Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DAN MINAT BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR IPS SISWA SMP NEGERI DI TOMIA Lusriamil Lusriamil; Ramly Ramly; Muliha Halim
Jurnal Wahana Kajian Pendidikan IPS Vol 5, No 2 (2021): Terbit 2 kali dalam setahun
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jwkp-ips.v5i2.27965

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kecerdasan emosional dan minat belajar dengan hasil belajar IPS siswa SMP Negeri  di Tomia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri di Tomia yang berjumlah 317 siswa dengan jumlah sampel adalah 76 siswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket dan tes serta dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat hubungan positif kecerdasan emosional dengan hasil belajar IPS siswa SMP Negeri di Tomia yang ditunjukkan oleh koefisien korelasi sebesar 0,593 dengan nilai signifikan sebesar 0,000 (0,000 < 0,05); (2) terdapat hubungan positif minat belajar dengan hasil belajar IPS siswa SMP Negeri di Tomia yang ditunjukkan oleh koefisien korelasi sebesar 0,657 dengan nilai signifikan sebesar 0,000 (0,000 < 0,05); (3) terdapat hubungan positif kecerdasan emosional dan minat belajar secara bersama-sama dengan hasil belajar IPS siswa SMP Negeri di Tomia yang ditunujukkan oleh koefisien korelasi ganda sebesar 0,734 dengan nilai signifikan sebesar 0,000 (0,000 < 0,05) dan nilai kontribusi sebesar 53,8%. Artinya bahwa semakin tinggi  kecerdasan emosional dan minat belajar maka akan semakin baik hasil belajar yang diperoleh siswa.Kata kunci: Kecerdasan Emosional; Minat Belajar; Hasil Belajar IPS.
Pelatihan Branding dan Promosi Digital Sebagai Strategi Peningkatan Daya Saing Pelaku Usaha UMKM Konawe Selatan Harjun Harjun; Muh Fathul Ikrar; Yasmin Saul Sambolayuk; Asriyani Mulia Basri; Rizal Rizal; Abdullah Igo BD; Hasniah Hasniah; Murni Nia; Ramly Ramly; Wa Ode Fazri Samsinar
Indonesia Berdampak: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/3kjrbb37

Abstract

This community service program was themed "Branding and Digital Promotion Training as a Strategy to Increase the Competitiveness of MSMEs in South Konawe." The training targeted sixteen (16) MSMEs, both in the same and different business types, who were expected to be able to develop their businesses after participating in the training. Digital marketing training for MSMEs in South Konawe positively contributed to increasing the knowledge, skills, and awareness of entrepreneurs in utilizing digital technology as a marketing strategy. Through a combination of material delivery and practice, participants mastered product photography techniques, digital catalog management, promotional content creation, branding strategies, social media utilization, and marketplace management, enabling them to build a more professional business identity and expand market reach. Therefore, this training is a strategic step in encouraging the digital transformation of MSMEs, increasing their competitiveness, and supporting the sustainable improvement of MSME welfare and the regional economy.
STRATEGI PEMASARAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DI KECAMATAN PUUWATU Rusdiyana Tugy; Ramly Ramly; Nanik Hindariyatiningsih; Murni Nia; La Ode Safarudin
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i1.8516

Abstract

This study aims to analyze the marketing strategies implemented by MSMEs in Puuwatu District and the factors influencing them. This research uses a qualitative approach with a field study design. Data was collected through interviews, observations, and documentation from informants, including officials from the Department of Industry and Trade (Disperindag), the Department of Manpower and Cooperatives (Disnakerperinkop), and MSME actors. The findings indicate that most MSMEs in Puuwatu District utilize social media as a primary marketing strategy. Platforms used include Facebook, Instagram, WhatsApp, and Telegram, as well as joining online business platforms such as GrabFood and Tokoku. Digital marketing has become an effective way to increase the market reach of MSMEs, which previously relied on traditional methods. The study found that 75% of MSME actors have successfully increased their business visibility through the use of social media and online platforms. In addition, the study identifies several factors affecting MSME marketing. Inhibiting factors include limited capital, low human resource capacity (HR), weak business networks, and limited facilities and infrastructure. Meanwhile, supporting factors for MSME marketing in Puuwatu District include digital transformation that expands market access, strengthening MSME institutions that support business sustainability, increasing MSME actors' capacity through training and mentoring, and improving accessibility to financing. These findings provide insight into the importance of utilizing technology in MSME marketing strategies to enhance competitiveness and business sustainability in the digital era. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran yang diterapkan oleh UMKM di Kecamatan Puuwatu serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dari informan yang terdiri dari pejabat Disperindag, Disnakerperinkop, serta pelaku UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar UMKM di Kecamatan Puuwatu memanfaatkan media sosial sebagai strategi pemasaran utama. Platform yang digunakan meliputi Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Telegram, serta bergabung dengan platform usaha online seperti GrabFood dan Tokoku. Pemasaran digital menjadi cara efektif untuk meningkatkan jangkauan pasar UMKM, yang sebelumnya bergantung pada metode tradisional. Penelitian ini menemukan bahwa 75% pelaku UMKM telah berhasil meningkatkan visibilitas usaha mereka melalui penggunaan media sosial dan platform online. Selain itu, penelitian ini mengidentifikasi beberapa faktor yang mempengaruhi pemasaran UMKM. Faktor penghambat meliputi keterbatasan modal, rendahnya kapasitas sumber daya manusia (SDM), lemahnya jaringan usaha, serta keterbatasan sarana dan prasarana. Sementara itu, faktor pendukung pemasaran UMKM di Kecamatan Puuwatu antara lain transformasi digital yang memperluas akses pasar, penguatan kelembagaan UMKM yang mendukung keberlanjutan usaha, peningkatan kapasitas pelaku UMKM melalui pelatihan dan pendampingan, serta aksesibilitas UMKM terhadap pembiayaan. Temuan ini memberikan wawasan mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi dalam strategi pemasaran UMKM untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha di era digital.