Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemikiran Pendidikan Ibnu Khaldun tentang Proses Belajar dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Islam Erlani Erlani; Sri Sukmawati; Ali Maulida
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1025

Abstract

Pemikiran Ibnu Khaldun dalam bidang pendidikan memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan konsep pembelajaran Islam, khususnya mengenai proses belajar yang berorientasi pada pembentukan kompetensi peserta didik secara bertahap dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemikiran pendidikan Ibnu Khaldun tentang proses belajar serta implikasinya bagi pengembangan pendidikan Islam kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data primer diperoleh dari Al-Muqaddimah karya Ibnu Khaldun, sedangkan data sekunder berasal dari buku, artikel jurnal, dan penelitian terdahulu yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis melalui reduksi data, kategorisasi, interpretasi, sintesis, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses belajar menurut Ibnu Khaldun didasarkan pada prinsip tadarruj (bertahap), malakah (pembiasaan hingga terbentuk kompetensi), tikrar (pengulangan), kesiapan peserta didik, pembelajaran yang humanis, serta integrasi ilmu agama dan ilmu rasional. Penelitian ini menemukan bahwa prinsip-prinsip tersebut relevan dengan teori belajar modern, seperti konstruktivisme, experiential learning, dan competency-based learning, sehingga tetap kontekstual dalam menghadapi tantangan pendidikan Islam abad ke-21. Kebaruan penelitian ini terletak pada sintesis pemikiran Ibnu Khaldun dengan paradigma pendidikan Islam kontemporer melalui analisis komparatif terhadap penelitian sebelumnya. Temuan penelitian diharapkan dapat menjadi landasan konseptual bagi pengembangan kurikulum, metode pembelajaran, dan pendidikan karakter di lembaga pendidikan Islam.
Relasi Iman, Ilmu, Dan Amal Sebagai Fondasi Peradaban Islam: Problematika Degradasi Spiritual Dan Strategi Pemecahannya Erlani Banika; Sri Sukmawati; Ali Maulida
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peradaban Islam dibangun di atas integrasi iman, ilmu, dan amal sebagai fondasi utama pembentukan individu, masyarakat, dan sistem sosial yang berkeadaban. Namun, modernitas yang ditandai oleh kemajuan teknologi, globalisasi, materialisme, dan sekularisasi telah memicu berbagai bentuk degradasi spiritual, seperti melemahnya komitmen keagamaan, meningkatnya individualisme, krisis moral, dan krisis identitas di kalangan umat Islam. Penelitian sebelumnya umumnya mengkaji iman, ilmu, dan amal secara terpisah, sehingga kajian yang mengintegrasikan ketiganya sebagai fondasi peradaban sekaligus solusi atas degradasi spiritual masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis relasi iman, ilmu, dan amal dalam perspektif peradaban Islam serta merumuskan strategi pemecahan degradasi spiritual melalui pendidikan Islam. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejayaan peradaban Islam tercapai melalui integrasi harmonis antara iman, ilmu, dan amal, sedangkan degradasi spiritual muncul akibat disintegrasi ketiganya. Oleh karena itu, revitalisasi pendidikan berbasis tauhid, penguatan karakter Islami, budaya ilmu, serta peran keluarga dan masyarakat menjadi strategi penting dalam membangun generasi yang beriman, berilmu, dan beramal saleh.