Sri Mulianah
Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Negeri Parepare

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Asesmen Formatif dalam memantau Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun Aina Sapira; Tri Ayu Lestari Natsir; Sri Mulianah; Syarifah Halifah
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2026): Desember In Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i2.2452

Abstract

Asesmen formatif merupakan komponen penting dalam pemantauan perkembangan anak usia dini karena memberikan informasi berkelanjutan mengenai capaian belajar dan kebutuhan perkembangan anak. Akan tetapi, dalam pelaksanaan pembelajaran di lembaga PAUD, penilaian keterampilan motorik halus masih sering berfokus pada hasil akhir dan belum dilakukan dengan cara yang sistematis serta berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang mendalam tentang penerapan penilaian formatif dalam mendukung perkembangan motorik halus anak berusia 5 hingga 6 tahun di RA DDI Lero, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian terdiri atas 2 guru satu diantaranya kepala sekolah dan 18 anak kelompok B usia 5-6 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan pengumpulan dokumen. Analisis data dilakukan melalui langkah-langkah pengurangan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan metode induktif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa para guru telah melaksanakan penilaian formatif dengan berbagai teknik, seperti observasi, catatan anekdot, daftar pencapaian perkembangan, dan portofolio karya anak. Penilaian formatif terbukti memberikan gambaran yang lebih menyeluruh tentang perkembangan serta membantu guru dalam memberikan umpan balik yang tepat dan sesuai. Tantangan utama yang dihadapi adalah terbatasnya waktu dan kemampuan guru dalam mendokumentasikan perkembangan setiap anak secara individual.
Pengembangan Kartu Seri Bergambar dalam Meningkatkan Kemampuan Bahasa Reseptif Pada usia 5-6 tahun Luvitha Sari; Novita Ashari; Sri Mulianah; A. Tien Asmara Palintan
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026): in Progress
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8650

Abstract

Kemampuan bahasa reseptif anak usia dini masih menjadi tantangan dalam pembelajaran, khususnya dalam memahami alur cerita, menangkap pesan, dan mengikuti instruksi yang disampaikan melalui media pembelajaran. Penelitian terdahulu umumnya berfokus pada penggunaan media digital atau permainan tertentu, sedangkan pengembangan media konkret berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan kemampuan bahasa reseptif masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media kartu seri bergambar berbasis dongeng cerita rakyat Parepare untuk meningkatkan kemampuan bahasa reseptif anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) model Borg & Gall dengan melibatkan 20 peserta didik yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, angket validasi ahli materi dan ahli media, angket respon guru, serta tes kemampuan bahasa reseptif anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memperoleh tingkat validitas sebesar 84,75% (sangat baik), kepraktisan sebesar 93,33% (sangat baik), dan keefektifan sebesar 72,08% (baik), dengan rata-rata keseluruhan sebesar 83,39% yang termasuk kategori sangat baik. Temuan ini menunjukkan bahwa media kartu seri bergambar berbasis cerita rakyat lokal valid, praktis, dan efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan bahasa reseptif anak usia dini. Secara praktis, media ini dapat menjadi alternatif bagi guru dalam menyediakan pembelajaran bahasa yang lebih interaktif, kontekstual, dan berorientasi pada pelestarian budaya lokal.