p-Index From 2021 - 2026
0.702
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Model Perencanaan Pembelajaran PPKn Berbasis Literasi Gita Sekar Jelita Laeli; Sinfi Tania
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 7 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i7.25201

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), khususnya pada perencanaan pembelajaran yang belum mengintegrasikan aspek literasi. Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa sumber bacaan masih terbatas, metode pembelajaran cenderung monoton, serta kemampuan literasi peserta didik yang beragam belum terakomodasi dengan baik. Hal ini berdampak pada rendahnya pemahaman dan partisipasi aktif peserta didik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji model perencanaan pembelajaran berbasis literasi sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran PPKn. Metode yang digunakan berupa kajian literatur dengan mengumpulkan berbagai referensi dari jurnal ilmiah, buku, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil  kajian  menunjukkan  bahwa  perencanaan  pembelajaran  berbasis  literasi  mampu mendorong kemampuan berpikir kritis, meningkatkan minat belajar, serta membantu guru dalam menyesuaikan pembelajaran dengan karakteristik peserta didik. Dengan demikian, model ini dapat digunakan sebagai alternatif solusi dalam mengatasi permasalahan pembelajaran PPKn.
Persepsi Mahasiswa Terkait Bahasa Inggris dalam Aspek Kehidupan Sehari-hari Sinfi Tania
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 2 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i2.22560

Abstract

Bahasa Inggris sudah lama menjadi bagian penting dalam komunikasi akademik maupun dunia kerja. Meski begitu, tidak banyak penelitian yang benar-benar menggambarkan bagaimana mahasiswa memandang dan menggunakan bahasa ini dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini mencoba melihat lebih dekat bagaimana mahasiswa memahami kebutuhan, kenyamanan, dan tantangan saat berinteraksi dengan bahasa Inggris. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan dua mahasiswa Universitas Djuanda dari program studi yang berbeda. Pertanyaan yang diajukan mencakup cara mereka memaknai bahasa Inggris, pengalaman pribadi, dukungan lingkungan sekitar, hingga kendala yang mereka temui. Jawaban kemudian dianalisis untuk menemukan pola dan pandangan umum dari kedua responden. Hasilnya menunjukkan bahwa Bahasa Inggris dianggap sebagai keterampilan dasar yang wajib dimiliki, terutama untuk membaca jurnal, menyelesaikan tugas kuliah, serta mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Kedua mahasiswa juga mengaku sering menemui bahasa Inggris dalam aktivitas harian, mulai dari media sosial, video, hingga aplikasi kampus. Mahasiswa dari rumpun ilmu komputer bahkan menilai hampir semua kegiatannya—mulai dari coding sampai membaca dokumentasi, tidak bisa dilepaskan dari bahasa Inggris. Faktor lingkungan, pengalaman positif, dan kepercayaan diri sangat memengaruhi kemauan mereka untuk belajar. Namun, kebiasaan menggunakan bahasa daerah dan rasa tidak percaya diri saat berbicara masih menjadi hambatan. Penelitian ini menyadari keterbatasan jumlah responden, sehingga temuan belum dapat digeneralisasi. Meski begitu, hasilnya memberi gambaran bahwa mahasiswa membutuhkan latihan yang berkelanjutan agar semakin terbiasa memakai bahasa Inggris dalam aktivitas sehari-hari.
Sejarah Perkembangan Psikologi Pendidikan Sinfi Tania; Gita Sekar Jelita Laeli; Anne Effane
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 5 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i5.23949

Abstract

Pendidikan di zaman globalisasi bukan hanya berperan sebagai medium perpindahan pengetahuan, melainkan juga sebagai proses pengembangan potensi, karakter, dan dimensi psikologis peserta didik. Meskipun psikologi pendidikan telah berkembang pesat dan memberikan sumbangsih pada praktik pembelajaran, kajian yang secara menyeluruh membahas evolusi konsep dan kontribusinya dalam konteks pendidikan modern masih sangat terbatas. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi perkembangan psikologi pendidikan serta dampaknya terhadap praktik pengajaran dari waktu ke waktu. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dengan mengumpulkan data dari buku, artikel ilmiah, dan publikasi yang relevan yang diolah secara deskriptif-analitis. Temuan kajian menunjukkan bahwa psikologi pendidikan telah berevolusi dari pemikiran filosofis klasik hingga pendekatan ilmiah modern yang mencakup behaviorisme, kognitivisme, konstruktivisme, humanistik, dan neurosains. Setiap tahap memberikan kontribusi signifikan dalam memahami proses pembelajaran, variasi individu, motivasi, serta peran lingkungan dan teknologi dalam pendidikan. Namun, penelitian ini terkurung oleh keterbatasan karena hanya mengandalkan sumber pustaka tanpa data empiris lapangan. Secara keseluruhan, psikologi pendidikan menjadi dasar yang esensial dalam merancang pembelajaran yang efektif, humanis, dan inklusif, serta relevan dengan tantangan pendidikan di abad ke-21.
Pengaruh Model RADEC pada Keaktifan dan Pemahaman Konsep Siswa dalam Pembelajaran IPAS SD Sinfi Tania; Gita Sekar Jelita Laeli
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 9 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i9.25623

Abstract

Perkembangan era milenial, yang ditandai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, menuntut dunia pendidikan untuk terus berinovasi untuk menyediakan metode pembelajaran yang aktif, berpusat pada siswa, dan efektif. Namun, masalah seperti tingkat keaktifan siswa yang rendah dan kesulitan untuk memahami konsep yang abstrak masih menjadi masalah dalam pembelajaran di sekolah dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh model RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, and Create) terhadap keaktifan dan pemahaman konsep siswa dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar. Untuk mencapai tujuan ini, berbagai artikel ilmiah dari tahun 2016–2025 yang diperoleh melalui Google Scholar dan Garuda Kemdikbud dianalisis menggunakan teknik studi literatur deskriptif kualitatif. Proses identifikasi, klasifikasi, dan analisis data dilakukan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model RADEC dapat meningkatkan keaktifan siswa dan meningkatkan pemahaman konsep siswa melalui tahapan pembelajaran yang sistematis. Namun demikian, ada beberapa tantangan yang menghalangi pelaksanaan model ini. Beberapa di antaranya adalah keterbatasan waktu pembelajaran dan ketidakmampuan guru untuk mengelola kelas aktif. Oleh karena itu, model RADEC dapat berfungsi sebagai alternatif kreatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS di sekolah dasar.