Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS DESKRIPTIF TERKAIT PENGETAHUAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA WARGA RW 009 KELURAHAN DUREN SAWIT PERIODE MEI-JUNI 2022 Fachdiana Fidia; Farida Tuahuns; Harum Andini Putri Niode
Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33759/jrki.v5i1.323

Abstract

Infectious diseases remain one of the world's public health concerns, particularly in developing countries. Excessive and inappropriate antibiotics use can lead to the emergence of bacterial resistance and increase the economic burden of health care; additionally. According to a preliminary survey conducted on residents of 009 Community Unit, Duren Sawit Sub-district aged 17-65 in January 2022, it demonstrated that 60% residents believed that antibiotics could treat fever and could be purchased without a prescription 40%. This research aimed to describe the knowledge of antibiotic use in the residents of 009 Community Unit, Duren Sawit Village. The study employed a descriptive quantitative type, where data collection was performed using a questionnaire. This research comprised 237 respondents, who were selected employing the proportional random sampling technique and required the inclusion criteria. The study’s findings indicated that out of 237 respondents, 99 individuals (42%) had good comprehension, 88 individuals (37%) had sufficient comprehension, and 50 individuals (21%) had inadequate comprehension. In summary, suppose described in each indicator, the level of public knowledge for the three indicators was as follows: 118 respondents (50%) have a good understanding of the meaning of antibiotics,104 respondents (44%) have a good understanding of the use of antibiotics, and 140 respondents (59%) had a good understanding of the undesirable effects of the use of antibiotics. The 4 most consumed antibiotics were Amoxicillin (55.7%), Fg Troches (14.3%), Cefixime (8.4%) and Azithromycin (8.4%). While the dose of taking antibiotics ranges from 1x to 4x a day, depends on the type of antibiotics.
Edukasi Penggunaan Glukometer kepada Kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Wilayah Kelurahan Duren Sawit Aries Meryta; Aripin Aripin; Fachdiana Fidia
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v4i2.312

Abstract

Penyakit Diabetes Mellitus (DM) hingga saat ini masih merupakan salah satu penyakit kronis yang disebabkan oleh gaya hidup. Oleh sebab itu, salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah angka keparahan DM adalah melalui peningkatan pengetahuan dan awareness masyarakat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk pemberian edukasi terkait tatalaksana DM melalui penggunaan Glukometer secara mandiri kepada Kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di wilayah Kelurahan Duren Sawit, Jakarta Timur. Kegiatan PkM ini diikuti oleh 45 Kader PKK dari beberapa wilayah RW sebagai perwakilan Pengisian kuesioner pretest dan posttest dilakukan untuk melihat ada tidaknya perubahan pengetahuan peserta terkait kegiatan yang dilakukan. Berdasarkan 10 indikator pernyataan dalam kuesioner ini, terlihat bahwa peserta mengalami perubahan pengetahuan setelah diadakannya kegiatan PkM.
THE PROCESS OF DRUG RETURN WITH THE DISTRIBUTION SYSTEM BEFORE UDD AND AFTER UDD FOR INPATIENTS AT ST. CAROLUS HOSPITAL Aries Meryta; Fachdiana Fidia; Neneng Arfiah
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v7i2.2926

Abstract

Background: Improper drug distribution system can cause high drug returns. The adverse effects of drug returns, such as in terms of energy when packing drugs, time used for drug dispensing , wasted costs for drug packaging and can make a difference in drug stocks in pharmacies. Sint Hospital Carolus uses the UDD distribution system for inpatients to reduce drug returns in the pharmacy . The purpose of study This is for know the picture drug return with a distribution system before UDD and after UDD in outpatients stay in hospital Sint Carolus. Methods: Method study This is study Which characteristic p tif description that is collect data retrospectively by counting the number of drugs usedreturned with the number of initial prescriptions in the period before UDD and after UDD. Results: Results research before UDD the number of incoming prescriptions 885.355 the number of prescriptions returned was 89,181 with a percentage of 10.07% and the number of drug items returned was 470, after UDD the number of prescriptions received was 639,170 the number of prescriptions returned was 33,307 with a percentage of 5.21% and the number of drug items returned was 273. Conclusion: It was concluded that there was a difference in percentage change before UDD and after UDD. It was concluded that there was a difference in percentage change before UDD and after UDD.
Penyuluhan Kepada Masyarakat Terkait Rasionalisasi Penggunaan Antibiotik Di Rt 04 Rw 04 Kelurahan Penggilingan Charles; Vidia Arlaini Anwar; Fachdiana Fidia; Gilang Al Qarana; Salsa Bila; Rakeysha Yulita Maesaroh
Jurnal Pengabdian IKIFA Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Pengabdian IKIFA
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak rasional menjadi salah satu penyebab utama terjadinya resistensi antibiotik yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat di RT 04 RW 04 Kelurahan Penggilingan terkait rasionalisasi penggunaan antibiotik, serta meningkatkan pemahaman mereka mengenai bahaya resistensi dan cara pencegahannya. Metode yang digunakan adalah penyuluhan secara langsung, yang dilaksanakan pada tanggal 21 Mei 2025 di Klinik Pratama MD "Smarts" dengan dihadiri oleh 20 orang. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan masyarakat. Hasil menunjukkan adanya peningkatan persentase jawaban benar pada soal nomor 1, 3, dan 5 setelah penyuluhan, meskipun secara keseluruhan perbedaan antara pre-test dan post-test tidak terlalu signifikan. Kesimpulannya, masyarakat menunjukkan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung dan mampu memahami materi yang disampaikan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dinilai berhasil dalam menyampaikan informasi terkait penggunaan antibiotik secara bijak.
STUDI DESKRIPTIF POLA KEPATUHAN PASIEN MENGGUNAKAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI KLINIK PRATAMA BAHAGIA Doni Iswandani; Fachdiana Fidia; Niko Prasetya; Honey Iskandar; Siti Aisyah; Reno Nurcholipah
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.3 No.2 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi adalah kondisi medis yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah, baik sistolik maupun diastolik, melebihi ambang batas 140/90 mmHg. Kondisi ini disebabkan oleh pembuluh darah yang memompa darah dengan kekuatan berlebih. Kepatuhan dalam mengkonsumsi obat antihipertensi merupakan faktor kunci untuk mencapai hasil pengobatan yang optimal pada pasien hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pola kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat antihipertensi pada pasien Prolanis hipertensi di Klinik Pratama Bahagia selama periode Maret-April 2022. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia lebih dari 60 tahun (65%), diikuti oleh kelompok usia 51-60 tahun (20%) dan 40-50 tahun (15%). Sebagian besar responden tidak bekerja (70%), sementara 30% bekerja. Dalam hal pendidikan, sebagian besar responden berpendidikan SMA (50%), diikuti oleh SLTA (20%), SMP (17,5%), SD (10%), dan D3 (2,5%). Mengenai kepatuhan pengobatan, hasil penelitian menunjukkan 2,5% responden memiliki kepatuhan tinggi, 25% kepatuhan sedang, dan 72,5% responden termasuk dalam kategori kepatuhan rendah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar pasien hipertensi menunjukkan tingkat kepatuhan rendah terhadap pengobatan antihipertensi. Hal ini menekankan pentingnya upaya untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan pada pasien hipertensi, terutama pada pasien usia lebih tua dan yang tidak bekerja.