Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Masyarakat tentang Pencegahan, Deteksi Dini, dan Penanganan Awal Serangan Jantung melalui Edukasi Kesehatan di Desa Nupabomba, Kabupaten Donggala: Improving Public Knowledge about Prevention, Early Detection, and Initial Treatment of Heart Attacks through Health Education in Nupabomba Village, Donggala Regency Ismunandar; Supirno; Eko Kristanto; Fitria Masulili; Baiq Emy Nurmalisa; Alfrida Samuel Ra'bung; Helena Pangaribuan
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 7: Juli 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11872

Abstract

Serangan jantung merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat penyakit kardiovaskular di dunia. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko, gejala, deteksi dini, dan penanganan awal sering menyebabkan keterlambatan dalam memperoleh pertolongan medis sehingga meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan, deteksi dini, dan penanganan awal serangan jantung melalui edukasi kesehatan di Desa Nupabomba, Kabupaten Donggala. Kegiatan dilaksanakan pada 6 April 2026 dengan menggunakan metode penyuluhan interaktif, diskusi, demonstrasi penanganan awal saat terjadi serangan jantung, serta pembagian media edukasi berupa leaflet. Evaluasi dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah edukasi. Kegiatan diikuti oleh 29 orang masyarakat Desa Nupabomba. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai faktor risiko, tanda dan gejala, upaya pencegahan, serta penanganan awal serangan jantung. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pentingnya mengenali gejala serangan jantung secara dini dan segera mencari pertolongan medis guna mengurangi risiko komplikasi maupun kematian. Kegiatan edukasi kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan serta penanganan awal serangan jantung. Program edukasi serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan puskesmas untuk mendukung upaya pencegahan penyakit kardiovaskular di masyarakat.
Pelatihan Pertolongan Pertama pada Kasus Tersedak sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Masyarakat di Desa Nupabomba, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala: First Aid Training for Choking Cases as an Effort to Improve Community Knowledge and Skills in Nupabomba Village, Tanantovea District, Donggala Regency Supirno; Eko Kristanto; Alfrida Samuel Ra'bung; Fitria Masulili; Helena Pangaribuan; Baiq Emy Nurmalisa
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 7: Juli 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11873

Abstract

ersedak merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan yang dapat menyebabkan sumbatan jalan napas dan berpotensi mengakibatkan kematian apabila tidak segera ditangani dengan tepat. Rendahnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama pada kasus tersedak menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko komplikasi dan kematian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai penanganan tersedak melalui pelatihan pertolongan pertama menggunakan teknik Heimlich maneuver sesuai dengan pedoman kegawatdaruratan. Kegiatan dilaksanakan pada 21 Mei 2026 di Desa Nupabomba, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, dengan melibatkan 29 peserta yang terdiri atas masyarakat desa. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan menggunakan media presentasi, demonstrasi teknik penanganan tersedak, praktik langsung (simulasi), serta sesi diskusi dan tanya jawab. Evaluasi dilakukan melalui observasi kemampuan peserta selama praktik dan perbandingan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai tanda dan gejala tersedak, langkah-langkah pertolongan pertama, serta mampu mempraktikkan teknik Heimlich maneuver dengan lebih tepat setelah mengikuti pelatihan. Peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung dan menyatakan kesiapan untuk menerapkan keterampilan tersebut apabila menghadapi keadaan darurat di lingkungan sekitar. Pelatihan penanganan tersedak terbukti menjadi salah satu strategi pemberdayaan masyarakat yang efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kegawatdaruratan serta mendukung upaya pencegahan kematian akibat sumbatan jalan napas di tingkat komunitas.
Pemberdayaan Edukasi Aku Bangga Aku Tahu (ABAT) Tentang HIV-AIDS Pada Remaja: Empowerment of Education I'm Proud I Know (ABAT) About HIV-AIDS in Teenagers Helena Pangaribuan; Baiq Emy Nurmalisa; Nur Inang
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i4.9424

Abstract

Kejadian penularan HIV dan infeksi AIDS pada remaja semakin meningkat dan masih menjadi salah satu pusat perhatian dunia dalam masalah kesehatan. Remaja (adolescence) adalah fase masa transisi berada pada rentang usia 11-18 tahun, merupakan kelompok usia yang rentan terhadap penularan HIV/AIDS . Anak remaja dirasa perlu untuk diberikan edukasi tentang pencegahan HIV/AIDS karena mereka dianggap kelompok yang rentan akibat sikap dan perilaku mereka yang cenderung ke arah pencarian jati diri sehingga mudah terjerumus. Tujuan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan penyakit HIV/AIDS. Metode yang digunakan pre-test dilanjutkan ceramah dan tanya jawab menggunakan power point dan video tentang Aku Bangga Aku Tahu (ABAT) mengenai pencegahan HIV/AIDS, selanjutnya diakhiri dengan post-test. Tujuan kepada masyarakat ini Meningkatkan Pemahaman Remaja tentang HIV/AIDS melalui metode ABAT yang adaptif dan menarik, Mengurangi Stigma dengan pelibatan ODHA sebagai narasumber dalam edukasi, Mendorong Perilaku Sehat melalui pelatihan peer educator dan kampanye digital. Metode yang digunakan adalah Pendekatan Edukasi Digital (ABAT), Pelibatan Peer Educator, Kolaborasi dengan Puskesmas Wani, Kepala Sekolah dan kepala Desa Wombo Kalonggo. Hasil dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini responden yang memperoleh skor baik pada pre-test sebesar 79,16% meningkat menjadi 97,91% responden pada hasil skor post-test. Sehingga didapatkan simpulan terdapat peningkatan skor responden antara pre-test dan post-test dengan intervensi edukasi melalui metode ABAT tentang pencegahan HIV/AIDS.
Pelatihan Pertolongan Pertama Serangan Jantung/Basic Life Support (BLS) Di Desa Nupabomba Kecamatan Tanantovea Kabupaten Donggala, 06 April 2026: Heart Attack First Aid/Basic Life Support (BLS) Training in Nupabomba Village, Tanantovea District, Donggala Regency, April 6, 2026 Helena Pangaribuan; Andi Fatmawati Syamsu; Ismunandar; Fitria Masulili; Supirno; Baiq Emy Nurmalisa; Alfrida
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i4.10528

Abstract

Serangan jantung dan henti jantung mendadak merupakan kondisi kegawatdaruratan yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat untuk meningkatkan peluang keselamatan korban. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pertolongan pertama dan Basic Life Support (BLS) menjadi salah satu faktor yang dapat memperburuk kondisi korban sebelum mendapatkan bantuan medis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Nupabomba Kecamatan Tanantovea Kabupaten Donggala mengenai pertolongan pertama serangan jantung dan Basic Life Support (BLS). Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 06 April 2026 dengan metode penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung teknik resusitasi jantung paru (RJP), pemeriksaan respons korban, pemanggilan bantuan, serta kompresi dada yang benar. Peserta kegiatan terdiri dari masyarakat dan aparat desa yang mengikuti pelatihan secara aktif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai tanda dan gejala serangan jantung serta langkah-langkah pertolongan pertama sebelum korban dirujuk ke fasilitas kesehatan. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan teknik dasar BLS dengan baik setelah dilakukan simulasi. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan jantung di lingkungan sekitar.