Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Ketika Semua Anak Harus Belajar Bersama: Realitas Pembelajaran Inklusi di TK Reguler Nadine Qothrunnada Dwihanti; Mahmada Assyifa; Surayanah
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6867

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan inklusi sebagai upaya pemenuhan hak belajar bagi seluruh anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, di sekolah reguler. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, terutama pada jenjang taman kanak-kanak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pendidikan inklusi, kerja sama dengan Pusat Layanan Disabilitas (PLD), peran shadow teacher, serta kendala yang dihadapi di TKN Pembina Kepanjenkidul. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek kepala sekolah dan guru kelas, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kondisi nyata di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah telah menerapkan pendidikan inklusi meskipun belum berstatus resmi. Sekolah menerima berbagai jenis anak berkebutuhan khusus seperti speech delay, autisme, ADHD, dan slow learner. Pelaksanaan inklusi didukung melalui kerja sama dengan PLD dalam asesmen dan pelatihan guru. Selain itu, keberadaan shadow teacher membantu pendampingan anak berkebutuhan khusus selama pembelajaran. Guru juga menerapkan strategi pembelajaran adaptif seperti pengulangan instruksi, komunikasi dua arah, dan kegiatan yang menarik. Namun, pelaksanaan masih menghadapi kendala seperti keterbatasan tenaga ahli, sarana prasarana, serta kurangnya penerimaan sebagian orang tua. Dengan demikian, diperlukan kolaborasi berkelanjutan antara sekolah, orang tua, dan tenaga profesional untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan inklusi di sekolah reguler.
Startegi Guru dalam Menanamkan Sikap Gotong Royong pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila di Sekolah Dasar Khairunisa Nur Haslinda; Mahmada Assyifa; Muhammad Yahya Maulida Fahmi; Nabila El Shafira Aghnia Kusumaningrum; Nadine Qothrunnada Dwihanti; Surayanah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6842

Abstract

Pendidikan Pancasila di sekolah dasar tidak hanya berperan dalam penyampaian materi pembelajaran, tetapi juga dalam pembentukan karakter peserta didik, salah satunya sikap gotong royong. Penanaman sikap gotong royong perlu dilakukan sejak dini karena peserta didik sekolah dasar berada pada tahap perkembangan sosial yang membutuhkan pembiasaan dan pengalaman belajar secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam menanamkan sikap gotong royong pada pembelajaran Pendidikan Pancasila kelas V di SDN Kepanjenlor 1 Kota Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara dengan subjek penelitian yaitu guru kelas V SDN Kepanjenlor 1. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan berbagai strategi dalam menanamkan sikap gotong royong melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL), penggunaan LKPD dan diskusi kelompok, pembiasaan karakter, serta pemanfaatan media pembelajaran interaktif seperti PPT, video Youtube, ice breaking, dan Quizizz. Namun, terdapat beberapa kendala seperti perbedaan tingkat pemahaman peserta didik, kurangnya fokus belajar, dan keterbatasan waktu pembelajaran, maka guru berupaya mengatasinya melalui pengelolaan kelas yang baik, pemberian penguatan, serta pelaksanaan remedial dan pengayaan sesuai kebutuhan peserta didik. Dengan demikian, strategi yang diterapkan guru mampu mendukung terbentuknya sikap gotong royong dan partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila.
INTERAKSI PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS DAN LINGKUNGAN PEMBELAJARAN DALAM PEMBENTUKAN RASA PERCAYA DIRI PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR Riska Cahya Arum Sari; Nadine Qothrunnada Dwihanti; Putri Ramadhani; Nadia Ayu Pramudita; Sulthan Ali Hakim; Surayanah
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i3.11078

Abstract

This study aims to analyze the interaction between psychological development and the learning environment in shaping the self-confidence of elementary school students. The study employs a qualitative approach with a descriptive design through a literature review. Research data were obtained from scientific literature sources consisting of national journals, scientific articles, and educational references relevant to psychological development, the learning environment, and the self-confidence of elementary school students. Data collection techniques were conducted through documentation and literature review based on criteria of topic relevance, year of publication, and source credibility. Data were analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that students’ psychological development, such as self-concept, motivation, emotional regulation, and social interaction skills, is closely related to the formation of self-confidence. Additionally, a positive learning environment plays a role in increasing students’ courage to participate in learning. The role of teachers, peer support, and the use of active and contextual learning strategies also contribute to building students’ self-confidence. Thus, the development of self-confidence in elementary school students is influenced by the interaction between internal and external factors that mutually support one another in the learning process. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi perkembangan psikologis dan lingkungan pembelajaran dalam pembentukan rasa percaya diri peserta didik sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif melalui studi literatur. Data penelitian diperoleh sumber literatur ilmiah yang terdiri atas jurnal nasional, artikel ilmiah, dan referensi pendidikan yang relevan dengan perkembangan psikologis, lingkungan pembelajaran, dan kepercayaan diri siswa sekolah dasar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan penelusuran literatur berdasarkan kriteria relevansi topik, tahun publikasi, serta kredibilitas sumber. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan psikologis siswa, seperti konsep diri, motivasi, regulasi emosi, dan kemampuan interaksi sosial, memiliki hubungan erat dengan pembentukan rasa percaya diri. Selain itu, lingkungan pembelajaran yang positif turut berperan dalam meningkatkan keberanian siswa untuk berpartisipasi dalam pembelajaran. Peran guru, dukungan teman sebaya, serta penggunaan strategi pembelajaran aktif dan kontekstual juga berkontribusi dalam membangun rasa percaya diri peserta didik. Dengan demikian, pembentukan rasa percaya diri siswa sekolah dasar dipengaruhi oleh interaksi antara faktor internal dan faktor eksternal yang saling mendukung dalam proses pembelajaran.