Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ACCELERATING AGRICULTURAL RECOVERY AFTER THE SIBOLGA FLASH FLOOD: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW FOR DESIGNING A HOUSEHOLD FOOD SECURITY PROGRAM Christin Imelda Girsang; Handayani Saragih; Rosmadelina Purba; Meriaty Tarigan; Difan Halim
CAKRAWALA: Journal of Citizenship Teaching and Learning Vol 4 No 1 (2026): Juni
Publisher : Academic Solution Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70489/31r1wx09

Abstract

This study examines the acceleration of agricultural recovery following the Sibolga flash flood, which severely affected household food systems. It aims to synthesize scientific evidence on effective food-security-based agricultural recovery strategies using a Systematic Literature Review (SLR) approach. The research data were drawn from relevant scientific literature published within the past five years on agricultural recovery, household food security, and flash floods. The findings indicate that successful recovery is determined by a combination of technical, social, and institutional interventions that strengthen farmers’ resilience capacities. In conclusion, accelerating agricultural recovery requires an integrative, community-based strategy that combines socioecological dimensions with public policy to build resilient and sustainable household food systems in disaster-prone areas.
Pengaruh Perlakuan Pupuk NPK Mutiara 16.16.16 dan Pupuk Kandang Ayam Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Lobak (Raphanus sativus L.) Christin Imelda Girsang; Rosmadelina Purba; Handayani Saragih; Aswa Ryza
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 4 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i4.652

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh dosis pupuk NPK Mutiara 16.16.16 dan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan serta produksi tanaman lobak (Raphanus sativus L.). Kegiatan dilaksanakan di Desa Huta Tano, Kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun (±1.412 mdpl) pada Oktober–Desember 2024 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 3×3 dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah NPK 16.16.16: N1 = 250 kg/ha (25 g/plot), N2 = 300 kg/ha (30 g/plot), N3 = 350 kg/ha (35 g/plot). Faktor kedua adalah pupuk kandang ayam: A1 = 5 ton/ha (0,5 kg/plot), A2 = 10 ton/ha (1,0 kg/plot), A3 = 15 ton/ha (1,5 kg/plot). Peubah yang diamati meliputi tinggi tanaman (3, 5, 7 MST), jumlah daun (5, 7, 9 MST), panjang dan diameter umbi, bobot umbi per tanaman, serta bobot umbi per plot. Data dianalisis dengan ANOVA RAK faktorial pada α = 5% dan uji lanjut yang sesuai. Hasil menunjukkan bahwa baik NPK 16.16.16 maupun pupuk kandang ayam memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, panjang dan diameter umbi, bobot umbi per tanaman, serta bobot umbi per plot. Dosis tertinggi NPK (N3: 35 g/plot) secara konsisten menghasilkan nilai pertumbuhan dan hasil paling tinggi; demikian pula dosis tertinggi pupuk kandang ayam (A3: 1,5 kg/plot). Interaksi N×A tidak berpengaruh nyata pada seluruh peubah, meskipun kombinasi N3A3 umumnya memberikan nilai maksimum (misalnya tinggi 7 MST, diameter, dan bobot umbi). Temuan ini menegaskan pentingnya pemupukan berimbang—mengombinasikan sumber hara anorganik dan organik—serta merekomendasikan NPK 35 g/plot dan pupuk kandang ayam 1,5 kg/plot sebagai dosis operasional untuk mengoptimalkan produktivitas lobak pada kondisi agroekologi penelitian.
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI ZUCCHINI (Cucurbita pepo L.) TERHADAP PERLAKUAN DOSIS  DAN JENIS PUPUK KANDANG Handayani Saragih; Christin Imelda Girsang; Rosmadelina Purba; Habib Fadilla
Jurnal Metabio Vol. 8 No. 1 (2026): MetaBio : Jurnal Pendidikan (Edisi Elektronik)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini di laksanakan di PT.Djasa Putra Kel.Nagur Usang kec.Tapian Dolok kab.Simalungun dengan ketinggian  ±780 mdpl Penelitian ini di laksanakan bulan Februari sampai April  2025. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Respon Pertumbuhan Dan Produksi Zucchini (Cucurbita Pepo L.) Terhadap Perlakuan dosis dan jenis pupuk kandang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) 2 faktor yang pertama adalah Dosis PK Dosis pupuk kandang yang terdiri dari 3 taraf yaitu : D1 = 2,5 Ton/Ha = 2,8 kg/plot, D2= 5 Ton/Ha = 5,6 kg/plot, D3 = 7,5 Ton/Ha = 8,4 kg/plot. Faktor yang kedua adalah Jenis PKjenis pupuk kandang yang terdiri dari 3 taraf yaitu : J1 =  Pupuk Kandang Ayam, J2 =  Pupuk Kandang Kambing dan J3 = Pupuk kandang Lembu. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan dosis pupuk kandang memiliki respon tidak nyata terhadap tinggi tanaman (2 mst, 3 mst dan 4 mst), diameter buah, panjang buah, bobot buah per tanaman dan bobot buah per plot. Tinggi tanaman tertinggi pada 2 mst, 3 mst dan 4 mst terdapat pada D3 yaitu (23,94) cm, (38,64) cm dan (51,69) cm. Diameter buah terbesar terdapat pada  D3 (6,06) cm, Panjang buah D3 (20,00) cm, Bobot buah per tanaman D3 (2,48) kg dan Bobot buah per plot D2 (36,78) kg. Perlakuan jenis pupuk kandang memiliki respon nyata terhadap tinggi tanaman (2 mst, 3 mst dan 4 mst), Panjang buah dan Bobot buah per plot. Tinggi tanaman tertinggi terdapat J1 masing masing (24,28) cm, (39,03) cm dan (52,00) cm. Pada parameter lainnya J1 memiliki besaran tertinggi di bandingkan perlakuan lainnya. Diameter buah J1 (6,02) cm, Panjang buah J1(20,56) cm dan Bobot buah per plot J1 (40,11) kg. Perlakuan interaksi dosis dan jenis pupuk kandang memiliki respon tidak nyata terhadap tinggi tanaman (2 mst, 3 mst dan 4 mst), Diameter buah, Panjang buah, Bobot buah per tanaman dan Bobot buah per plot. Tinggi tanaman  tertinggi pada umur 2 Mst terdapat pada perlakuan D1J1 (25,00) cm, pada umur 3 Mst tanaman tertinggi terdapat pada D3J1(39,50) cm dan pada umur 4 Mst tanaman tertinggi terdapat pada D1J2 (52,25) cm, Diameter buah D2J1 (6,11) cm, Panjang buah D2J1 (21,00) cm, Bobot buah per tanaman D2J1(2,64) kg dan Bobot buah per plot D1J1 (41,33) kg.