Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, faktor penyebab, dan fungsi alih kode antara bahasa Arab, bahasa Indonesia, dan dialek daerah dalam interaksi santri di lingkungan pesantren. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa tuturan santri yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan Teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi santri berlangsung dalam situasi multilingual yang memunculkan alih kode Indonesia–Arab, Arab–Indonesia, Indonesia–dialek daerah, dan Arab–dialek daerah, baik secara situasional maupun metaforis. Alih kode dipengaruhi oleh lawan tutur, situasi komunikasi, topik pembicaraan, kemampuan berbahasa, identitas sosial, kebijakan bahasa pesantren, dan lingkungan multilingual. Secara linguistik, alih kode berfungsi sebagai strategi adaptasi komunikasi untuk menyesuaikan konteks tutur, memperjelas makna, memperkuat solidaritas kelompok, menegaskan identitas kesantrian, serta mendukung pembelajaran bahasa Arab. Temuan ini menunjukkan bahwa alih kode merupakan praktik kebahasaan yang berperan penting dalam membangun efektivitas komunikasi dan dinamika sosial di lingkungan pesantren.
Copyrights © 2026