Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENETAPAN KADAR FLAVONOID DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BUAH SIAK-SIAK (Dianella ensifolia (L.) Rodouté) Fitri Cindy Fricilia; Anggitha Ningtias; Ainil Fithri Pulungan; Rafita Yuniarti
Jurnal Farmanesia Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v13i1.6223

Abstract

Latar belakang: Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman hayati yang tinggi, termasuk berbagai tanaman obat yang berpotensi dikembangkan sebagai agen antibakteri. Salah satu tanaman tersebut adalah buah siak-siak (Dianella ensifolia (L.) Rodouté) yang secara empiris digunakan dalam pengobatan tradisional untuk berbagai penyakit infeksi Tujuan: untuk mengetahui kandungan flavonoid total serta mengevaluasi aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol, fraksi n-heksan, dan fraksi etil asetat buah siak-siak terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Metode: metode spektrofotometri UV-Vis untuk penetapan kadar flavonoid dengan kuersetin sebagai standar pembanding. Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, diikuti fraksinasi dengan pelarut n-heksan dan etil asetat. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram menggunakan media Mueller Hinton Agar (MHA) terhadap bakteri uji S. aureus (Gram positif) dan E. coli (Gram negatif), dengan konsentrasi sampel masing-masing 10%, 15%, dan 20%. Hasil: bahwa fraksi etil asetat memiliki kadar flavonoid tertinggi sebesar 44,6305  ± 0,168457mgQE/g diikuti oleh ekstrak etanol sebesar 33,21952± 0,30469 mgQE/g, dan fraksi n-heksan sebesar 18,85979  ± 0,35660 mgQE/g. Fraksi etil asetat menunjukkan daya hambat paling kuat terhadap S. aureus (13,2 mm) dan E. coli (12,6 mm) pada konsentrasi 20%, mengindikasikan aktivitas antibakteri yang signifikan. Kesimpulan: bahwa buah siak-siak mengandung senyawa flavonoid dalam jumlah yang tinggi dan memiliki potensi sebagai agen antibakteri alami, terutama pada fraksi etil asetat.   
PENGARUH EDUKASI TERHADAP SIKAP PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA SISWA SMAN DI KOTA MEDAN SUMATERA UTARA Wanda Elvia Putri; Rafita Yuniarti; Minda Sari Lubis; Zulmai Rani
Jurnal Farmanesia Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v13i2.6227

Abstract

Latar belakang: Setiap penyakit ada obatnya, tapi ada kalanya penggunaan obat yang tidak tepat justru menyebabkan bakteri penyakit tersebut menjadi kebal terhadap antibiotik sehingga menjadi sulit untuk diobati. Antibiotik merupakan obat untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Pemberian antibiotik pada penderita penyakit infeksi bertujuan untuk menghambat pertumbuhan atau membunuh mikroorganisme, terutama bakteri penyebab penyakit. Penggunaan antibiotik akan memberikan keberhasilan terapi jika digunakan secara rasional. Tujuan: untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap serta pengaruh edukasi terhadap pengetahuan dan sikap penggunaan antibiotik pada siswa SMAN di Kota Medan Sumatera Utara. Metode: menggunakan desain Quasi-experimental dengan jenis rangcangan one grup pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah 6 SMAN di Kota Medan Sumatera Utara dengan sampel sebanyak 460 siswa. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner pretest dan kuesioner posttest. Data diolah dan dianalisa mulai dari analisis univariat dan analisis paired T-Test menggunakan aplikasi komputer SPSS versi IBM SPSS Statistics 18.0 Hasil: Berdasarkan analisis data diperoleh adanya pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan dan sikap penggunaan antibiotik dengan hasil analisa data diperoleh nilai signifikan (2-tailed) yaitu 0,000 (p<0,05). Kesimpulanhipotesis alternatif/hipotesis kerja (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak. Berdasarkan hasil data yang diperoleh terdapat adanya pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan dan sikap penggunaan antibiotik pada siswa SMAN di Kota Medan Sumatera Utara.         
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SERBUK INSTAN SARI DAUN BAYAM MERAH (AMARANTHUS TRICOLOR L.) Farissa Farissa; Rafita Yuniarti; Gabena Indrayani Dalimunthe; Zulmai Rani
Jurnal Farmanesia Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v13i1.6540

Abstract

Latar belakang: Bayam merah (Amaranthus tricolor L.) adalah tanaman yang telah dimanfaatkan sebagai bahan makanan dalam bentuk sayuran serta sebagai sumber zat antioksidan alami. Tanaman ini kaya akan zat antioksidan, di antaranya senyawa antosianin, flavonoid, betalain, polifenol, dan karotenid. Tujuan: untuk mengembangkan dan mengevaluasi aktivitas antioksidan serta kualitas fisik dari sediaan serbuk instan yang dihasilkan dari ekstrak daun bayam merah (Amaranthus tricolor L.). Metode: bersifat eksperimental ini dilaksanakan di laboratorium dengan menggunakan tiga konsentrasi formula, yaitu 5%, 7%, dan 9%. Hasil: menyatakan bahwa ekstrak daun bayam merah dapat diolah menjadi serbuk instan dengan aktivitas antioksidan yang tampak signifikan. Nilai IC50 untuk formulasi 1 tercatat sebesar 120,927µg/ml, yang termasuk dalam kategori antioksidan sedang. Sementara itu, formulasi 2 menunjukkan kategori Kuat dengan nilai IC50 sebesar 52,75µg/ml, dan formulasi 3 memiliki kategori kuat dengan nilai IC50 sebesar 71,3724µg/ml. Dalam pengukuran vitamin C sebagai pembanding, aktivitas antioksidannya mencapai 4,842 µg/ml, yang tergolong sangat kuat. Sediaan serbuk instan telah memenuhi standar evaluasi mutu fisik sesuai dengan SNI 01-4320-1996, mencakup pengujian kadar air, kadar abu, waktu alir, sudut repost, waktu larut, dan pengujian kesukaan. Kesimpulan: bahwa sediaan serbuk instan dari ekstrak daun bayam merah memiliki potensi sebagai sumber antioksidan alami yang bermanfaat untuk kesehatan.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN TABLET HISAP BUNGA LAWANG (Illicium verum Hook.f.) SEBAGAI ANTIBAKTERI PADA RONGGA MULUT Fradilla Dama Yanti; Minda Sari Lubis; Rafita Yuniarti; Zulmai Rani
FARMASAINKES JURNAL FARMASI SAINS dan KESEHATAN Vol. 5 No. 2 (2026): FARMASAINKES JURNAL FARMASI SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i2.6365

Abstract

Karies gigi adalah salah satu isu kesehatan yang berkaitan dengan gigi dan mulut, yang diakibatkan oleh infeksi bakteri, khususnya Streptococcus mutans. Bunga lawang (Illicium verum Hook. f.) dikenal memiliki senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang dapat berfungsi sebagai antibakteri alami. Penggunaan tanaman herbal ini dalam bentuk tablet hisap diharapkan dapat menjadi pilihan terapi alternatif untuk mempertahankan kebersihan serta kesehatan rongga mulut. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan dan mengevaluasi tablet hisap dari simplisia bunga lawang dan menguji efek antibakterinya terhadap Streptococcus mutans. Penelitian ini dilakukan dengan cara membuat simplisia bunga lawang, diikuti dengan pengujian karakterisasi fisik dan fitokimia. Formula yang menggunakan bahan tambahan untuk penghancur dicampurkan secara proporsional yaitu 10%:10% melalui metode granulasi basah. Evaluasi dilakukan terhadap karakter fisik granul (sudut diam, laju alir, indeks tap) dan tablet (keseragaman bobot, kekerasan, waktu hancur, kerapuhan), serta pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram terhadap Streptococcus mutans. Temuan penelitian menunjukkan bahwa formula tablet hisap memenuhi standar fisik yang ditentukan oleh Farmakope Indonesia, kecuali untuk kekerasan tablet yang sedikit di bawah batas minimal. Pengujian aktivitas antibakteri mengindikasikan bahwa simplisia bunga lawang mampu menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans dan menunjukkan efek antibakteri yang baik.