Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategic Public Relations for Digital Sovereignty and Environmental, Social, and Governance Integration in the Telecommunications Industry Fani Lutfiyatun Nisa; Widya Fatimatuz Zahra; Gita Rahmawati; Pramudya Ibnu Subrata
Jurnal Genesis Indonesia Vol. 5 No. 02 (2026): Articles in Press - Jurnal Genesis Indonesia
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/IISTR.jgi.002144

Abstract

This study explores the strategic role of public relations (PR) within PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, conceptualizing it as an integral management function that drives market value and corporate resilience. Amidst the rapid digitalization and geopolitical uncertainties of 2025–2026, the research investigates how PR manages the intersection of digital sovereignty, Environmental, Social, and Governance (ESG) integration, and market authority. Utilizing a conceptual research approach through a systematic literature review, this study synthesizes Excellence Theory and Stakeholder Theory to develop an Integrated PR-Management (IPM) model. The findings demonstrate that PR at Telkom acts as a strategic architect by transforming technical infrastructure initiatives such as the launch of the Satelit Merah Putih 2 and decarbonization efforts into authoritative narratives that enhance investor trust and secure regulatory legitimacy. Furthermore, the study highlights that effective PR communication, validated by external accolades like the PR Indonesia Awards, is essential for navigating B2B markets and mitigating reputational risks. The analysis emphasizes that digital reputation is a critical intangible asset, and the alignment of PR Key Performance Indicators (KPIs) with core business metrics is vital for long-term sustainability. The proposed IPM framework offers a roadmap for state-owned enterprises to navigate technological disruptions by bridging technical operational excellence with persuasive strategic communication. Consequently, this research underscores the necessity of reforming traditional siloed communication structures into AI-integrated, fluid units to maintain competitiveness in the 2026 digital era.
Pengaruh Work Life Balance, Tingkat Stres Kerja, dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan Gen Z di Surakarta Nadia Dewi Fransiska; Widya Fatimatuz Zahra; Gita Rahmawati; Arum Adelia Shashabila; Rizky Ramadhan Aprian Aditama
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10871

Abstract

Perkembangan dunia kerja yang semakin dinamis serta meningkatnya dominasi Generasi Z dalam pasar tenaga kerja menjadikan pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kinerja karyawan sebagai isu yang penting bagi organisasi. Generasi Z memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya, terutama dalam hal kebutuhan akan keseimbangan kehidupan kerja, perhatian terhadap kesehatan mental, dan harapan terhadap pengembangan diri. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work-life balance, tingkat stres kerja, dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan Generasi Z pada perusahaan di Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan landasan teori utama Social Exchange Theory (SET) yang menjelaskan hubungan timbal balik antara organisasi dan karyawan, didukung oleh Job Demands-Resources Theory (JD-R Theory) serta Expectancy Theory dalam menjelaskan keterkaitan antarvariabel penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada karyawan Generasi Z yang bekerja di Kota Surakarta dengan teknik purposive sampling. Jumlah responden yang terlibat sebanyak 100 orang. Analisis data dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistics melalui uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, tingkat stres kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, serta motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Selain itu, work-life balance, tingkat stres kerja, dan motivasi kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan Generasi Z. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa tingkat stres kerja merupakan faktor yang paling dominan dalam memengaruhi kinerja karyawan.