Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Work Life Balance, Tingkat Stres Kerja, dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan Gen Z di Surakarta Nadia Dewi Fransiska; Widya Fatimatuz Zahra; Gita Rahmawati; Arum Adelia Shashabila; Rizky Ramadhan Aprian Aditama
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10871

Abstract

Perkembangan dunia kerja yang semakin dinamis serta meningkatnya dominasi Generasi Z dalam pasar tenaga kerja menjadikan pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kinerja karyawan sebagai isu yang penting bagi organisasi. Generasi Z memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya, terutama dalam hal kebutuhan akan keseimbangan kehidupan kerja, perhatian terhadap kesehatan mental, dan harapan terhadap pengembangan diri. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work-life balance, tingkat stres kerja, dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan Generasi Z pada perusahaan di Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan landasan teori utama Social Exchange Theory (SET) yang menjelaskan hubungan timbal balik antara organisasi dan karyawan, didukung oleh Job Demands-Resources Theory (JD-R Theory) serta Expectancy Theory dalam menjelaskan keterkaitan antarvariabel penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada karyawan Generasi Z yang bekerja di Kota Surakarta dengan teknik purposive sampling. Jumlah responden yang terlibat sebanyak 100 orang. Analisis data dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistics melalui uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, tingkat stres kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, serta motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Selain itu, work-life balance, tingkat stres kerja, dan motivasi kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan Generasi Z. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa tingkat stres kerja merupakan faktor yang paling dominan dalam memengaruhi kinerja karyawan.
Pengaruh Burnout dan Work Engagement terhadap Kinerja Kurir J&T Express Surakarta Retno Wulan Pawestri; Aprelia Silfiana Putri; Otniel Christian Putra Delova; Rizky Ramadhan Aprian Aditama
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11162

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh burnout dan work engagement terhadap kinerja kurir J&T Express Surakarta secara parsial maupun simultan dengan menggunakan Job Demands-Resources (JD-R) Theory dan Social Exchange Theory sebagai landasan teoritis. Pendekatan kuantitatif eksplanatori diterapkan dengan melibatkan 110 kurir aktif yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis melalui regresi linear berganda berbantuan SPSS. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh instrumen penelitian dinyatakan valid dan reliabel serta telah memenuhi asumsi klasik. Analisis hipotesis membuktikan bahwa burnout berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja kurir (t = -5,478; sig. = 0,000), sedangkan work engagement berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja (t = 11,451; sig. = 0,000). Secara simultan, kedua variabel juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap kinerja (F = 86,567; sig. = 0,000). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,618 menunjukkan bahwa 61,8% variasi kinerja dapat dijelaskan oleh burnout dan work engagement. Selain itu, work engagement teridentifikasi sebagai variabel yang memiliki pengaruh paling dominan (Beta = 0,687). Temuan penelitian mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja kurir dapat didukung melalui penguatan keterikatan kerja dan pengelolaan burnout secara berkelanjutan.
Pengaruh Literasi Keuangan Digital, Social Media Influencing, dan Fear of Missing Out (FOMO) terhadap Keputusan Investasi Generasi Z di Pasar Modal Surakarta Esa Rembi Apriani; Oktaviana Kartika Sari; Nenny Anggraini; Rizky Ramadhan Aprian Aditama
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1436

Abstract

Peningkatan jumlah investor muda yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir tidak selalu diikuti oleh kemampuan analisis investasi yang memadai. Kondisi tersebut menyebabkan Generasi Z rentan terhadap pengaruh media sosial, perilaku spekulatif, serta tekanan psikologis yang muncul di era digital. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan digital, pengaruh media sosial, dan Fear of Missing Out (FOMO) terhadap keputusan investasi Generasi Z di pasar modal Kota Surakarta.Pendekatan kuantitatif dengan metode explanatory Research diterapkan dalam penelitian ini. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 110 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Landasan penelitian didasarkan pada Theory of Planned Behavior dan Behavioral Finance Theory. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan digital, pengaruh media sosial, dan FOMO secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi. Secara simultan, variabel ketiga tersebut mampu menjelaskan variasi keputusan investasi sebesar 61,1%. Literasi keuangan digital ditemukan sebagai faktor yang paling dominan, diikuti oleh FOMO dan pengaruh media sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa keputusan investasi Generasi Z dipengaruhi oleh kombinasi antara pengetahuan keuangan, lingkungan sosial digital, dan kemampuan mengelola faktor psikologis secara rasional.