Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Ekstrakurikuler Karawitan: Media Pembelajaran dan Pelestarian Budaya di SMA 1 Padang Panjang Firdaus, Firdaus; Firman, Firman; Admiral, Admiral; Arnailis, Arnailis; Elizar, Elizar
Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 25, No 2 (2024): Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aksara/v25i2.pp717-725

Abstract

The aim of this study is to explore efforts to preserve the art of karawitan through extracurricular programs at SMA 1 Padang Panjang, with a specific focus on the use of the traditional musical instrument Pupuik Batang Padi. Karawitan, which includes traditional music and other traditional instruments, holds significant philosophical, aesthetic, and spiritual values within Indonesian culture. However, the influence of globalization and popular culture poses a threat to the existence of this art form among younger generations. This research adopts a descriptive qualitative approach, utilizing techniques such as observation, in-depth interviews, and documentation of extracurricular activities. The results indicate that teaching karawitan through the making and playing of Pupuik Batang Padi not only enhances students' technical skills but also fosters a sense of pride and responsibility towards their cultural heritage. The program has proven effective in strengthening students' cultural identity, instilling values of mutual cooperation, discipline, and respect for nature. Moreover, the program contributes to the preservation of Minangkabau traditional arts, with students actively bringing their skills into the public sphere by participating in local cultural events. These findings underscore the importance of integrating traditional arts into education as a medium for cultural preservation and character development in the face of globalization challenges.Keywords: Extracurricular, Karawitan, Cultural Preservation, Pupuik Batang Padi
‘Maindang Tigo Batikai’ Dari Kesenian Dabuih Nagari Lumpo Kecamatan IV Jurai Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat Yunaidi, Yunaidi; Arnailis, Arnailis
Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol 8, No 1 (2024): Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bcdk.v8i1.4955

Abstract

Kesenian dabuih yang berkembang di Nagari Lumpo, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, sering ditampilkan dalam acara adat. Dalam pertunjukannya, terdapat ansambel pembuka bernama Maindang Rabano yang berfungsi sebagai pengantar sebelum seni dabuih dipentaskan. Keunikan Maindang Rabano terletak pada ritme dan pola vokalnya, yang menjadi inspirasi untuk mengembangkan komposisi musik baru. Studi ini bertujuan untuk menciptakan komposisi musik berbasis seni dabuih, khususnya dari permainan Maindang Rabano, dengan pendekatan tradisional dan berbagai teknik kreatif. Data diperoleh melalui observasi lapangan, diskusi, sintesis, hingga tahap realisasi, serta melalui dokumentasi seperti rekaman audio, buku penelitian terdahulu, dan arsip budaya setempat. Maindang Rabano dimainkan secara berkelompok dan termasuk jenis musik perkusi ritmis, karena seluruh alat musiknya dipukul. Instrumen utama adalah gandang rabana yang dimainkan oleh 10-12 orang, dengan teknik campuran serta pola call and response (tanya jawab). Hasilnya, komposisi ini mencerminkan karakteristik unik dari Maindang Rabano dalam konteks musik baru yang mempertahankan unsur tradisional. Proses ini diharapkan dapat melestarikan dan mengenalkan seni dabuih ke generasi mendatang dengan format yang relevan dan mudah diapresiasi.
Pelatihan Seni Tradisional Minangkabau: Mengasah Kreativitas Siswa SDN 19 Batipuh Baruah melalui Tari dan Musik Arnailis, Arnailis; Syafniati, Syafniati; Nurmalena, Nurmalena
Batoboh Vol 10, No 1 (2025): BATOBOH: JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bt.v10i1.5480

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan pelatihan Tari Piriang dan Tari Galombang beserta musik pengiringnya kepada siswa/i SDN 19 Batipuh Baruah, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar. Lewat pelatihan ini, kami ingin mengajak anak-anak mengenal dan mencintai seni tradisi Minangkabau sejak dini, sekaligus mendorong tumbuhnya kreativitas dan bakat seni mereka di lingkungan sekolah dasar. Pelatihan dilakukan dengan pendekatan yang ramah dan menyenangkan melalui metode ceramah, demonstrasi, serta latihan berulang (drill), yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing peserta. Sebanyak 44 siswa terlibat aktif dalam pelatihan ini, mulai dari penari, pemain musik, pembawa carano, hingga pembaca pasambahan. Proses pelatihan dilakukan secara bertahap dan terencana, hingga akhirnya seluruh siswa berhasil tampil dengan apik dalam acara penyambutan tamu dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Datar. Hasilnya sungguh membanggakan—anak-anak mampu menari dan memainkan musik dengan penuh semangat dan kekompakan. Lebih dari sekadar penampilan, pelatihan ini juga membentuk karakter siswa, melatih disiplin, serta memperkuat kerja sama antar teman. Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi langkah awal dalam pembinaan seni di sekolah dasar dan menjalin sinergi yang berkelanjutan antara sekolah dan komunitas seni budaya.
Transformasi Permainan Kim Dari Arena Perjudian Ke Upacara Perkawinan Arnailis, Arnailis; Elina, Misda; Yurnalis, Yurnalis
PANGGUNG Vol 29 No 3 (2019): Transformasi Bentuk dan Nilai dalam Seni Budaya Tradisi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v29i3.1010

Abstract

ABSTRACTThis research aims at describing the changes of Kim performance in the context of wedding ceremony in Solok city, Sumatera Barat province. Kim was initially used as one of musical performances in gamble, yet it has changed now to be entertainment at a wedding ceremony. This research uses analysis descriptive method by examining the Kim performance, textually and contextually. To see the changes of Kim performance, this research employs metamorphose theory. Research results show that changes in the Kim performances caused by the changes in people’s perspective about a gamble and music in the performance. Therefore, Kim has been transformed from performance in a gamble to be entertainment at the wedding ceremony among Solok community, in West Sumatra province. . Keywords: Kim performance, marriage ceremony, art metamorphose and entertainment ABSTRAK Penelitian ini bertujuan  untuk mendeskripsikan perubahan bentuk permainan Kim dalam masyarakat   Kota Solok Propinsi Sumatera Barat.  Kim merupakan salah bentuk pertunjukan musik yang dijadikan sebagai sarana perjudian.  Namun, dewasa ini pertunjukan Kim telah menjadi sarana hiburan  dalam konteks upacara perkawinan.  Penelitian ini dilaksanakan dengan  metode deskriptif  analisis yang menggunakan teori metamorfosa.  Hasil  penelitian menunjukkan bahwa perubahan permainan Kim terjadi karena adanya pengaruh pandangan masyarakat terhadap konteks judi dan musik yang ada dalam  pertunjukan  Kim.  Oleh karena itu, pada saat ini pertunjukan Kim bukan lagi menjadi sarana perjudian, namun telah berubah menjadi  sarana hiburan yang ditampilkan dalam  upacara perkawinan pada masyarakat kota Solok, Propinsi Sumatra Barat. Kata Kunci: permainan Kim, upacara  perkawinan,  dan metamorfosa seni pertunjukan, seni hiburan
Penataan Artistik Bahondoh dalam Rangkaian Kegiatan Festival Danau Maninjau III Tahun 2024 Nagari Paninjauan Propinsi Sumatera Barat Yunaidi, Yunaidi; Eliza, Meria; Hamzah, Hamzah; Arnailis, Arnailis; Zulfahmi, Muhamad
Batoboh Vol 10, No 2 (2025): BATOBOH: JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bt.v10i2.6049

Abstract

Festival Danau Maninjau FestDaM 2024 diseputaran Danau Maninjau, tepatnya di Nagari Maninjau kecamatan Tanjuang Raya kabupaten Agam dilakukan Rangkaian kegiatan pergelaran seni dan budaya. Pertunjukan bahondoh sebagai cerminan kebersamaan masyarakat pertanian dalam menggarap sawah. Dalam kegiatan bahondoh tersebut disuguhkan berupa ungkapan pantun dari peserta bahondoh. Pantun-pantun yang diungkapkan sembari mengayunkan cangkul membalikkan kulit bumi dan lazimnya disambut dengan kuai atau disebut sorak sorai secara spontan. Bahondoh merupakan bentuk pamenan anak nagari  sebagai wadah dan ruang sosialisasi, silahturrahmi dan ruang alternatif  dalam mengekspresikan diri. Melalui pengabdian ini dilakukan penerapan elemen artistik untuk mendukung dan memghidupkan suasana panggung pertunjukan Metode pelaksanaan bertolak pada revitalisasi,  langkah yang melakukan yaitu: (1). Pemahaman untuk melakukan kesadaran, (2). Perancanaan secara kolektif, (3). Pembangkitan kreatifitas. Melalui bahondoh dan rangkaian kegiatan festival kahadiran dan penataan artistic yakni; artistic penggung, properti, tata cahara, tata rias dan musik membuat pertunjukan menjadi spektakuler dan membangun suasana pertunjukan.
Eksplorasi Praktis Pembelajaran Musik di Android dengan Aplikasi Flowkey Elizar, Elizar; Admiral, Admiral; Arnailis, Arnailis; Rafiloza, Rafiloza; Syafniati, Syafniati
The Indonesian Journal of Computer Science Vol. 13 No. 2 (2024): The Indonesian Journal of Computer Science
Publisher : AI Society & STMIK Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33022/ijcs.v13i2.3774

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi peran aplikasi pembelajaran musik Flowkey dalam era digital pasca-pandemi Covid-19 di Indonesia. Flowkey menawarkan interaktivitas visual, fleksibilitas waktu dan tempat, serta adaptasi tingkat kesulitan, memastikan pengalaman belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan individu. Metode penelitian menggunakan pendekatan "Library Research" dengan sumber referensi dari jurnal-jurnal terverifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Flowkey tidak hanya alat pembelajaran musik, tetapi juga pengalaman eksplorasi musik yang menyenangkan dan mendidik. Keunggulan aplikasi ini menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung pengembangan keterampilan musik individu. Artikel ini menyimpulkan bahwa Flowkey dapat menjadi solusi inovatif dalam membentuk masa depan pembelajaran musik yang holistik di era digital, dengan potensi untuk terus mengembangkan fitur-fitur inovatif dan mendukung perkembangan keterampilan musik secara menyeluruh.
Revolusi Pendidikan Seni: Seni Pertunjukan Tari dan Musik dalam Era Teknologi Nurmalena, Nurmalena; Ernawita, Ernawita; Arnailis, Arnailis; Elizar, Elizar
Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Vokasional Vol 5, No 2 (2023): Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Vokasional
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jptiv.v5i2.29127

Abstract

Art has been an integral component of human culture for centuries, allowing individuals to express themselves creatively through various art forms, such as dance and music. However, with the advancement of technology, art education has undergone a significant revolution. This article discusses the impact of this revolution in art education, particularly in the context of performing arts such as dance and music, and how technology has changed the way art is taught, learned, and applied. This research utilizes a descriptive qualitative approach to depict the impact of technology in art education. Data was obtained through a literature review, using sources such as journals, books, and articles from platforms like Google Scholar and Crossref. The research findings indicate that the Art Education Revolution represents a significant shift in how the performing arts of dance and music are taught, learned, and applied in the age of technology. Thoughtful integration of technology in art education allows learners to harness both traditional and technological aspects for a balanced and relevant learning experience in the modern world. Technology serves as a crucial tool in achieving these goals and supports the holistic development of learners in art education.Keywords: Art Education Revolution, Music Art, Dance Art, Technology