Latar belakang: Setiap penyakit ada obatnya, tapi ada kalanya penggunaan obat yang tidak tepat justru menyebabkan bakteri penyakit tersebut menjadi kebal terhadap antibiotik sehingga menjadi sulit untuk diobati. Antibiotik merupakan obat untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Pemberian antibiotik pada penderita penyakit infeksi bertujuan untuk menghambat pertumbuhan atau membunuh mikroorganisme, terutama bakteri penyebab penyakit. Penggunaan antibiotik akan memberikan keberhasilan terapi jika digunakan secara rasional. Tujuan: untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap serta pengaruh edukasi terhadap pengetahuan dan sikap penggunaan antibiotik pada siswa SMAN di Kota Medan Sumatera Utara. Metode: menggunakan desain Quasi-experimental dengan jenis rangcangan one grup pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah 6 SMAN di Kota Medan Sumatera Utara dengan sampel sebanyak 460 siswa. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner pretest dan kuesioner posttest. Data diolah dan dianalisa mulai dari analisis univariat dan analisis paired T-Test menggunakan aplikasi komputer SPSS versi IBM SPSS Statistics 18.0 Hasil: Berdasarkan analisis data diperoleh adanya pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan dan sikap penggunaan antibiotik dengan hasil analisa data diperoleh nilai signifikan (2-tailed) yaitu 0,000 (p<0,05). Kesimpulanhipotesis alternatif/hipotesis kerja (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak. Berdasarkan hasil data yang diperoleh terdapat adanya pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan dan sikap penggunaan antibiotik pada siswa SMAN di Kota Medan Sumatera Utara.