Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN MOTIVASI BELAJAR DALAM MEMEDIASI PENGARUH PROJECT-BASED LEARNING BERBASIS ISU SOSIAL LOKAL TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS Rusdiyana Tugy; Nanik Hindaryatiningsih; La Ode Safarudin
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.12958

Abstract

The low analytical reasoning skills of students due to the dominance of monotonous and teacher-centered conventional teaching are the background of this research activity. These operational problems trigger the sluggish attention of junior high school students in interpreting sociocultural problems around them. The main focus of this scientific study is to detect the mediating role of learning motivation variables on the influence of Project-Based Learning based on local social issues in boosting students' critical thinking skills in Social Studies learning. This quantitative research path applies an explanatory research design through proportional random sampling of 251 active students. Primary field data collection was collected through a closed Likert scale questionnaire technique, which was then analyzed using structural equation modeling Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS). Quantitative data from empirical testing revealed a direct effect of the project-based model on critical thinking with a significant positive value with a path coefficient of 0.412. In line with that, the indirect effect coefficient through the mediating variable recorded a significance figure of 0.534. The main conclusion of the study confirms that learning motivation has been proven to convincingly carry out a partial mediation function in strengthening the acceleration of students' spatial problem solving. This instructional pattern is highly recommended for curriculum practitioners as an essential curative strategy to create a contextual and meaningful learning ecosystem. ABSTRAK Rendahnya ketajaman penalaran analitis siswa akibat dominasi pengajaran konvensional yang monoton dan berpusat pada guru melatarbelakangi kegiatan penelitian ini. Masalah operasional tersebut memicu kelesuan perhatian siswa sekolah menengah pertama dalam menafsirkan problem sosiokultural di sekitarnya. Fokus utama kajian ilmiah ini adalah mendeteksi peran mediasi dari variabel motivasi belajar terhadap pengaruh Project-Based Learning berbasis isu sosial lokal dalam mendongkrak kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Jalur riset kuantitatif ini menerapkan desain explanatory research melalui penarikan sampel secara proportional random sampling terhadap 251 siswa aktif. Pengumpulan data primer lapangan dihimpun lewat teknik angket kuesioner skala Likert tertutup, yang selanjutnya dianalisis menggunakan pemodelan persamaan struktural Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS). Data kuantitatif hasil pengujian secara empiris menyingkap pengaruh langsung model berbasis proyek terhadap berpikir kritis bernilai positif signifikan dengan koefisien jalur 0,412. Selaras dengan itu, koefisien pengaruh tidak langsung melalui variabel mediasi mencatatkan angka signifikansi sebesar 0,534. Simpulan utama penelitian menegaskan bahwa motivasi belajar terbukti secara meyakinkan menjalankan fungsi mediasi parsial dalam memperkuat akselerasi pemecahan masalah spasial siswa. Pola instruksional ini sangat direkomendasikan bagi praktisi kurikulum sebagai strategi kuratif esensial untuk melahirkan ekosistem belajar yang kontekstual dan bermakna.    
STRATEGI PEMASARAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DI KECAMATAN PUUWATU Rusdiyana Tugy; Ramly Ramly; Nanik Hindariyatiningsih; Murni Nia; La Ode Safarudin
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i1.8516

Abstract

This study aims to analyze the marketing strategies implemented by MSMEs in Puuwatu District and the factors influencing them. This research uses a qualitative approach with a field study design. Data was collected through interviews, observations, and documentation from informants, including officials from the Department of Industry and Trade (Disperindag), the Department of Manpower and Cooperatives (Disnakerperinkop), and MSME actors. The findings indicate that most MSMEs in Puuwatu District utilize social media as a primary marketing strategy. Platforms used include Facebook, Instagram, WhatsApp, and Telegram, as well as joining online business platforms such as GrabFood and Tokoku. Digital marketing has become an effective way to increase the market reach of MSMEs, which previously relied on traditional methods. The study found that 75% of MSME actors have successfully increased their business visibility through the use of social media and online platforms. In addition, the study identifies several factors affecting MSME marketing. Inhibiting factors include limited capital, low human resource capacity (HR), weak business networks, and limited facilities and infrastructure. Meanwhile, supporting factors for MSME marketing in Puuwatu District include digital transformation that expands market access, strengthening MSME institutions that support business sustainability, increasing MSME actors' capacity through training and mentoring, and improving accessibility to financing. These findings provide insight into the importance of utilizing technology in MSME marketing strategies to enhance competitiveness and business sustainability in the digital era. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran yang diterapkan oleh UMKM di Kecamatan Puuwatu serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dari informan yang terdiri dari pejabat Disperindag, Disnakerperinkop, serta pelaku UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar UMKM di Kecamatan Puuwatu memanfaatkan media sosial sebagai strategi pemasaran utama. Platform yang digunakan meliputi Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Telegram, serta bergabung dengan platform usaha online seperti GrabFood dan Tokoku. Pemasaran digital menjadi cara efektif untuk meningkatkan jangkauan pasar UMKM, yang sebelumnya bergantung pada metode tradisional. Penelitian ini menemukan bahwa 75% pelaku UMKM telah berhasil meningkatkan visibilitas usaha mereka melalui penggunaan media sosial dan platform online. Selain itu, penelitian ini mengidentifikasi beberapa faktor yang mempengaruhi pemasaran UMKM. Faktor penghambat meliputi keterbatasan modal, rendahnya kapasitas sumber daya manusia (SDM), lemahnya jaringan usaha, serta keterbatasan sarana dan prasarana. Sementara itu, faktor pendukung pemasaran UMKM di Kecamatan Puuwatu antara lain transformasi digital yang memperluas akses pasar, penguatan kelembagaan UMKM yang mendukung keberlanjutan usaha, peningkatan kapasitas pelaku UMKM melalui pelatihan dan pendampingan, serta aksesibilitas UMKM terhadap pembiayaan. Temuan ini memberikan wawasan mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi dalam strategi pemasaran UMKM untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha di era digital.