Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Hubungan Moral Integrity dengan Academic Dishonesty pada Siswa Kelas VII & VIII MTsN 4 Kota Padang Aisah, Siti; Okfrima, Ria; Anggawira, Andhika
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 2 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i2.811

Abstract

Penelitian ini dilakukan di MTsN 4 Kota Padang Tahun Ajaran 2023/2024. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah moral integrity, sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah academic dishonesty. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala moral integrity dan skala academic dishonesty. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah accidental sampling merupakan pengambilan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bisa dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data. Sampel dalam penelitian ini adalah 191 orang siswa kelas VII & VIII MTsN 4 Kota Padang Tahun Ajaran 2023/2024. Uji validitas menggunakan Corrected Item-Total Correlation dan uji reliabilitas menggunakan teknik Alpha Cronbach. Hasil uji coba menunjukkan koefisien validitas pada moral integrity bergerak dari 0,354 sampai dengan 0,801. Sedangkan koefisien reliabilitas diperoleh sebesar 0,903. Dan koefisien validitas pada academic dishonesty bergerak dari 0,375 sampai dengan 0,862 sedangkan koefisien reliabilitas diperoleh sebesar 0,953. Berdasarkan analisis data, diperoleh korelasi sebesar -0,635 dengan taraf signifikansi 0,000 yang berarti hipotesis diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan antara moral integrity dengan academic dishonesty pada siswa kelas VII & VIII MTsN 4 Kota Padang dengan arah hubungan negatif. Dengan sumbangan efektif moral integrity dengan academic dishonesty pada siswa siswa kelas VII & VIII MTsN 4 Kota Padang sebesar 40%.
Hubungan Antara School Climate dengan Student Engagement pada Siswa kelas XI di SMAS Semen Padang Anggawira, Andhika; Fikri, Harry Theozard; Marlini, Putri Febrina
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.1898

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Iklim Sekolah dengan Student Engagement pada siswa di SMAS Semen Padang. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Iklim Sekolah, sedangkan variabel terikatnya adalah Student Engagement. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Iklim Sekolah dan skala Student Engagement. Penentuan jumlah sampel dilakukan menggunakan metode yang dikembangkan oleh Isaac dan Michael. Metode ini digunakan untuk menentukan jumlah sampel yang memenuhi kriteria berikut: jumlah populasi diketahui, tingkat kesalahan (significance level) sebesar 1%, 5%, atau 10%, dan distribusi data sampel bersifat normal. Berdasarkan metode ini, jumlah sampel dalam penelitian adalah 122 siswa dengan taraf signifikan 1%. Uji validitas dan reliabilitas dalam penelitian ini dilakukan menggunakan teknik Cronbach’s Alpha. Koefisien validitas pada skala Iklim Sekolah menunjukkan nilai corrected item-total correlation berkisar antara 0,319 hingga 0,747, dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,912. Pada skala Student Engagement, koefisien validitas menunjukkan nilai corrected item-total correlation berkisar antara 0,320 hingga 0,717, dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,890. Berdasarkan analisis data, diperoleh nilai korelasi sebesar 0,697 dengan tingkat signifikansi 0,000, yang berarti hipotesis diterima. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan positif antara Iklim Sekolah dengan Student Engagement pada siswa di SMAS Semen Padang. Variabel Iklim Sekolah memberikan sumbangan efektif sebesar 49% terhadap variabel Student Engagement.
HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA DOKTER DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) PASAMAN BARAT Aulia Nabila; Harry Theozard Fikri; Andhika Anggawira
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 3 No. 6 (2026): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Juni 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v3i6.2092

Abstract

Health is a crucial aspect for every individual, where doctors are the main resource at the hospital to ensure the quality of medical services. Ideally, doctors should master medical competence and therapeutic communication. However, high workloads are often an obstacle in the implementation of such communication. This study aims to determine the relationship between workload and therapeutic communication in doctors at West Pasaman Hospital. This study uses a quantitative method with a total sampling technique of 39 doctors. Data was collected using the workload scale and the therapeutic communication scale. Data analysis used the Shapiro-Wilk normality test which showed normal distributed data (p>0.05) and the linearity test showed a linear relationship (p<0.05). The results of the Pearson Product Moment correlation test showed a correlation coefficient (r) of -0.581 with a significance value of p=0.000$ (p<0.01). These findings indicate a significant negative correlation with the strength of the medium-level relationship, so the research hypothesis is accepted. Workload made an effective contribution of 33.8% to therapeutic communication, while the remaining 66.2% was influenced by other factors not studied in this study.
Hubungan Beban Kerja dengan Komunikasi Terapeutik pada Dokter di Rumah Sakit Umum Daerah Pasaman Barat Aulia Nabila; Anggawira Andhika; Fikri Harry Theozard
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.277

Abstract

Pelayanan kesehatan menuntut dokter tidak hanya memiliki kompetensi medis yang memadai, tetapi juga mampu menerapkan komunikasi terapeutik secara efektif guna membangun kepercayaan, meningkatkan kepuasan pasien, serta mendukung keberhasilan pengobatan. Namun, beban kerja yang tinggi dapat menjadi hambatan bagi dokter dalam melaksanakan komunikasi terapeutik secara optimal selama proses pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan komunikasi terapeutik pada dokter di Rumah Sakit Umum Daerah Pasaman Barat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yang melibatkan 39 dokter. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala beban kerja dan skala komunikasi terapeutik. Data dianalisis menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment.Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara beban kerja dengan komunikasi terapeutik pada dokter (r = -0,581; p < 0,01). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat beban kerja, maka semakin rendah komunikasi terapeutik yang dilakukan oleh dokter. Beban kerja memberikan kontribusi sebesar 33,8% terhadap komunikasi terapeutik, sedangkan sisanya sebesar 66,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan beban kerja dalam meningkatkan komunikasi terapeutik serta kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit                
Hubungan Beban Kerja dengan Komunikasi Terapeutik pada Dokter di Rumah Sakit Umum Daerah Pasaman Barat Aulia Nabila; Anggawira Andhika; Fikri Harry Theozard
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.277

Abstract

Pelayanan kesehatan menuntut dokter tidak hanya memiliki kompetensi medis yang memadai, tetapi juga mampu menerapkan komunikasi terapeutik secara efektif guna membangun kepercayaan, meningkatkan kepuasan pasien, serta mendukung keberhasilan pengobatan. Namun, beban kerja yang tinggi dapat menjadi hambatan bagi dokter dalam melaksanakan komunikasi terapeutik secara optimal selama proses pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan komunikasi terapeutik pada dokter di Rumah Sakit Umum Daerah Pasaman Barat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yang melibatkan 39 dokter. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala beban kerja dan skala komunikasi terapeutik. Data dianalisis menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment.Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara beban kerja dengan komunikasi terapeutik pada dokter (r = -0,581; p < 0,01). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat beban kerja, maka semakin rendah komunikasi terapeutik yang dilakukan oleh dokter. Beban kerja memberikan kontribusi sebesar 33,8% terhadap komunikasi terapeutik, sedangkan sisanya sebesar 66,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan beban kerja dalam meningkatkan komunikasi terapeutik serta kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit