Latar belakang keluarga sering dianggap sebagai faktor eksternal yang mempengaruhi hasil belajar, di mana siswa dari keluarga tidak utuh (broken home) menghadapi kendala emosional yang dapat mengganggu konsentrasi, sementara siswa dari keluarga harmonis cenderung memperoleh dukungan penuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan hasil belajar antara kedua kelompok tersebut di SMP Negeri Model Terpadu Madani. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif pada sampel 22 siswa yang terdiri dari 11 siswa keluarga harmonis dan 11 siswa keluarga tidak utuh. Data diperoleh dari rekapan nilai rapor semester ganjil tahun akademik 2025/2026 dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, serta uji independent sample t-test dengan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai siswa keluarga harmonis sebesar 84,69 (standar deviasi 3,86), sedangkan siswa keluarga tidak utuh memperoleh rata-rata 83,05 (standar deviasi 3,41), dengan selisih 1,64 poin. Namun, uji hipotesis menghasilkan nilai signifikansi (sig. 2-tailed) sebesar 0,027 yang lebih besar dari 0,05, sehingga H₀ diterima dan Hₐ ditolak, artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara hasil belajar kedua kelompok. Temuan ini mengindikasikan bahwa keadaan keluarga bukanlah satu-satunya penentu hasil belajar, melainkan juga dipengaruhi oleh motivasi belajar, dukungan guru, lingkungan sekolah, dan kemampuan individual siswa. Oleh karena itu, disarankan agar guru dan sekolah tetap memberikan perhatian setara kepada semua siswa tanpa membedakan latar belakang keluarga, serta bagi peneliti selanjutnya direkomendasikan untuk menambahkan variabel lain seperti pola asuh atau motivasi belajar agar analisis lebih komprehensif.