Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Media Economy of the Podcast Bocor Alus Politik: The Role of the Market in Expanding Tempo’s Business Volume Makroen Sanjaya; Nurlaila Sari Amallah; Kristina Nurhayati; Fitri Sarasati
Jurnal Mamangan Vol 14, No 2 (2025): Special Issue
Publisher : LPPM Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/mamangan.v14i2.10506

Abstract

As Tempo Magazine’s print circulation declined and audiences increasingly turned to digital platforms, the company explored new formats for delivering journalism. One such innovation is the Bocor Alus Politik podcast, which offers more dynamic and accessible content. Ideally, media organizations should continue to serve as watchdogs while also seeks alternative revenue models to reduce dependence on advertising. This study focus on how the Bocor Alus Politik podcast leverages market forces to support Tempo’s business growth and address existing gaps in the literature. Adopting a qualitative method within a constructivist paradigm, the research draws on observations, analysis of YouTube content, and interviews with Tempo’s senior management and the main podcast host. Findings suggest that the podcast has significantly broadened Tempo’s reach—especially to regions previously unreachable by the print edition—and has contributed to growth in digital subscriptions and public engagement through stock ownership, particularly among millennials. Bocor Alus Politik represents Tempo’s strategic response to shifts in media consumption habits. Future studies on media economics should focus on geographic markets and the factors that shape the podcasting sector to gain a deeper understanding of these developments.
Peran media sosial dalam membentuk preferensi estetika dan representasi budaya lokal pada arsitektur modern Ria Ripardi Wahyu Lestari; Kristina Nurhayati; Nindita Kresna Murti
Jurnal Desain Vol 13 No 3 (2026): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v13i3.2158

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh media sosial terhadap representasi budaya lokal dalam arsitektur modern. Fokus kajian diarahkan pada dua aspek, yaitu bagaimana media sosial berperan dalam proses pencarian referensi dan pembuatan konsep desain oleh arsitek, serta bagaimana respons masyarakat terbentuk melalui interaksi digital. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dan analisis sumber ilmiah terkait arsitektur media, estetika digital, dan pelestarian budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial menjadi ruang distribusi visual yang mendorong popularisasi gaya arsitektur tertentu dan memengaruhi preferensi estetika publik. Namun, penyebaran tren melalui media sosial juga memunculkan kecenderungan reduksi budaya lokal menjadi ornamen visual yang bersifat simbolik. Sementara itu, penerapan budaya lokal yang dilakukan secara reflektif terbukti mampu memperkuat identitas tempat dan meningkatkan keterikatan masyarakat. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi budaya lokal secara autentik dalam desain arsitektur modern melalui pemahaman konteks sosial, sejarah, dan nilai-nilai komunitas, bukan sekadar mengikuti estetika yang viral.
Critical Discourse Analysis of Pandawara Group’s Environmental Communication on Social Media Platforms Fitri Sarasati; Kristina Nurhayati
Jurnal The Messenger Vol. 18 No. 1 (2026): January-April
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/themessenger.v18i1.13210

Abstract

Purpose: This study aims to explain how The Pandawara Group constructs, disseminates, and negotiates environmental discourse through TikTok and YouTube content by analysing the language strategies and narrative structures they use in describing the environmental activist with the largest number of followers in Indonesia.   Methods: This study uses a qualitative approach with Teun A. van Dijk’s Critical Discourse Analysis. Teun A. van Dijk’s discourse analysis was chosen because it can read texts, social cognition, and social context simultaneously. The Pandawara Group’s YouTube and TikTok content analysed consists of videos announcing polluted locations, which serve as calls to action, documentation of clean-up activities in the field, and clarification posts when criticism or rejection arises from local government or communities.   Findings: The findings show that the Pandawara Group successfully portrays environmental issues as a shared moral obligation through inclusive language, persuasive calls to action, and visual before-and-after comparisons that encourage mass voluntary participation. Their rhetoric strategically shifts the conversation from blame to cooperation, allowing them to negotiate socio-political resistance and strengthen legitimacy in the digital public sphere.   Originality: This study addresses a gap in prior research, which largely treats collective-action narratives alone, by proposing a dual-narrative framework that combines collective mobilization with discursive resistance-clarification, analysed by van Dijk’s three-level model. Extending connective action theory, it explains how non-institutional Gen Z activists negotiate legitimacy and manage socio-political backlash while sustaining mass participation.
Pemberdayaan Perempuan Positif HIV/AIDS di Jakarta melalui Pelatihan Fotografi, Videografi, dan Media Sosial Taufan Wijaya; Chininta Angelia; Kristina Nurhayati; Utami Diah Kusumawati
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 2 (2026): JAMSI - Maret 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2753

Abstract

Penguasaan multimedia dan media sosial dapat mendorong meningkatnya kesejahteraan masyarakat, terutama kaum minoritas. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Multimedia Nusantara memberikan pelatihan multimedia kepada Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI) Jakarta meliputi fotografi dan videografi dalam produksi, hingga pemanfaatan media sosial untuk distribusinya. IPPI Jakarta dipilih karena perempuan yang mengidap HIV/AIDS adalah minoritas yang jarang terjangkau karena stigmatisasi. Sebagian besar dari mereka hanya menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga yang tidak dapat mengakses pelatihan pengembangan diri. Sementara untuk dapat memulai wirausaha atau mengembangkan usaha kecil secara online, perlu keterampilan fotografi dan media sosial. Kegiatan PKM ini dilaksanakan oleh lima dosen dibantu dua mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi. PKM berlangsung dalam tiga kali kunjungan, yaitu pemetaan kebutuhan perempuan ODHA, pelatihan utama, dan terakhir evaluasi dalam kurun September-November 2024. Kegiatan pelatihan dimulai dengan asesmen yang berlanjut ke sesi fotografi, kemudian videografi, dan ditutup dengan penggunaan media sosial yang memaksimalkan Artificial Intelligent (AI). Di tiap sesi pelatihan berisi paparan, simulasi peralatan yang digunakan dan penerapan teknologi. Pendampingan peserta dalam bentuk asistensi memastikan materi dapat diterima dan dipahami peserta. Kegiatan ini juga relevan dengan SDGs, yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, Kesetaraan Gender, dan Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Evaluasi hasil pelatihan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta di aspek multimedia dan media sosial dapat meningkatkan pemberdayaan mereka di sektor wirausaha.