Vina Latifah
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengenalan dan Pelafalan Huruf Hijaiyah Siswa Kelas 1B MIT Ar-Rifqi Menggunakan Metode Tilawati Vina Latifah; Dhany Muharom Albandaniji; izzuddin musthafa; lina marlina
PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology Vol. 6 No. 3 (2026): PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ijset.v6i3.6491

Abstract

This study aims to describe and analyze the recognition and pronunciation of hijaiyah letters among Class 1B students at Ar-Rifqi Integrated Islamic Elementary School using the Tilawati method, as well as to identify the supporting and inhibiting factors that influence the success of Qur’anic learning through the Tilawati method. This research employed a descriptive qualitative approach. Data were obtained from primary sources, namely teachers and students, and secondary sources in the form of learning documents. Data collection was conducted through observation, interviews, and documentation. Data analysis used an interactive model consisting of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validity was maintained through source triangulation to ensure valid and credible findings. The results showed that the implementation of the Tilawati method in Class 1B of MIT Ar-Rifqi was carried out through systematic lesson planning, the use of the Rost melody, the application of classical and individual techniques, and the utilization of learning media that supported the learning process. The implementation of this method demonstrated improvements in students’ ability to recognize the shapes of hijaiyah letters, distinguish letters with similar forms and sounds, and pronounce letters according to their correct makharijul huruf more accurately and fluently. The success of the learning process was supported by teacher competence, the use of engaging learning media, parental support, and regular reading practice. Meanwhile, the inhibiting factors included differences in students’ abilities, the low learning concentration of some students, and limited instructional time.  
Alih Kode antara Bahasa Arab, Bahasa Indonesia dan Dialek Daerah dalam Interaksi Santri di Lingkungan Pesantren Ulayya Dhiya Ulhaq; Vina Latifah; Ade Nandang; Izzuddin Musthafa
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v16i2.4731

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, faktor penyebab, dan fungsi alih kode antara bahasa Arab, bahasa Indonesia, dan dialek daerah dalam interaksi santri di lingkungan pesantren. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa tuturan santri yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan Teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi santri berlangsung dalam situasi multilingual yang memunculkan alih kode Indonesia–Arab, Arab–Indonesia, Indonesia–dialek daerah, dan Arab–dialek daerah, baik secara situasional maupun metaforis. Alih kode dipengaruhi oleh lawan tutur, situasi komunikasi, topik pembicaraan, kemampuan berbahasa, identitas sosial, kebijakan bahasa pesantren, dan lingkungan multilingual. Secara linguistik, alih kode berfungsi sebagai strategi adaptasi komunikasi untuk menyesuaikan konteks tutur, memperjelas makna, memperkuat solidaritas kelompok, menegaskan identitas kesantrian, serta mendukung pembelajaran bahasa Arab. Temuan ini menunjukkan bahwa alih kode merupakan praktik kebahasaan yang berperan penting dalam membangun efektivitas komunikasi dan dinamika sosial di lingkungan pesantren.