Julian Prio Dwi Nugroho
Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan pembuatan buket bagi klien balai pemasyarakatan: upaya meningkatkan kemandirian dan kesiapan berwirausaha Julian Prio Dwi Nugroho; Dian Retnasari; Ferina Suci Adiningtyas; Asri Andarini Nurlita
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 9, No 3 (2026): Agustus
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v9i3.3520

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Balai Pemasyarakatan (BAPAS) Kelas I Yogyakarta untuk meningkatkan keterampilan kewirausahaan klien pasca-pembinaan melalui pelatihan pembuatan buket. Program ini menanggapi permasalahan stigma sosial, keterbatasan keterampilan, dan minimnya akses usaha. Pelatihan yang diikuti 16 peserta dilaksanakan pada 5 Mei 2025 dengan pendekatan partisipatif melalui pemaparan materi, diskusi, dan praktik langsung. Evaluasi menggunakan Model Kirkpatrick Level 1 (Reaction) dan Level 2 (Learning) menunjukkan hasil sangat positif. Rata-rata kepuasan peserta mencapai 4,55 (skala 1–5), sedangkan nilai rata-rata meningkat dari 50,6 menjadi 92,5, menandakan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan. Faktor pendukung meliputi antusiasme peserta, dukungan BAPAS, serta relevansi materi. Secara keseluruhan, kegiatan ini efektif membekali klien BAPAS dengan keterampilan kreatif dan menumbuhkan kemandirian ekonomi sebagai bagian dari proses reintegrasi sosial.
Batik Bhumi Phala: Manifestasi Identitas Kabupaten Temanggung Dalam Wastra Julian Prio Dwi Nugroho; Widihastuti; Mohammad Adam Jerusalem
Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 11 No. 2 (2025): Mengkaji Identitas dan Makna Simbolik dalam Karya Seni
Publisher : Riset, inovasi dan PKM - Institut Kesenian Jakarta, DKI Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52969/jsnc.v11i2.560

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan Batik Bhumi Phala sebagai representasi identitas Kabupaten Temanggung melalui eksplorasi unsur alam dan budaya lokal. Menggunakan metode penciptaan seni, penelitian dilakukan melalui tiga tahap: eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Tahap eksplorasi mengidentifikasi sumber ide visual khas Temanggung yaitu daun tembakau, buah dan bunga kopi, Tugu Jam, serta Gunung Sumbing dan Sindoro. Pada tahap perancangan, sumber ide tersebut ditransformasikan menjadi motif batik melalui stilisasi untuk tembakau, kopi, dan Tugu Jam, serta deformasi untuk Gunung Sumbing dan Sindoro, kemudian ditata dalam komposisi simetris. Tahap perwujudan meliputi pengutipan motif, nglowong, pewarnaan, nglorod, dan penjemuran dengan penggunaan pewarna alam ekstrak daun tembakau dan fiksator tunjung. Produk Batik Bhumi Phala memuat nilai filosofis sekaligus mencerminkan identitas budaya Temanggung sehingga berfungsi sebagai penguat karakter kultural masyarakat. This study aims to develop Batik Bhumi Phala as a representation of Temanggung Regency’s identity through the exploration of local natural and cultural elements. Employing an artistic creation method, the research was conducted through three stages: exploration, design, and realization. The exploration stage identified distinctive visual sources from Temanggung, including tobacco leaves, coffee fruits and flowers, the Clock Tower, and Mount Sumbing and Mount Sindoro. In the design stage, these sources were transformed into batik motifs using stylization techniques for tobacco, coffee, and the Clock Tower, and disformation techniques for Mount Sumbing and Mount Sindoro, arranged into symmetrical compositions. The realization stage involved motif tracing, nglowong, dyeing, pelorodan, and drying, utilizing natural dyes extracted from dried tobacco leaves with tunjung as the fixative. Batik Bhumi Phala embodies philosophical values and reflects the cultural identity of Temanggung, thereby strengthening the community’s cultural character.