Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tipologi dan Perkembangan Metodologi Penyusunan Kitab Hadis dalam Tradisi Keilmuan Lonny Viona D; Muhammadiyah Amin; Abdul Fattah
Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 10 (2026): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v3i10.391

Abstract

Penelitian ini bertujuan memetakan secara komprehensif ragam metodologi penyusunan kitab hadis yang berkembang sepanjang sejarah kodifikasi Islam, menganalisis karakteristik distingtif beserta implikasi epistemologis dari setiap tipologi, serta mengevaluasi relevansinya dalam konteks kajian hadis kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan library research dengan metode deskriptif, analitis, dan komparatif. Sumber data mencakup kitab-kitab hadis klasik sebagai sumber primer dan literatur akademik terakreditasi periode 2021–2025 sebagai sumber sekunder. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tradisi kodifikasi hadis melahirkan beragam tipologi metodologis yang masing-masing memiliki orientasi dan prinsip organisasional yang berbeda secara fundamental. Tipologi Musannaf dan Muwaththa' berorientasi pada kebutuhan hukum-praksis, tipologi Musnad menopang perkembangan ilmu rijal al-hadis dan Jarh wa Ta'dil, tipologi Jami' menyajikan cakupan tematik yang paling menyeluruh, sedangkan tipologi derivatif seperti Mustadrak, Mustakhraj, dan Zawaid berfungsi melengkapi dan menyempurnakan korpus hadis yang telah ada sebelumnya. Setiap metodologi mengandung implikasi epistemologis yang berbeda terhadap aksesibilitas, sistematika, dan fungsionalitas hadis dalam tradisi keilmuan Islam. Di era kontemporer, metodologi-metodologi klasik tersebut mengalami revitalisasi melalui integrasi teknologi digital, pendekatan interdisipliner, dan transformasi kajian syarah hadis yang semakin adaptif. Temuan ini menunjukkan bahwa penguasaan metodologi penyusunan kitab hadis tidak hanya penting untuk pemahaman tekstual, tetapi juga berperan strategis dalam pengembangan kurikulum pendidikan hadis yang terstruktur dan inovasi metodologis berbasis digital yang relevan dengan kebutuhan intelektual Muslim modern. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa penguasaan menyeluruh terhadap metodologi penyusunan kitab hadis merupakan prasyarat epistemologis fundamental bagi pengembangan kajian hadis yang inovatif, kontekstual, dan responsif terhadap tantangan intelektual umat Islam di era modern.
Dampak Jangka Panjang Perang Salib terhadap Relasi Dunia Islam dan Barat dalam Politik Global Kontemporer Lonny Viona D; Hasaruddin; Andi Abdul Hamzah
Blantika: Multidisciplinary Journal Vol. 4 No. 7 (2026): Blantika: Multidisciplinary Journal
Publisher : PT. Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/blantika.v4i7.531

Abstract

Perang Salib merupakan salah satu peristiwa historis yang memiliki pengaruh panjang terhadap pembentukan relasi antara dunia Islam dan Barat. Konflik yang berlangsung pada abad ke-11 hingga ke-13 tidak hanya berkaitan dengan aspek keagamaan, tetapi juga melibatkan kepentingan politik, ekonomi, dan konstruksi identitas yang kemudian membentuk persepsi antarperadaban hingga masa kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak jangka panjang Perang Salib terhadap relasi Islam dan Barat dalam politik global kontemporer melalui kajian terhadap pembentukan identitas, stereotip, memori kolektif, dan dinamika hubungan internasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai literatur akademik, buku sejarah, jurnal ilmiah, dan dokumen relevan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif-interpretatif dengan perspektif konstruktivisme dalam hubungan internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perang Salib tidak hanya meninggalkan dampak material, tetapi juga membentuk konstruksi sosial berupa narasi konflik, persepsi antagonistik, dan identitas “kita” versus “mereka” yang terus direproduksi dalam berbagai wacana politik global. Warisan historis tersebut masih terlihat dalam dinamika konflik Timur Tengah, Islamofobia, kebijakan luar negeri, serta hubungan diplomatik antara dunia Islam dan Barat. Kesimpulannya, Perang Salib menjadi salah satu faktor historis yang berkontribusi dalam membentuk pola relasi kontemporer Islam–Barat, meskipun dinamika politik modern juga dipengaruhi oleh faktor ekonomi, sosial, dan geopolitik lainnya.