Nezhatian Adi Firmansyah
Universitas Negeri Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PERKEMBANGAN KOGNITIF SISWA KELAS VIII SMP DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SMPN 4 KOTA BLITAR Nadia Dwi Insani; Muhammad Ardiansyah; Nezhatian Adi Firmansyah; Surayanah Surayanah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.13021

Abstract

The gap in learning characteristics of early adolescents and the presence of psychosocial anxiety barriers in students in expressing critical arguments orally are the background of this research activity. These field operational problems trigger low levels of independent thinking independence, class passivity, and inefficiency in managing the duration of academic assignments periodically. The main focus of this scientific study is to analyze the profile of student cognitive development and map the instructional barriers felt by eighth-grade students at SMPN 4 Blitar City. The steps of the quantitative approach with a descriptive survey method are operated using a closed questionnaire instrument distribution model of a four-level Likert scale criteria. Sampling was carried out using a total sampling technique that reached 27 active respondents in a structured manner. The numerical data processing procedure was executed through descriptive statistical calculations of the percentage of response distribution. The quantitative findings empirically revealed that the cognitive development of the subjects was in the good category which is in line with the characteristics of Jean Piaget's formal operational stage, where the achievement of material understanding dominated with a percentage of strongly agree at 70.3 percent. However, the aspects of courage to ask questions and independence recorded a fairly high number of disagreements at 29.6 percent. The main conclusion confirms that contextual problem conditioning has proven to be reliable in boosting students' academic resilience. ABSTRAK Kesenjangan karakteristik belajar remaja awal serta adanya hambatan kecemasan psikososial siswa dalam mengekspresikan argumen kritis secara lisan melatarbelakangi kegiatan penelitian ini. Masalah operasional lapangan tersebut memicu rendahnya tingkat kemandirian berpikir mandiri, kepasifan kelas, serta inefisiensi pengelolaan durasi pengerjaan tugas akademik secara berkala. Fokus utama kajian ilmiah ini adalah menganalisis profil perkembangan kognitif siswa serta memetakan hambatan instruksional yang dirasakan siswa kelas delapan di SMPN 4 Kota Blitar. Langkah-langkah pendekatan kuantitatif dengan metode survei deskriptif ini dioperasikan menggunakan penyebaran instrumen kuesioner angket tertutup model kriteria skala Likert empat tingkat. Penarikan sampel dijalankan menggunakan teknik total sampling yang menjangkau sejumlah 27 responden aktif secara terstruktur. Prosedur pengolahan data numerik dieksekusi melalui penghitungan statistik deskriptif persentase sebaran jawaban. Temuan kuantitatif secara empiris menyingkap bahwa perkembangan kognitif subjek berada pada kategori baik yang selaras dengan karakteristik tahap operasional formal Jean Piaget, di mana capaian pemahaman materi mendominasi pada persentase sangat setuju sebesar 70,3 persen. Namun, aspek keberanian bertanya dan kemandirian mencatatkan angka penolakan tidak setuju yang cukup tinggi sebesar 29,6 persen. Simpulan utama menegaskan bahwa pengondisian masalah kontekstual terbukti andal mendongkrak ketahanan akademik siswa.    
MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL DALAM MENDORONG KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK DI ABAD KE-21 Keisya Dini Milan Sari; Muchammad Survy Nur Huda; Nadine Qothrunnada Dwihanti; Nezhatian Adi Firmansyah; Surayanah Surayanah
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i3.10692

Abstract

The rapid development of digital technology in the 21st century has brought about a significant shift in the educational landscape, particularly in the use of media as a support for the learning process. This article aims to examine the extent to which digital learning media contribute to fostering learner autonomy. This study is built upon a literature review approach by analyzing 15 relevant scholarly sources, including recent journals and academic publications. The analytical technique employed is content analysis, which is used to identify key concepts, recurring patterns, and the interconnections between digital learning media and students’ learning autonomy. The findings reveal that digital learning media hold substantial potential in accelerating learning autonomy through flexible access, interactive learning experiences, and content that aligns with individual needs. The presence of digital media opens opportunities for learners to manage their learning pathways independently, from planning stages to evaluating learning outcomes. However, its effectiveness does not stand alone it is strongly influenced by the precision of the instructional design implemented, the readiness and competence of teachers as facilitators, as well as the availability of technological infrastructure and adequate digital literacy levels. Without well-crafted and measurable pedagogical planning, digital media risk being reduced to merely passive channels of information delivery. Therefore, the use of digital media in learning must be designed strategically and contextually to truly serve as a catalyst for optimal student learning autonomy amid the rapid current of digital transformation. ABSTRAK Pesatnya perkembangan teknologi digital di era abad ke-21 telah menghadirkan pergeseran yang cukup fundamental dalam lanskap pendidikan, terutama dalam hal pemanfaatan media sebagai penunjang proses pembelajaran. Artikel ini hadir dengan tujuan untuk menelaah sejauh mana media pembelajaran digital berperan dalam mendorong tumbuhnya kemandirian belajar pada diri peserta didik. Kajian ini dibangun di atas pendekatan studi literatur dengan menelaah 15 sumber ilmiah yang dipandang relevan, mencakup jurnal-jurnal serta publikasi akademik mutakhir. Adapun teknik analisis yang diterapkan adalah analisis isi, yang difungsikan untuk mengidentifikasi konsep-konsep kunci, pola yang berulang, serta keterkaitan yang terjalin antara media pembelajaran digital dan kemandirian belajar peserta didik. Hasil kajian mengungkapkan bahwa media pembelajaran digital menyimpan potensi yang sangat besar dalam mengakselerasi kemandirian belajar, yakni melalui kemudahan akses yang fleksibel, pengalaman belajar yang interaktif, serta kesesuaian konten dengan kebutuhan masing-masing individu. Kehadiran media digital membuka peluang bagi peserta didik untuk mengelola perjalanan belajar mereka secara otonom, mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi hasil belajar. Meski demikian, efektivitasnya tidak berdiri sendiri ia sangat dipengaruhi oleh kecermatan desain pembelajaran yang diterapkan, kesiapan dan kompetensi guru sebagai fasilitator, serta ketersediaan infrastruktur teknologi dan tingkat literasi digital yang memadai. Tanpa perencanaan pedagogis yang matang dan terukur, media digital berisiko tereduksi menjadi sekadar kanal penyampai informasi yang pasif. Atas dasar itulah, pemanfaatan media digital dalam pembelajaran perlu dirancang secara strategis dan kontekstual agar benar-benar mampu menjadi katalisator kemandirian belajar peserta didik secara optimal di tengah derasnya arus transformasi digital.