Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Deteksi Dini Chronic Kidney Disease (CKD) Pada Kucing Senior melalui Pemeriksaan Hematologi dan Kimia Darah: Laporan Kasus: Early Detection of Chronic Kidney Disease (CKD) in Senior Cats Through Hematology and Blood Chemistry Examination: Case Report Miranti Fardesiana Putri; Khoirun Nisa
Journal of Livestock and Animal Health Vol. 9 No. 1 (2026): February
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jlah.v9i1.133

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi pada kucing senior. Gejala awal CKD pada kucing sering kali tidak disadari oleh pemilik hewan sehingga baru terdeteksi ketika telah berada pada stadium lanjut. Pemeriksaan hematologi dan kimia darah rutin merupakan salah satu pemeriksaan laboratorium yang direkomendasikan untuk evaluasi kesehatan pada kucing senior. Pasien merupakan kucing jantan berumur 14 tahun. Pemeriksaan kimia darah mengungkap peningkatan SDMA (19 μg/dL), total protein (9,2 g/dL), dan globulin (5,9 g/dL). Kucing yang bernama Nano juga mengalami trombositopenia. Berdasarkan panduan IRIS, nilai SDMA dari kucing Nano masuk ke dalam CKD stadium 2. Kucing Nano direkomendasikan untuk cek kesehatan rutin, termasuk pemeriksaan ulang SDMA dan kimia darah, tekanan darah, dan urinalisis lengkap. Kucing Nano juga disarankan untuk mengganti pakan khusus renal dan mengonsumsi suplemen pendukung kesehatan ginjal.
Pendampingan Kesehatan Ternak Domba dan Kambing Melalui Penyuluhan dan Pelatihan di Kelurahan Mulyaharja, Bogor, Jawa Barat: Livestock Health Assistance Through Nutritional Counseling and Training at Mulyaharja Village, Bogor, West Java Miranti Fardesiana Putri; Tetty Barunawati Siagian; Henny Endah Anggraeni; Heryudianto Vibowo; Dwi Budiono; Erni Sulistiawati; Wining Astini; Surya Kusuma Wijaya; Agus Faisal
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 7 (2026): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v11i7.12161

Abstract

Sheep and goat husbandry has constituted an integral component of community life and represents an alternative source of income for a segment of the population in Mulyaharja Urban Village, Bogor City, West Java. Nevertheless, insufficient knowledge among smallholder farmers regarding livestock health management remains the foremost constraint to advancing productive and sustainable animal husbandry. A considerable number of farmers demonstrate limited understanding of livestock diseases, preventive and curative interventions, and the appropriate formulation of feed and nutritional supplementation. The program was initiated through a series of activities, including group discussions, clinical examinations of livestock, and the administration of anthelmintic treatment. Findings from the discussions and health assessments indicated a high prevalence of reproductive health disorders, coupled with inadequate dietary protein and mineral intake for sheep and goats among the participating farmers. Reproductive health impairments in livestock are commonly associated with insufficient mineral intake. A total of 15 farmers participated in this program, which demonstrably improved participants' understanding of livestock health management, with particular emphasis on animal nutrition and the acquisition of practical competencies in mineral block preparation.