Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Keanekaragaman Pangan melalui Pelatihan Dimsum Ikan Nila pada Kelompok Usaha Pangan Lokal di Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng Ni Mada Ayu Suardani Singapurwa; Ketut Agung Sudewa; Luh Suariani; Ni Made Darmadi; Andika Umbu Tiba; Amelia Putri Purnomo; Ernesia Kunigunda Lando
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.26489

Abstract

ABSTRAK Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng memiliki potensi sumber daya perikanan air tawar yang dapat dikembangkan menjadi produk pangan bernilai tambah melalui diversifikasi olahan ikan nila. Namun, kelompok usaha pangan lokal masih menghadapi keterbatasan variasi produk dan strategi pemasaran yang berdampak pada rendahnya peluang peningkatan pendapatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, pemasaran, dan omzet usaha melalui pelatihan pembuatan dimsum ikan nila. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan, praktik produksi, pendampingan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test, observasi keterampilan praktik, wawancara, dan analisis omzet usaha. Kegiatan melibatkan 10 anggota Kelompok Usaha Pangan Lokal di Desa Bebetin. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata dari 41,25 pada pre-test menjadi 78,75 pada post-test atau meningkat sebesar 91,0%. Keterampilan diversifikasi produk juga meningkat dengan kenaikan nilai praktik dari 3,0 menjadi 4,28 (skala 5) atau sebesar 42,7%. Program menghasilkan produk baru berupa dimsum ikan nila dengan berbagai variasi bentuk, ukuran, serta kemasan yang lebih terstandar. Dari aspek pemasaran, kelompok berhasil memperluas kanal promosi, menerapkan pencatatan pesanan, dan menyusun strategi penjualan yang lebih terarah. Dampak ekonomi ditunjukkan oleh peningkatan omzet kelompok dari Rp4.000.000 per bulan menjadi Rp8.000.000 per bulan atau meningkat sebesar 100%. Selain itu, volume penjualan dimsum mencapai 240–540 porsi per bulan dengan frekuensi pesanan 2–4 kali per minggu. Dengan demikian, pelatihan dan pendampingan pembuatan dimsum ikan nila terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas kelompok usaha, memperluas diversifikasi produk pangan lokal, dan meningkatkan pendapatan usaha secara berkelanjutan. Kata Kunci: Desa Bebetin, Dimsum, Ikan Nila, Keanekaragaman Pangan, Pemberdayaan Masyarakat.  ABSTRACT Bebetin Village, Sawan District, Buleleng Regency has considerable freshwater fishery resources that can be developed into value-added food products through tilapia diversification. However, local food business groups face limitations in product variation and marketing strategies. This community service program aimed to improve participants’ knowledge, skills, marketing capacity, and business income through training on tilapia fish dimsum production. Method: The program involved counseling, hands-on training, production assistance, and evaluation using pre-test and post-test assessments, practical skill observations, interviews, and business turnover analysis. A total of 10 members of a local food business group participated in the activity. Participants’ knowledge significantly increased, with average scores rising from 41.25 in the pre-test to 78.75 in the post-test (91.0% increase). Practical skills improved from an average score of 3.0 to 4.28 on a 5-point scale (42.7% increase). The program successfully introduced new diversified products, including tilapia fish dimsum with improved shape, size consistency, and packaging quality. Marketing capacity improved through expanded promotional channels, simple order-recording systems, and more structured sales strategies. Economically, the group’s monthly turnover increased from IDR 4,000,000 to IDR 8,000,000 (100% increase). Furthermore, dimsum sales reached 240–540 portions per month with an order frequency of 2–4 times per week. Training and mentoring in tilapia fish dimsum production effectively enhanced the capacity of local food business groups, promoted food diversification, and increased business income sustainably. Keywords: Bebetin Village, Fish Dimsum, Tilapia, Food Diversification, Community Empowerment. 
TEKNOLOGI TEPAT GUNA PENGOLAHAN MINYAK KELAPA TRADISIONAL FERMENTASI BERBASIS NENAS DAN PEPAYA DI DESA BEBETIN Ni Made Ayu Suardani Singapurwa; Ketut Agung Sudewa; Luh Suariani; Ni Made Darmadi; Andika Umbu Tiba; Amelia Putri Purnomo; Ernesia Kunigunda Lando
PAKEM: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): Pakem : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/pakem.6.3.364-373

Abstract

This community service activity was carried out in Bebetin Village, Sawan Subdistrict, Buleleng Regency, Bali Province, in collaboration with the Mina Anakan Farmers Group. The program aimed to improve production efficiency and strengthen the group’s capacity in processing coconuts into traditionally fermented coconut oil by utilizing local materials. The method applied included mixing coconut milk with 15% pineapple and 15% papaya, allowing it to stand for 2 hours under sunlight, collecting the cream fraction, and heating the cream for 30 minutes until the oil separated. The production practice used 100 medium-sized coconuts with a reference yield of 150–250 ml per coconut, resulting in a potential oil output of 15–25 liters. Implementation results showed a shorter process and lower fuel consumption because heating was focused on the cream fraction. The program also contributed a coconut grating machine and supporting equipment to strengthen production facilities. Pre-test and post-test evaluations indicated an increase in average knowledge from 36% to 86%, technical skills from 33.3% to 86.7%, and marketing from 22% to 74%. Economically, the program set a target of a 100% increase in turnover from IDR 3,000,000/month to IDR 6,000,000/month. Thus, the fermentation method assisted by pineapple and papaya has the potential to increase production efficiency and support the strengthening of group-based traditional coconut oil enterprises.