Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

SOSIALISASI PROSEDUR PELAKSANAAN KONSELOR SEBAYA PADA MUSYAWARAH GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DI KOTA PALU Ridwan Syahran; Mardi Lestari; Azam Arifyadi; Dian Fitriani; Nur Eka Wahyuningsih Riyadi
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v5i1.4280

Abstract

The problems of this service are; 1) The process of guidance services to students in junior high schools in Palu City is not yet optimal; 2) Junior high school guidance and counseling teachers in Palu City who have not fully optimized the role of peer counselors in providing guidance services to students. The purpose of this service is to improve the understanding, skills, and abilities of junior high school guidance and counseling teachers in Palu City in carrying out services at school. The subjects of this service are junior high school counseling teachers who are members of the Consultation of Guidance and Counseling Teachers (MGBK) in PALU City. The stages of implementing this service through socialization and mentoring. The achievement of this service is that teachers can apply, optimize and carry out the implementation of peer counselors for students in the process of guidance and counseling services at school.
The Effect of Teacher Social Support on Students’ Academic Hardiness at SMPN 2 Sindue Tobata Della Adelia Sawitri; Munifah Munifah; Dian Fitriani; Ikhlas Rasido
Journal of General Education and Humanities Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v4i4.802

Abstract

This study aims to determine the effect of teacher social support on students’ academic hardiness at SMPN 2 Sindue Tobata. The research employed a descriptive, quantitative approach with saturated sampling, involving all 108 students enrolled in the 2025/2026 academic year. Data were collected using validated Likert-scale questionnaires on teacher social support and academic hardiness, both of which demonstrated good reliability (α = 0.944 and α = 0.780). Data analysis employed descriptive statistics and simple linear regression using SPSS version 27. The findings revealed that 95.4% of students perceived high levels of teacher social support, and 71.3% exhibited very high academic hardiness. Regression results indicated a positive and significant influence of teacher social support on academic hardiness (t = 3.885, p < 0.05), with a regression coefficient of 0.460. These results suggest that increased social support from teachers enhances students’ ability to manage academic stress, remain committed, and view learning challenges as opportunities for growth. The study underscores the importance of strengthening teacher–student relationships to foster resilience and motivation in learning environments.
Pendampingan Mahasiswa dalam Pelaksanaan Layanan Bimbingan Klasikal di Sekolah melalui Program Magang Berdampak: Mentoring Guidance and Counseling Students in Implementing Classroom Guidance Services through the Impactful Internship Program Hasan Hasan; Dian Fitriani; Nur Eka Wahyuningsih Riyadi; Muh Yusran Diniy; Bau Ratu
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261584

Abstract

The Impactful Internship Program is an experiential learning initiative designed to enhance students' professional competencies through direct engagement in authentic workplace settings. For students enrolled in Guidance and Counseling programs, implementing classroom guidance services in schools is a fundamental professional competency. However, in practice, students often encounter challenges, including limited skills in developing guidance service plans, managing classrooms, utilizing instructional media, and establishing effective communication with students. Therefore, this community service project aimed to mentor university students in planning, implementing, and evaluating classroom guidance services in schools through the Impactful Internship Program. The program employed a participatory and collaborative approach involving university supervisors, school guidance and counseling teachers, and student interns. The mentoring process consisted of needs assessment, pre-service training, assistance in developing Guidance Service Implementation Plans (GSIPs), support during classroom guidance implementation, observation, supervision, reflection, and evaluation. The results indicated that the mentoring program significantly improved students' competencies in preparing guidance service plans, developing instructional media, managing classroom activities, enhancing communication skills, and conducting more systematic service evaluations. In addition to benefiting student interns, the program strengthened collaboration between the university and partner schools in improving the quality of school guidance and counseling services. These findings suggest that the mentoring model implemented through the Impactful Internship Program represents a promising practice for strengthening the professional competencies of prospective guidance and counseling teachers while supporting the continuous improvement of guidance and counseling services in schools.   Abstrak. Program Magang Berdampak merupakan salah satu bentuk pembelajaran berbasis pengalaman yang bertujuan meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui keterlibatan langsung dalam dunia kerja profesional. Bagi mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling, pelaksanaan layanan bimbingan klasikal di sekolah menjadi salah satu kompetensi yang harus dikuasai, namun dalam praktiknya masih ditemukan berbagai kendala, seperti keterbatasan dalam menyusun perangkat layanan, mengelola kelas, memanfaatkan media pembelajaran, serta membangun komunikasi yang efektif dengan peserta didik. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi mahasiswa dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi layanan bimbingan klasikal di sekolah melalui Program Magang Berdampak. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif dengan melibatkan dosen pembimbing, guru bimbingan dan konseling, serta mahasiswa peserta magang. Tahapan kegiatan meliputi analisis kebutuhan, pembekalan, pendampingan penyusunan Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL), pendampingan implementasi layanan bimbingan klasikal, observasi, supervisi, refleksi, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam menyusun perangkat layanan, mengembangkan media bimbingan, mengelola kelas, meningkatkan keterampilan komunikasi, serta melaksanakan evaluasi layanan secara lebih sistematis. Selain memberikan manfaat bagi mahasiswa, kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah mitra dalam meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan konseling. Dengan demikian, model pendampingan melalui Program Magang Berdampak dapat menjadi salah satu praktik baik dalam penguatan kompetensi profesional calon guru bimbingan dan konseling sekaligus mendukung peningkatan mutu layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
Intensitas Mendengarkan Musik K-Pop dengan Self-Love dan Kesehatan Mental Mahasiswa Andi Desviana Indasari; Dhevy Puswiartika; Dian Fitriani
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.19810

Abstract

This research investigates the relationship between listening K-Pop music consumption and levels of Self-Love and mental health among students in the Faculty of Teacher Training and Education, class of 2021, at Tadulako University. The research participants consisted of 146 students from the Faculty of Teacher Training and Education, a 2021 batch, who actively listened to K-Pop music. Data collection employed adapted questionnaire instruments: a listening K-Pop music consumption questionnaire, a Self-Love scale, and a mental health assessment scale. The research employed a quantitative research methodology with a causal-associative design, utilizing correlation analysis to examine the relationships between variables. The Pearson Product-Moment correlation analysis yielded the following results: The correlation between BTS music consumption (Variable X) and Self-Love (Variable Y1) had a significance value (2-tailed) of 0.483, which is greater than 0.05. Similarly, the correlation between listening K-Pop music consumption (Variable X) and mental health (Variable Y2) yielded a significance value (2-tailed) of 0.877, which is greater than 0.05. Based on these statistical findings, both relationships demonstrate non-significant correlations. For the BTS music and Self-Love variables, the significance value (2-tailed) exceeds 0.05, leading to the rejection of the alternative hypothesis (Ha). which means there is no relationship between listening K-Pop music and Self-Love and mental health____________________________________________________________ Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas mendengarkan musik K-Pop dengan Self-Love dan kesehatan mental mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan angkatan 2021, subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan angkatan 2021 Universitas Tadulako yang mendengarkan intensitas mendengarkan musik K-Pop. Jumlah subjek pada penelitian ini sebanyak 146 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner adaptasi yaitu kuesioner intensitas mendengarkan musik K-Pop, skala Self-Love, dan skala kesehatan mental. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal menggunakan analisis korelasi. Hasil dari uji korelasi Product Moment Pearson terhadap variabel X dengan variabel Y1 diketahui nilai variabel intensitas mendengarkan musik K-Pop dengan variabel Self-Love signifikan (2-tailed) 0,483 > 0,05. Pada variabel X dengan variabel Y2 diketahui nilai variabel intensitas mendengarkan musik K-Pop dengan variabel kesehatan mental signifikan (2-tailed) 0,877 > 0,05. Maka Hipotesis alternatif (Ha) ditolak yang artinya tidak ada hubungan intensitas mendengarkan musik K-Pop dengan Self-Love. Pada variabel intensitas mendengarkan musik K-Pop dengan kesehatan mental hasil analisis menunjukkan bahwa nilai signifikan (2-tailed) > 0,05 maka Hipotesis alternatif (Ha) ditolak yang artinya tidak ada hubungan intensitas mendengarkan musik K-Pop dengan Self-Love dan kesehatan mental.
The Use of TikTok Social Media on Students’ Self-Confidence Erwana Erwana; Dian Fitriani; Nurwahyuni Nurwahyuni; Hasan Hasan
Journal of Mathematics Instruction, Social Research and Opinion Vol. 4 No. 4 (2025): December
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/misro.v4i4.796

Abstract

TikTok has become a popular platform among teenagers as a means of entertainment, self-expression, and social communication. Through its creative features, students can showcase their talents and gain recognition from their peers. However, behind this popularity, the question arises as to whether the use of TikTok can actually boost students’ self-confidence. This study aims to determine the relationship between the use of TikTok social media and the self-confidence of eighth-grade students at SMP Negeri 7 Palu. A total of 100 students were selected using random sampling techniques. Data were collected using a Likert scale-based questionnaire and analyzed both descriptively and inferentially, employing the Pearson Product Moment correlation test in SPSS version 25. The results show that TikTok usage is relatively high at 93%, while student self-confidence is also in the high category at 68%. The correlation test shows a value of r = 0.082 with sig. = 0.418 (p > 0.05), meaning that there is no significant relationship between TikTok usage and student self-confidence. These findings suggest that student self-confidence is more influenced by factors such as family support, social environment, and personal experience, rather than the intensity of TikTok use. These findings suggest that student self-confidence is more influenced by factors such as family support, social environment, and personal experience, rather than the intensity of TikTok use.
Perbandingan Prestasi Belajar Siswa Broken Home Dan Harmonis Mildani Mildani; Micha Felayati Silalahi; Azam Arifyadi; Dian Fitriani
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i2.1351

Abstract

Latar belakang keluarga sering dianggap sebagai faktor eksternal yang mempengaruhi hasil belajar, di mana siswa dari keluarga tidak utuh (broken home) menghadapi kendala emosional yang dapat mengganggu konsentrasi, sementara siswa dari keluarga harmonis cenderung memperoleh dukungan penuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan hasil belajar antara kedua kelompok tersebut di SMP Negeri Model Terpadu Madani. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif pada sampel 22 siswa yang terdiri dari 11 siswa keluarga harmonis dan 11 siswa keluarga tidak utuh. Data diperoleh dari rekapan nilai rapor semester ganjil tahun akademik 2025/2026 dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, serta uji independent sample t-test dengan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai siswa keluarga harmonis sebesar 84,69 (standar deviasi 3,86), sedangkan siswa keluarga tidak utuh memperoleh rata-rata 83,05 (standar deviasi 3,41), dengan selisih 1,64 poin. Namun, uji hipotesis menghasilkan nilai signifikansi (sig. 2-tailed) sebesar 0,027 yang lebih besar dari 0,05, sehingga H₀ diterima dan Hₐ ditolak, artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara hasil belajar kedua kelompok. Temuan ini mengindikasikan bahwa keadaan keluarga bukanlah satu-satunya penentu hasil belajar, melainkan juga dipengaruhi oleh motivasi belajar, dukungan guru, lingkungan sekolah, dan kemampuan individual siswa. Oleh karena itu, disarankan agar guru dan sekolah tetap memberikan perhatian setara kepada semua siswa tanpa membedakan latar belakang keluarga, serta bagi peneliti selanjutnya direkomendasikan untuk menambahkan variabel lain seperti pola asuh atau motivasi belajar agar analisis lebih komprehensif.
KONSELING KELOMPOK TEKNIK COGNITIVE RESTRUCTURING TERHADAP PERILAKU PHUBBING PADA SISWA DI SMP NEGERI 1 PALU Moh. Syahdila Darma; Ridwan Syahran; Hasan Hasan; Dian Fitriani
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.13775

Abstract

This study set out to examine how effective group counseling based on the Cognitive Restructuring technique is at lowering phubbing behavior among junior high school students at SMP Negeri 1 Palu. A quantitative, quasi-experimental design specifically a non-equivalent control group design was applied. Sixteen students took part, split evenly into an experimental group and a control group of eight each. Phubbing behavior was measured through a questionnaire administered both prior to (pre-test) and following (post-test) the intervention, and the resulting data were tested using the Mann–Whitney U test in SPSS version 26. Analysis confirmed a statistically significant gap between the two groups, reflected in an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.001, below the 0.05 threshold. In descriptive terms, the experimental group's mean phubbing score fell from 53.63 to 43.50, while the control group's mean rose from 52.50 to 54.63. These outcomes suggest that group counseling through Cognitive Restructuring succeeded in curbing students' phubbing tendencies, even though the resulting classification still sits within the moderate range. Accordingly, this counseling approach may be adopted as a viable option for helping students reduce phubbing and strengthen the quality of their social interactions. The study's scope was constrained by a fairly small sample and a brief intervention window, pointing to a need for future work with larger samples and longer intervention periods. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk menguji efektivitas konseling kelompok berteknik Cognitive Restructuring dalam menekan perilaku phubbing pada siswa SMP Negeri 1 Palu. Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif melalui metode quasi eksperimen dengan desain Non-equivalent Control Group Design. Sebanyak 16 siswa dilibatkan sebagai sampel, terbagi rata ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol masing-masing 8 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui angket perilaku phubbing yang diisi pada dua tahap, yakni sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) pemberian perlakuan. Pengujian hipotesis menggunakan Mann-Whitney U Test yang diolah dengan SPSS versi 26. Temuan menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok, ditunjukkan oleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,001, lebih kecil dari 0,05. Ditinjau secara deskriptif, rata-rata skor kelompok eksperimen turun dari 53,63 menjadi 43,50, sementara kelompok kontrol justru mengalami kenaikan dari 52,50 menjadi 54,63. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa konseling kelompok dengan teknik Cognitive Restructuring berhasil menurunkan perilaku phubbing siswa, kendati klasifikasinya masih berada pada kategori sedang. Oleh sebab itu, layanan ini layak dipertimbangkan sebagai salah satu opsi intervensi bagi guru BK dalam mengatasi phubbing sekaligus memperbaiki kualitas interaksi sosial siswa. Keterbatasan penelitian terletak pada ukuran sampel yang tergolong kecil serta durasi intervensi yang relatif singkat, sehingga kajian berikutnya disarankan menggunakan sampel yang lebih besar dan rentang waktu intervensi yang lebih panjang.
Intensitas Mendengarkan Musik K-Pop dengan Self-Love dan Kesehatan Mental Mahasiswa Andi Desviana Indasari; Dhevy Puswiartika; Dian Fitriani
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 11 No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.19810

Abstract

This research investigates the relationship between listening K-Pop music consumption and levels of Self-Love and mental health among students in the Faculty of Teacher Training and Education, class of 2021, at Tadulako University. The research participants consisted of 146 students from the Faculty of Teacher Training and Education, a 2021 batch, who actively listened to K-Pop music. Data collection employed adapted questionnaire instruments: a listening K-Pop music consumption questionnaire, a Self-Love scale, and a mental health assessment scale. The research employed a quantitative research methodology with a causal-associative design, utilizing correlation analysis to examine the relationships between variables. The Pearson Product-Moment correlation analysis yielded the following results: The correlation between BTS music consumption (Variable X) and Self-Love (Variable Y1) had a significance value (2-tailed) of 0.483, which is greater than 0.05. Similarly, the correlation between listening K-Pop music consumption (Variable X) and mental health (Variable Y2) yielded a significance value (2-tailed) of 0.877, which is greater than 0.05. Based on these statistical findings, both relationships demonstrate non-significant correlations. For the BTS music and Self-Love variables, the significance value (2-tailed) exceeds 0.05, leading to the rejection of the alternative hypothesis (Ha). which means there is no relationship between listening K-Pop music and Self-Love and mental health____________________________________________________________ Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas mendengarkan musik K-Pop dengan Self-Love dan kesehatan mental mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan angkatan 2021, subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan angkatan 2021 Universitas Tadulako yang mendengarkan intensitas mendengarkan musik K-Pop. Jumlah subjek pada penelitian ini sebanyak 146 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner adaptasi yaitu kuesioner intensitas mendengarkan musik K-Pop, skala Self-Love, dan skala kesehatan mental. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal menggunakan analisis korelasi. Hasil dari uji korelasi Product Moment Pearson terhadap variabel X dengan variabel Y1 diketahui nilai variabel intensitas mendengarkan musik K-Pop dengan variabel Self-Love signifikan (2-tailed) 0,483 > 0,05. Pada variabel X dengan variabel Y2 diketahui nilai variabel intensitas mendengarkan musik K-Pop dengan variabel kesehatan mental signifikan (2-tailed) 0,877 > 0,05. Maka Hipotesis alternatif (Ha) ditolak yang artinya tidak ada hubungan intensitas mendengarkan musik K-Pop dengan Self-Love. Pada variabel intensitas mendengarkan musik K-Pop dengan kesehatan mental hasil analisis menunjukkan bahwa nilai signifikan (2-tailed) > 0,05 maka Hipotesis alternatif (Ha) ditolak yang artinya tidak ada hubungan intensitas mendengarkan musik K-Pop dengan Self-Love dan kesehatan mental.