This Author published in this journals
All Journal Setawar Abdimas
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EDUKASI SIAGA BENCANA BERBASIS ASET KOMUNIKASI MELALUI SEKOLAH DAN MEUNASAH DI PIDIE JAYA Riandi Marisa; Juli Firmansyah; Mukti Amini; Muhammad Sulaiman; Windra Irawan; Sitti Jamilah; Muhammad Daud; Musliadi; Muhammad Munadi
Setawar Abdimas Vol. 5 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah BengkuluUniversitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/sa.v5i2.10818

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan memperkuat kesadaran dan kapasitas pendidikan kebencanaan di SDN 6 Meureudu dan Meunasah Gampong Manyang Cut, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh. Gampong Manyang Cut merupakan kawasan rawan bencana banjir bandang yang terletak di sepanjang aliran Sungai Meureudu, sehingga masyarakat dan komunitas sekolah menghadapi ancaman bencana yang berulang. Kegiatan PkM dilaksanakan pada 19-21 Mei 2026 dengan menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) yang memanfaatkan aset lokal komunitas. Program mencakup: (1) edukasi siaga bencana banjir bagi 200 siswa dan 28 guru SDN 6 Meureudu; (2) penguatan kapasitas kebencanaan berbasis meunasah bagi masyarakat Gampong Manyang Cut; dan (3) distribusi hibah perlengkapan pendidikan sebagai dukungan konkret pascabencana. Hasil evaluasi berbasis observasi terstruktur dan lembar umpan balik menunjukkan bahwa seluruh 228 peserta (200 siswa dan 28 guru) mengikuti kegiatan secara aktif hingga selesai, dengan tingkat partisipasi 100%. Sebanyak 92% peserta mampu mengidentifikasi jalur evakuasi dan prosedur tanggap darurat berdasarkan hasil observasi sesi simulasi. Koordinasi multistakeholder yang melibatkan lima unsur pentahelix berhasil terjalin efektif. Meunasah terbukti menjadi mitra strategis dalam memperluas jangkauan program kesiapsiagaan bencana. Program ini direkomendasikan sebagai model PkM kebencanaan berbasis ABCD yang dapat direplikasi di wilayah rawan bencana lainnya di Indonesia.