Yunaidi Yunaidi
Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi Respon Vokal Gadih Basanai dalam Komposisi Musik Basauikan Berbasis Tradisi Ronggeang Pasaman Yunaidi Yunaidi; Arnailis Arnailis; Asep Saepul Haris
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 28, No 1 (2026): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPM Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ekspresi.v28i1.31116

Abstract

This article discusses the transformation of vocal response in the song Gadih Basanai from the Ronggeang performing art of Pasaman into a new musical composition entitled Basauikan. Ronggeang is a traditional performing art of Pasaman, West Sumatra, which combines music, dance, singing, pantun, and interaction between performers and audiences. One of the distinctive musical features of Gadih Basanai is the vocal response at the end of the lyrical phrase, collectively performed by musicians and audiences. This musical phenomenon became the main creative basis for the composition of Basauikan. This artistic creation applied a tradition-based practice method through observation, interviews, discussion, musical exploration, studio work, and performance realization. The result shows that vocal response can be transformed not only as a vocal element but also as a compositional principle through call and response, unisono, tempo changes, melodic fragmentation, repetition, modulation, accentuation, and timbral development involving violin, gandang, Minangkabau zither, metal talempong, accordion, bass guitar, and vocals. Basauikan demonstrates that tradition can serve as a source of new musical creation while maintaining its local musical identity. This article emphasizes the importance of tradition-based musical creation as a strategy for preserving, developing, and renewing regional performing arts. 
Penataan Artistik Bahondoh dalam Rangkaian Kegiatan Festival Danau Maninjau III Tahun 2024 Nagari Paninjauan Propinsi Sumatera Barat Yunaidi Yunaidi; Meria Eliza; Hamzah Hamzah; Arnailis Arnailis; Muhamad Zulfahmi
Batoboh Vol 10, No 2 (2025): BATOBOH: JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bt.v10i2.6049

Abstract

Festival Danau Maninjau FestDaM 2024 diseputaran Danau Maninjau, tepatnya di Nagari Maninjau kecamatan Tanjuang Raya kabupaten Agam dilakukan Rangkaian kegiatan pergelaran seni dan budaya. Pertunjukan bahondoh sebagai cerminan kebersamaan masyarakat pertanian dalam menggarap sawah. Dalam kegiatan bahondoh tersebut disuguhkan berupa ungkapan pantun dari peserta bahondoh. Pantun-pantun yang diungkapkan sembari mengayunkan cangkul membalikkan kulit bumi dan lazimnya disambut dengan kuai atau disebut sorak sorai secara spontan. Bahondoh merupakan bentuk pamenan anak nagari  sebagai wadah dan ruang sosialisasi, silahturrahmi dan ruang alternatif  dalam mengekspresikan diri. Melalui pengabdian ini dilakukan penerapan elemen artistik untuk mendukung dan memghidupkan suasana panggung pertunjukan Metode pelaksanaan bertolak pada revitalisasi,  langkah yang melakukan yaitu: (1). Pemahaman untuk melakukan kesadaran, (2). Perancanaan secara kolektif, (3). Pembangkitan kreatifitas. Melalui bahondoh dan rangkaian kegiatan festival kahadiran dan penataan artistic yakni; artistic penggung, properti, tata cahara, tata rias dan musik membuat pertunjukan menjadi spektakuler dan membangun suasana pertunjukan.