Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

How To Manage Social Media Hoaxes Indiwan Seto Wahjuwibowo; Yoyoh Hereyah
Jurnal InterAct Vol 5, No 2 (2016): Jurnal InterAct
Publisher : Atma Jaya Indonesia Catholic University, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.706 KB) | DOI: 10.36388/ia.v5i2.756

Abstract

Social  media  in  Indonesia  is  very  popular  and  many  people  are  addicted  to  it. Information, both bad and good occur in social media, moreover the health sector. Facebook, Path and Twitter are filled with various information about lifestyle, technique to maintain health, nutrition and tips face malignancy and how to prevent it. In the offline world, communities are typically responsible for enforcing norms of privacy and general etiquette. In the online world, new etiquette challenges abound. To reap the benefits of socializing and making new friends, teens often disclose information about themselves that would typically be part of an acceptable “getting-to-know-you” process offline (name, school, personal interests, etc.). On social network sites, these stories are posted online sometimes in full public view. In some cases, this information is innocuous or fake. But in other cases, disclosure reaches a level that is troubling for parents and those concerned about the safety of online teens, and once children put this information online, they will never get it back. On Facebook and other social media app due its anonym, and immediately, everyone can easily convey information including in the field of health, and not just whether he was expert or not. Social media can be shared quickly, therefore information distribution to various parties seamless. The problem, not necessarily all information about health is valid and literally capable, danger when wrong health information was followed without have being reviewed.
Pelatihan Dan Pendampingan Pembuatan Video Menggunakan Kamera Handhone Bagi Anggota GP Ansor Kabupaten Tangerang Indiwan Seto Wahjuwibowo
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.284 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.669

Abstract

Sebagai sebuah organisasi yang cukup besar Gerakan Pemuda ( GP ) Ansor merupakan ormas yang banyak melakukan kegiatan. Dan kegiatan ini perlu dipublikasikan ke tengah masyarakat. Tetapi seringkali kendalanya adalah organisasi itu tidak memiliki kemampuan sekaligus sumber daya yang memadai yang bisa mempublikasikan seluruh kegiatan organisasi secara cepat dan professional. GP Ansor banyak kegiatan khususnya di wilayah Kabupaten Tangerang tapi miskin publikasi, Pubikasi kurang mengenai sasaran karena keterbatasan SDM yang mengetahui bagaimana melakukan publikasi yang efektif . Maka dari itu, kami dosen UMN beserta sejumlah mahasiswa memberi pelatihan dan pendampingan kepada peserta dari GP Ansor membbuat video praktis memanfaatkan aplikasi android Videoshow dan Canva yang mudah digunakan. Metode yang dilakukan adalah dengan mengajarkan langsung bagaimana mencari aplikasi android yag sesuai untuk kepentingan publikasi, kemudian mengajari bagaimana cara mengambil gambar dan video yang baik menggunakan handphone, kemudian mengajari peserta mengedit hasil karya mereka dengan memasukan ilustrasi, efek dan music yang sesuai agar karya mmereka menarik untuk dilihat orang banyak. Terakhir memberi pendampingan dan kiat mempublikasikan karya video mereka ke media social seperti facebook, Instagram dan Youtube. Hasil dari pendampingan ini para peserta bisa mengoperasikan kamera handphone mereka untuk merekam video dan melakukan editing dan bisa mempublikasikan karya mereka di Youtube atau Instagram mereka. Secara sederhana pelatihan ini bisa menambah pemahaman dan keterampilan peserta dalam mempublikasikan karya video mereka sendiri dan di kemudian hari bisa mempublikasikan kegiatan GP Ansor Kabuoaten Tangerang secara professional dan menarik di media massa dan media social.
Dukungan Dosen-Dosen Umn Untuk Kegiatan TNI Masuk Desa- Melatih Membatik Gaya Khas Tangerang YOHANES LANGGAR BILLY; MV Santi Hendrawati; Indiwan Seto Wahjuwibowo
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.33 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.679

Abstract

Kegiatan TNI Masuk desa, yang sekarang berubah nama menjadi TNI Manunggal Membangun Desa merupakan ajang kegiatan tahunan yang diselenggarakan di sejumlah wilayah yang memang membutuhkan sebagaimana dilakukan oleh jajaran Kodim 0510 Tigaraksa Kabupaten Tangerang, yang berlokasi di sejumlah desa dan sekolah di wilayah Kabuooaten Tangerang Banten. SMK Mutiara Bangsa, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang berkesempatan dikunjungi satuan tugas (Satgas) Non Fisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 105 Kronjo, Kodim 0510/Tigaraksa, Selasa (30/7).Selain mendapatkan penyampaian materi soal bela negara, bahaya penyalahgunaan narkoba, kesehatan reproduksi remaja dan tertib berlalu lintas, pelajar juga mendapatkan pelatihan membatik.Batik dipilih satgas disosialisasikan kepada kaum milenial, karena merupakan warisan budaya bangsa yang telah mendunia. Selain itu pelatihan membatik dilaksanakan juga di desa Bluk Buk Kronjo bagi warga desa dan sejumlah istri tentara di lingkungan Kodim 0510 Tigaraksa Kabupaten Tangerang. Pelatihan dilakukann oleh dosen-dosen UMN menggunnakan teknik praktik langsung. Metode yang dilakukan, pertama-tama mencari tahu dan mengidentifikasi masalah dan kebutuhan mitra dalam hal ini adalah yang merasa kesulitan dalam membuat produk khas daerahh yang bisa dijual, lalu memberi pelatihan dan pendampingan peserta dalam membuat batik dan emberi pelatihan dan pendampingan agar SDM Mitra bisa memasarkan hasil produk batik mereka ke media social Kesimpulan yang bisa diambil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yang dilakukan oleh Yohanes Langgar Billy, Indiwan seto dan MV Santi hendrawati dosen-dosen UMN adalah pada dasarnya warga binaan, termasuk di dalamnya generasi muda di kawasan Kemiri Kabuatan Tangerang sebenarnya memiliki minat serta antusias yang besar untuk membatik. Selain itu, corak khas daerah Tangerang sangat memungkinkan dimunculkannya motif batik yang khas. Yang kedua, teknik membatik menggunakan teknik canting memang membutuhkan praktik dan pembiasaan praktik yang lama sehingga disarankan agar proses pelatihan membatik ini terus ditingkatkan oleh peserta di rumah masing-masing, agar pemakaian canting dan teknik pewarnaan batik bisa dikuasai.
Pengelolaan Sampah Organik Dan Anorganik Di Desa Lengkong Kulon Kabupaten Tangerang Dyah Ayu Anggreini Tuasikal; Ahmad Syahril Muharom; Dwi Dharma Arta Kusuma; Indiwan Seto Wahjuwibowo; M.B Nugraha; Mohammad Shobri
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.515 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.698

Abstract

Jumlah area Desa Lengkong Kulon adalah 15331 km2. Desa Lengkong Kulon ini merupakan desa berkembang yang pada saat ini wisata yang akan dikembangkan pada desa ini adalah wisata religi, wisata kuliner, wisata air, dan dari segi ekonomi. Namun dari beberapa pengembangan tersebut, desa ini membutuhkan pengelolaan sampah. Sampah merupakan hal krusial bagi kehidupan dan kesehatan masyarakat. Di area yang luas tersebut terdiri dari beberapa RW yang memiliki kebijakan tersendiri untuk pengelolaan sampahnya. Ada yang melakukan pembakaran sampah, ada yang bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk pengangkutan sampah, dan ada pula yang membuang sampah pada lahan kosong. Dari segi kesehatan untuk proses pembakaran sampah dan membuang sampah sembarangan memiliki dampak buruk, karena dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan bagi masyarakat sekitar. Solusi yang ditawarkan dengan Program Kemitraan Masyarakat ini adalah dengan memberikan penyuluhan terkait pengolahan sampah, peminjaman mesin pencacah sampah organik dan anorganik, dan pengawasan dalam pemanfaatan mesin tersebut. Desa Lengkong Kulon memiliki bank sampah yang akan dikelola oleh pemuda-pemudinya. Bank Sampah ini adalah wadah bagi masyarakat untuk mengubah sampah yang mereka miliki menjadi uang. Dengan adanya mesin pengolah sampah, maka harga jual sampahnya akan lebih tinggi dibandingkan jika penjualan sampah sebelum diolah.
Sosialisasi Pemanfaatan Sampah Organik Menjadi Pupuk Cair Organik di Desa Binaan UMN Indiwan Seto Wahjuwibowo
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.173 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.1017

Abstract

Salah satu faktor pendukung aspek Smart Village adalah pengelolaan limbah masyarakat baik berupa sampah organik maupun anorganik. Pengelolaan sampah organik maupun anorganik merupakan suatu faktor pendukung utama. Apabila sampah ini tidak dikelola dengan baik, dapat mengakibatkan beberapa akibat yaitu: 1) Sampah bisa menyebabkan pencemaran udara karena terdapat gas-gas yang menimbulkan bau yang tidak sedap; 2) Penumpukan sampah mengakibatkan kondisi ketidaknyamanan kehidupan lingkungan sekitarnya; 3) minim oksigen terjadi karena selama proses perombakan sampah menjadi senyawa- senyawa yang diperlukan oksigen yang telah diambil dari udara sekitar tempat pembuangan sampah; 4) gas yang dihasilkan selama proses pembusukan sampah bisa membahayakan kesehatan karena bisa jadi sampah tersebut mengandung gas beracun; 5) menyebabkan terjadinya penularan penyakit melalui hewan, misalnya lalat atau serangga lain; 6) Tempat pembuangan sampah menjadi tempat yang kurang indah dipandang dan lingkungan tersebut tidak nyaman untuk ditempati. Itulah yang membuat sejumlah dosen di Universitas Multimedia Nusantara melakukan sosialisasi dan praktik mengubah sampah organic menjadi pupuk cair organic dengan teknik yang sederhana memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di desa. pemanfaatan pupuk organik untuk tanah sangat membantu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan permeabilitas tanah, dan mengurangi ketergantungan lahan pada pupuk anorganik. Selain itu, pupuk organik juga berperan sebagai sumber makanan bagi mikroorganisme tanah. Efek positifnya, dapat meningkatkan jumlah dan aktivitas mikroorganisme tanah sehingga tanah menjadi gembur dan mudah menyerap air
PELATIHAN DASAR MEMBATIK DAN TIE DYE KEPADA DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (LPKA) KELAS II JAKARTA Fenina Adline Twince Tobing; Indiwan Seto Wahjuwibowo; Eunike Endariahna Surbakti; Marlinda Vasty Overbeek
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1266

Abstract

Kegiatan pelatihan membatik adalah salah satu wujud gerakan kembali mencintai batik yang merupakan seni tradisional asli Indonesia dan perlu untuk dilestarikan agar tidak punah. Dalam perkembangan potensi ketrampilan khusus tentunya seni kerajinan diharapkan juga megikuti kreatifitas yang tujuannya hasil karya pelatihan tidak berkesan hanya karya kreatifitas biasa atau stagnan saja, tetapi perlu melakukan pengembangan ide-ide yang fress, inovatif dan trend yang karya pelatihan bisa menjadi karya fungsional. Dalam pelatohan membati ini harapannya dapat menghasilkan karya produk unggulan sampai purna jual yang digandrungi. Pelatihan membatik ini bertujuan untuk menambah keterampilan anggota Dharma Wanita, dan diharapkan dapat mengembangkan batik menjadi ikon produk kerajinan didaerah kita. Selain itu, melalui pelatihan ini nantinya juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi kalangan perempuan dan diharapkan dapat menularkan ilmu yang didapat oleh anggota DWP LPKA Kelas II Jakarta. Diharapkan dengan adanya pelatihan Membatik dan Tie Dye ini, anggota DWP punya jiwa wirausaha dan wiraswasta membuat Membatik dan Tie Dye . Ini juga menjadi bagian kita untuk melestarikan produk batik dan pengembangannya seperti Tie Dye beserta tekniknya. Tidak masalah jika seseorang tidak memiliki latar belakang kerajianan membatik, namun tetap mampu mengikuti dan membuat Membatik dan Tie Dye yang baik dan indah. Kata Kunci : Membatik, Tie Dye, Pelatihan
Strategi Pembuatan Kampanye Digital Public Relations Untuk Projek Pelatihan Manajemen Media Kehumasan Pemerintah 2021 Indiwan Seto Wahjuwibowo
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.004 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1422

Abstract

Kondisi Indonesia yang masih diwarnai oleh pandemic Covid 19 amat sangat mempengaruhi jalannya pelatihan-pelatihan pengabdian kepada masyarakat, khususnya di kalangan peserta Diklat Pranata Humas yang digelar oleh Kementerian Kominfo Republik Indonesia. Pelatihan yang dimulai di bulan februari 2021 ini tidak memungkinkan pelatihan tatap muka tetapi memanfaatkan aplikasi zoom yang dilakukan secara daring. Kondisi ini awalnya agak menyulitkan karena tidak ada tatap muka langsung antara pengajar dengan yang diajar, dan taka da tatap muka antara peserta dengan peserta pelatihan. Apalagi untuk pelatihan special seperti mata ajar Manajeman Media Kehumasan Pemerintah yang membutuhkan tugas praktik kelompok berupa pembuatan kampanye Publik Relations dengan kendala utama lokasi rumah atau kantor peserta berjauhan dan ada kendala signal internet yang berbeda-beda. Meski di tengah pandemic dan adanya keterbatasan itu, projek pembuatan kampanye digital Public relations bisa berjalan dengan baik karena menggunakan strategi yang bisa mendekatkan peserta walau mereka berjauhan, dan adanya aplikasi yang sangat memudahkan para peserta saat membuat karya mereka. Selain itu dari hasil evaluasi yang diberikan amat baik sehingga strategi kampanye digital ini bisa terus dilanjutkan, minimal saat pandemic yang tidak memungkinkan pelatihan tatap muka.
KOMUNITAS MEREK SEBAGAI AGEN PENGUATAN BRAND IMAGE (Studi Kasus Pada Xpander-Mitsubishi Owner Club Indonesia) Zulfikar, Muhammad Ermiel; Hereyah, Yoyoh; Simamora, Santa Lorita; Wahjuwibowo, Indiwan Seto
Jurnal Visi Komunikasi Vol 23, No 01 (2024): MEI 2024
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/visikom.v22i02.19279

Abstract

Komunitas merek bukan lagi sebagai sekumpulan orang ataupun kelompok sosial yang terbentuk atas dasar kedekatan atau minat yang sama terhadap suatu merek atau produk tertentu. Seiring dengan berkembangnya teknologi dan informasi, komunitas merek juga bisa memainkan peran sebagai agen penguatan brand image dari produk yang disukai dengan segala aktivitas yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana Xpander-Mitsubsihi Owner Club (X-MOC) Indonesia sebagai komunitas merek, berperan menjadi agen penguatan brand image dari Mitsubishi Xpander. Penelitian ini didasari oleh sejumlah teori mengenai motivasi pengguna Mitsubishi Xpander mengikuti komunitas merek, begitu juga dengan ragam kegiatan X-MOC Indonesia yang turut menguatkan brand image Mitsubishi Xpander. Metode penelitian yang digunakan berupa pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data dilakukan lewat wawancara, observasi dan studi dokumen. Paradigma penelitian yaitu paradigma konstruktivis dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus single case study. Sumber data dalam penelitian ini dibagi menjadi data primer dan sekunder, yang mana data primer dihasilkan lewat wawancara mendalam (In-depth interview) dengan informan, antara lain Ketua Umum, Pengurus dan member komunitas X-MOC Indonesia. Sementara data sekunder merupakan informasi yang berasal dari dalam maupun dari luar komunitas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa X-MOC Indonesia memiliki segala aspek bagi sebuah komunitas merek untuk menjadi agen penguatan brand image Mitsubishi Xpander. Anggota X-MOC juga bisa menjadi sebuah kekuatan dahsyat dan tidak terpisahkan dari merek kendaraan yang mereka digunakan, yakni Mitsubishi Xpander. Partisipasi komunitas merek dapat merangsang munculnya tindakan promosi mulut ke mulut (word of mouth), menciptakan brand image yang baik hingga mempertahankan konsumen dengan mencegah timbulnya niat untuk beralih ke merek lain (switching intention).
Demystifying the Hegemony of the English Language: Scrutiny of ‘Gak Bisa Bahasa Inggris!’ Advertisement within a Semiotics Lens Sugianto, Ahmad; Prasetyo, Ilham Agung; Aria, Dewi; Wahjuwibowo, Indiwan Seto
Elsya : Journal of English Language Studies Vol. 4 No. 2 (2022): Elsya : Journal of English Language Studies
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/elsya.v4i2.7582

Abstract

Due to its overarching status and power, the English language has dominated and influenced nearly in various means of communication, and one of which is instantiated in advertisements. However, studies concerning the hegemony of the English language represented in an advertisement were found to be under-explored. Thereby, the present study aimed to scrutinise the domination and power of the English language, particularly in Indonesia, represented in one of the advertisements, which is a remake video of a viral video from 2017 to date, entitled ‘Gak Bisa Bahasa Inggris!’ from a Youtube Channel named Pahamy. Semiotic analysis was employed to analyse the advertisement. The findings revealed only five out of eight types of syntagma found comprising descriptive syntagma, bracket syntagma, episodic syntagma, autonomous shot, and scene. The present study concluded that it seemed not possible to have the eight syntagmatic types in a very short advertisement video, and some signs found in the advertisement could be used to shed light on the hegemony of the English language in Indonesia, which might result in either positive or negative effect; hence, any thoughtful consideration and action through multilingual education was advocated to solve or at least mitigate this issue.
PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA ORGANIK MENJADI KOMPOS DAN ECO-ENZYME MULTIFUNGSI: MENUJU KAMPUNG IKLIM DESA BOJONG NANGKA RAMAH LINGKUNGAN Utoyo, Arsa Widitiarsa; Wuryanta, AG Eka Wenats Wenats; Wahjuwibowo, Indiwan Seto
Jurnal Abdi Masyarakat (JAM) Vol 11, No 1 (2025): JAM (Jurnal Abdi Masyarakat) - September 2025
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jam.v11i1.29886

Abstract

Artikel ini membahas pengelolaan sampah organik rumah tangga di Desa Bojong Nangka, secara khusus berfokus pada pengembangan kompos dan eko-enzim sebagai alternatif yang berkelanjutan. Tujuan dari proyek ini adalah untuk mengurangi jumlah sampah organik dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang tepat. Teknik yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pengawasan dalam pelaksanaan pengolahan sampah organik. Temuan menunjukkan bahwa konversi sampah organik menjadi kompos dan eko-enzim menghasilkan pengurangan sampah dan menghasilkan produk yang bernilai. Program ini juga mendukung upaya Kampung Iklim, yang berupaya untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan menyehatkan.