Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS KINERJA RUMAH SAKIT BERBASIS BALANCEDSCORECARD DI RSUD KONAWE UTARA Haerani; Apri Sunadi; Abdul Aziz
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 05 Mei (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengukuran kinerja rumah sakit pemerintah daerah berstatus BLUD umumnya masih berfokus pada capaian administratif dan realisasi anggaran melalui LAKIP, sehingga belum sepenuhnya menggambarkan keseimbangan aspek keuangan dan nonkeuangan. RSUD Konawe Utara menunjukkan capaian administratif “memuaskan”, namun masih terdapat indikator strategis yang belum optimal seperti rendahnya BOR dan keterbatasan evaluasi kepuasan pasien. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pengukuran kinerja yang komprehensif melalui Balanced Scorecard (BSC). Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja RSUD Konawe Utara menggunakan pendekatan Balanced Scorecard berdasarkan data kinerja objektif dan persepsi pegawai serta mengidentifikasi perspektif yang paling dominan memengaruhi kinerja. Penelitian menggunakan desain mixed quantitative approach dengan analisis deskriptif, bivariat (Chi-Square), dan regresi logistik. Hasil Kinerja RSUD Konawe Utara berada pada kategori baik berdasarkan data objektif dan persepsi pegawai. Hasil Bivariat menunjukkan bahwa empat perspektif BSC memiliki pengaruh terhadap Kinerja Rumah Sakit. Hasil Analisis multivariat menunjukkan bahwa keempat perspektif BSC secara simultan berkontribusi terhadap kinerja rumah sakit dengan nilai Nagelkerke R Square sebesar 0,324. Perspektif pelanggan merupakan variabel paling dominan (OR>7). Balanced Scorecard efektif digunakan sebagai kerangka evaluasi kinerja RSUD Konawe Utara secara komprehensif. Perspektif pelanggan menjadi determinan utama kinerja, sehingga peningkatan mutu pelayanan dan pengalaman pasien perlu menjadi prioritas strategis.
Analisis Waktu Tunggu Pasien Operasi Elektif di Instalasi Bedah Sentral (IBS) dengan Metode Root Cause Analysis (RCA) di RS Bhayangkara Ruwa Jurai Lampung Tahun 2025 Teguh Astanto; Apri Sunadi; Eka Yoshida
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Januari: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v5i1.5532

Abstract

The Central Surgical Installation (CSI) plays a strategic role in ensuring the quality of hospital services, particularly in supporting the implementation of elective surgical procedures. Excessive waiting time beyond the established standards poses a serious challenge that may affect patient safety and service efficiency. This study aims to analyze the causes of delayed elective surgery waiting times at Bhayangkara Ruwa Jurai Hospital, Lampung, and to formulate solutions based on managerial and evidence-based approaches. This research employed a descriptive qualitative method using Root Cause Analysis (RCA) and the 5M factors (Man, Material, Machine, Method, Money). Data were collected through observation, interviews, and document reviews, and analyzed. The findings revealed that the average waiting time for elective surgery patients was 50 minutes, with some cases reaching up to 219 minutes. The delays were caused by a combination of factors, including a shortage of surgical and CSSD personnel, limited sterile linen, equipment failures such as operating lights and sterilization machines, non-standardized preoperative procedures, and suboptimal supervision and coordination among units. Furthermore, the work environment and limited number of operating rooms exacerbated the problem. RCA results indicated that comprehensive improvements could potentially reduce waiting times by 25–30%. This study recommends strengthening healthcare service aspects through staff training, procurement of additional equipment, establishment of standardized SOPs, and integration of inter-unit communication systems. Improvements in the work environment and data-driven planning are essential to enhance the quality of surgical services and significantly reduce delays.
Analisis Kebutuhan Tenaga Sterilisasi Berdasarkan Beban Kerja dengan Teknik Work Sampling Menggunakan Metode WISN di Unit CSSD di RS Bhayangkara Ruwa Jurai Bandar Lampung Tahun 2025 Rossalia Artasya; Apri Sunadi; Eka Yoshida
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Januari: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v5i1.5533

Abstract

The Central Sterile Supply Department (CSSD) is a crucial support unit in hospital service quality, particularly in ensuring the availability of sterile medical instruments. An imbalance between workload and personnel capacity may result in delays, increased risk of infection, and reduced efficiency. This study aimed to analyze the staffing needs of the sterilization unit at Bhayangkara Hospital Level III Lampung in 2025 using a managerial and evidence-based approach. This study employed a descriptive quantitative design using the Workload Indicators of Staffing Need (WISN) method. Data were obtained from direct observations, document reviews, and interviews, and analyzed according to workload standards set by the Ministry of Health. The findings showed that the sterilization unit had 5 available staff, while the analysis indicated a requirement of 5-6 staff members. Factors contributing to the shortage included increasing demand for surgical procedures, limited shifts, and insufficient distribution of tasks. This study recommends the addition of at least 1 sterilization staff to achieve optimal service standards, along with periodic training and workload-based scheduling. Strengthening human resources in the CSSD is essential to improve efficiency, ensure patient safety, and support the overall quality of hospital services.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Perawat Dalam Implementasi Sasaran Keselamatan Pasien Di Rsau Dr Esnawan Antariksa Jakarta Tahun 2025 Sri Sulistyowati; Apri Sunadi; Tinon Ambarini
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i2.8476

Abstract

Keselamatan pasien adalah isu global krusial, di mana 1 dari 10 pasien mengalami kejadian tidak diinginkan di rumah sakit, dan 50% di antaranya dapat dicegah melalui kepatuhan terhadap standar. Di Indonesia, Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) menjadi indikator utama mutu pelayanan, namun kepatuhan perawat masih bervariasi. Tujuan: Menganalisis faktor pengetahuan, sikap, motivasi, budaya keselamatan, dukungan pimpinan, supervisi, ketersediaan fasilitas, dan beban kerja terhadap kepatuhan perawat dalam implementasi SKP. Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 122 perawat dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Faktor yang berhubungan signifikan (p=0,000) dengan kepatuhan adalah sikap, budaya keselamatan pasien, dukungan pimpinan, supervisi, dan ketersediaan fasilitas.Beban kerja ditemukan tidak berhubungan signifikan (p=0,276).Seluruh responden (100%) memiliki pengetahuan baik, namun kepatuhan hanya mencapai 50% kategori baik, menunjukkan adanya kesenjangan antara pengetahuan dan praktik. Kepatuhan perawat lebih dipengaruhi oleh faktor sistem dan lingkungan kerja dibandingkan sekadar aspek kognitif. Diperlukan penguatan budaya keselamatan, supervisi, dan dukungan organisasi untuk meningkatkan keselamatan pasien secara berkelanjutan. Kata Kunci : Kepatuhan Perawat, Sasaran Keselamatan Pasien