasa sangat puas (47%) serta puas (39%) terhadap informasi yang diberikan. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang menandakan adanya pengaruh yang signifikan antara pemberian informasi obat dengan kepuasan pasien TB. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin lengkap dan jelas informasi obat yang diberikan oleh tenaga kefarmasian, maka semakin tinggi tingkat kepuasan pasien terhadap layanan yang diterima.
THE PROCESS OF DRUG RETURN WITH THE DISTRIBUTION SYSTEM BEFORE UDD AND AFTER UDD FOR INPATIENTS AT ST. CAROLUS HOSPITAL Aries Meryta; Fachdiana Fidia; Neneng Arfiah
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v7i2.2926

Abstract

Background: Improper drug distribution system can cause high drug returns. The adverse effects of drug returns, such as in terms of energy when packing drugs, time used for drug dispensing , wasted costs for drug packaging and can make a difference in drug stocks in pharmacies. Sint Hospital Carolus uses the UDD distribution system for inpatients to reduce drug returns in the pharmacy . The purpose of study This is for know the picture drug return with a distribution system before UDD and after UDD in outpatients stay in hospital Sint Carolus. Methods: Method study This is study Which characteristic p tif description that is collect data retrospectively by counting the number of drugs usedreturned with the number of initial prescriptions in the period before UDD and after UDD. Results: Results research before UDD the number of incoming prescriptions 885.355 the number of prescriptions returned was 89,181 with a percentage of 10.07% and the number of drug items returned was 470, after UDD the number of prescriptions received was 639,170 the number of prescriptions returned was 33,307 with a percentage of 5.21% and the number of drug items returned was 273. Conclusion: It was concluded that there was a difference in percentage change before UDD and after UDD. It was concluded that there was a difference in percentage change before UDD and after UDD.