p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Lateralisasi
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RAGAM MAKNA SEMANTIK PADA LIRIK LAGU KASIH ABA-ABA KARYA NAYKILLA Ananda Ayu Wahdini; Desyarini Puspita Dewi
Lateralisasi Vol. 14 No. 1 (2026): JULI 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v14i1.10931

Abstract

Jenis ragam makna dapat ditemukan dan dianalisis disebuah karya sastra. Salah satu jenis karya sastra adalah lirik lagu. Seiring perkembangan zaman, pemilihan kata dalam lirik lagu memiliki perbedaan makna, dari lirik lagu yang mengandung makna kiasan hingga lirik lagu dengan pilihan kata dengan makna langsung, hal ini berpengaruh terhadap pendalaman makna lagunya. Untuk itu penelitian ini akan menganalisis lirik lagu zaman sekarang yang sempat viral yaitu lirik lagu “Kasih Aba-Aba” karya Naykilla didominasi makna sebenarnya atau makna kiasan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan metode simak dan catat. Hasil dari penelitian menunjukkan dari 12 jenis ragam makna teori Abdul Chaer, ragam makna semantik dalam lagu “Kasih Aba-Aba” terdapat 11 ragam makna. Hanya satu jenis ragam makna yang tidak terdapat dalam lirik lagu ini yaitu makna peribahasa. Hasil temuan didominasi oleh makan referensial, makna istilah, dan makna asosiatif. Jumlah keseluruhan data adalah 37 data dengan 23 janis data menunjukkan makna sebenarnya dan 14 data yang menunjukkan makna kiasan, sehingga dapat disimpulkan bahwa lirik lagu “Kasih Aba-Aba” didominasi oleh jenis ragam makna yang menunjukkan makna sebenarnya. Kata kunci : Semantik, ragam makna, lirik lagu.
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM PIDATO PERDANA PREIDEN RI KE-8 PRABOWO SUBIANTO TAHUN 2024 Ida Sufrotushofi; Ananda Ayu Wahdini; Fahrudin Eko Hardianto; Etika Widi Utami
Lateralisasi Vol. 13 No. 1 (2025): LATERALISASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v13i1.8160

Abstract

Kesantunan berbahasa dalam Pidato perdana presiden Republik Indonesia Ke-8 yaitu Bapak Prabowo Subianto. Berdasarkan konteksnya, teori kesantunan berbahasa yang dikemukakan oleh Geoffrey Neil Leech menjadi alat analisis yang relevan untuk memahami prinsip kesantunan. Teori Leech membagi kesantunan ke dalam enam maksim utama: kebijaksanaan, kedermawanan, penghargaan, kesepakatan, simpati, dan manfaat. Tujuan artikel penelitian ini adalah menganalisis kesantunan berbahasa dalam Pidato perdana presiden RI Ke-8 Prabowo Subianto tahun 2024 menggunakan teori kesantunan berbahasa Geoffrey Neil Leech. Data dalam artikel penelitian ini diperoleh dari transkrip debat resmi yang disiarkan oleh media online (YouTube). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Teknik analisis data meliputi langkah-langkah berikut (1) Pengumpulan Data: Merekam dan menyalin seluruh isi perdebatan; (2) Data Identifikasi: Menandai ujaran-ujaran yang mengandung pelanggaran prinsip kesantunan; (3) Klasifikasi Data: Mengelompokkan data berdasarkan jenis pelanggaran maksim menurut teori Leech; (4) Analisis Data: Menganalisis konteks dan dampak pelanggaran terhadap komunikasi dalam perdebatan. Berdasarkan hasil dan pembahasa terdapat kesan berbahasa berupa: 4 maksim kebijaksanaan, 2 maksim kemudahan, 3 maksim penghargaan, 2 maksim simpati, 3 maksim dermawan, 1 maksim kemufakatan.