Syarifah Nur Latifah
Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Mental Membangun Pada Pelajar : Suatu Konsep Pembaharuan Syarifah Nur Latifah; Fathul Lubabin Nuqul
JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Volume 2 Nomor 2 Agustus 2018
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/jurkam.v2i2.155

Abstract

Mental membangun merupakan suatu dorongan dari dalam diri individu yang berkaitan dengan akal, pikiran, ingatan. Asosiasi dari ketiganya yang kemudian mempengaruhi perilaku individu sehingga memiliki keinginan untuk membangun daerahnya. Mental membangun terdiri atas 3 dimensi yaitu; confidence (keyakinan akan kemampuannya untuk membangun daerah dan mengatasi segala rintangan yang ada dalam proses pembangunan), pride (rasa bangga individu karena identitasnya sebagai bagian dari daerah dan kebanggaan pada potensi daerah), dan yang terakhir adalah care (kepedulian individu terhadapdaerahnya sehingga ia mau untuk berkomitmen menjadi bagian dari pembangunan).Individu yang memiliki mental membangun tinggi maka akan terdapat tiga dimensi tersebut dalam dirinya. Subjek dalam penelitian ini adalah pelajar tingkat menengah ke atas dalam jenjang pendidikan SMA/SMK/MA sebanyak 620 orang dengan rincian subjek yang mengaku berasal dari Kutai Timur berjumlah 250 orang dan pendatang sebanyak 370. Berdasarkan jenis kelamin, jumlah subjek laki-laki sebanyak 388 orang dan perempuan berjumlah 232 orang. Mental membangun diukur menggunakan General Self Efficacy Scale dan Life Orientation Test Revised untuk dimensi confidence, Skala General National Pride untuk mengukur dimensi pride, dan terakhir dimensi care diukur menggunakan skala Group Belongingness Scale, Global Social Responsibility Scale dan Organizational Commitmen Scale.Analisis yang dilakukan adalah analisis deskriptif. Analisis deskriptif bertujuan untuk mendekipsikan data secara sistematik sehingga dapat mudah difahami. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa mental membangun yang dimiliki oleh para pelajar di Kabupaten Kutai Timur tergolong tinggi dengan nilai mean empirik sebesar 61,49 dan mean hipotetik sebesar 43,5.
Video Senam Ceria Berbasis Kecerdasan Kinestetik Untuk Anak Usia Dini Sri Maya Abdullah; Syarifah Halifah; Novita Ashari; Andi Tien Asmara Palintan
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8329

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media video senam ceria berbasis kecerdasan kinestetik guna meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia 4–5 tahun di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Punnia, Pinrang. Metode yang digunakan adalah model Research and Development (R&D) Borg and Gall yang dilaksanakan hingga tahap ketujuh. Instrumen pengumpulan data mencakup lembar validasi ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa, lembar observasi perkembangan kinestetik anak, serta angket respons guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi ahli materi memperoleh skor 83%, ahli media 86%, dan ahli bahasa 92%, seluruhnya berkategori sangat layak. Observasi kecerdasan kinestetik anak menghasilkan rata-rata persentase 96,4% dengan kategori sangat baik, dan respons guru mencapai 84% (sangat layak). Video senam ceria terbukti efektif dalam menstimulasi kecerdasan kinestetik anak pada aspek koordinasi, keseimbangan, ketangkasan, kelenturan, dan kecepatan gerak.
Implementasi Asesmen Formatif dalam memantau Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun Aina Sapira; Tri Ayu Lestari Natsir; Sri Mulianah; Syarifah Halifah
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2026): Desember In Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i2.2452

Abstract

Asesmen formatif merupakan komponen penting dalam pemantauan perkembangan anak usia dini karena memberikan informasi berkelanjutan mengenai capaian belajar dan kebutuhan perkembangan anak. Akan tetapi, dalam pelaksanaan pembelajaran di lembaga PAUD, penilaian keterampilan motorik halus masih sering berfokus pada hasil akhir dan belum dilakukan dengan cara yang sistematis serta berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang mendalam tentang penerapan penilaian formatif dalam mendukung perkembangan motorik halus anak berusia 5 hingga 6 tahun di RA DDI Lero, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian terdiri atas 2 guru satu diantaranya kepala sekolah dan 18 anak kelompok B usia 5-6 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan pengumpulan dokumen. Analisis data dilakukan melalui langkah-langkah pengurangan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan metode induktif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa para guru telah melaksanakan penilaian formatif dengan berbagai teknik, seperti observasi, catatan anekdot, daftar pencapaian perkembangan, dan portofolio karya anak. Penilaian formatif terbukti memberikan gambaran yang lebih menyeluruh tentang perkembangan serta membantu guru dalam memberikan umpan balik yang tepat dan sesuai. Tantangan utama yang dihadapi adalah terbatasnya waktu dan kemampuan guru dalam mendokumentasikan perkembangan setiap anak secara individual.
Penerapan Aktivitas Seni Rupa Teknik Percik dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak Usia 5-6 Tahun Mubassyirah Rasyid; Syarifah Halifah; Novita Ashari; Andi Tien Asmara Palintan
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2026): Desember In Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i2.2523

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri anak usia dini melalui kegiatan seni rupa dengan teknik percik. Desain penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak usia dini yang diamati perkembangan kreativitas, kepercayaan diri, dan kemampuan sosialnya. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada setiap indikator, seperti keberanian tampil, kemampuan komunikasi, kreativitas dalam mencampur warna, kerja sama, empati, serta sikap santun. Pada akhir Siklus II, seluruh indikator yang ditetapkan berhasil dicapai secara optimal. Temuan ini menunjukkan bahwa teknik percik tidak hanya efektif dalam meningkatkan aspek estetika dan kreativitas, tetapi juga berperan dalam pengembangan kepercayaan diri dan sosial emosional anak. Dengan demikian, kegiatan seni berbasis teknik percik dapat dijadikan sebagai strategi pembelajaran yang inovatif, menyenangkan, dan holistik dalam pendidikan anak usia dini serta relevan untuk diterapkan dalam konteks pembelajaran yang lebih luas.