Keterbatasan akses informasi dan rendahnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya dokumen administrasi kependudukan masih menjadi permasalahan di Desa Nangewer, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian masyarakat belum memiliki dokumen resmi seperti akta kelahiran dan identitas kependudukan digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pelayanan publik sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kepemilikan dokumen kependudukan yang sah. Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat melalui tahapan perencanaan, survei lapangan, koordinasi dengan perangkat desa, sosialisasi, pendampingan pengumpulan dokumen, pelaksanaan pelayanan, serta evaluasi kegiatan. Kegiatan dilaksanakan selama empat minggu dengan melibatkan mahasiswa KPPM, dosen pembimbing, perangkat desa, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program pelayanan publik berjalan dengan baik dan mampu meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan administrasi kependudukan. Melalui kegiatan ini berhasil diterbitkan 245 akta kelahiran, 19 identitas kependudukan digital, 35 kartu keluarga, dan 45 KTP-el. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pendekatan pelayanan langsung kepada masyarakat efektif dalam mempercepat proses administrasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya dokumen kependudukan. Program ini juga berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkuat sistem administrasi kependudukan di tingkat desa