Ahmadan
Universitas Alkhairaat Palu

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ADAT BARE’E KAYORI DI DESA BANANO KECAMATAN TOJO KABUPATEN TOJO UNA-UNA DALAM TINJAUAN HUKUM ISLAM Muhamad Sauki; Ahmadan; Abd. Gafar Mallo
Jurnal Al-Mashadir : Ilmu Hukum dan Ekonomi Islam Vol. 4 No. 1 (2022): JANUARI
Publisher : Jurnal Al-Mashadir : Ilmu Hukum dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian berjudul “Adat Bare’e Kayori di Desa Banano Kecamatan Tojo Kabupaten Tojo Una-una Dalam Tinjauan Hukum Islam”, dengan pokok bahasan bagaimanakah tinjauan hukum Islam terhadap prosesi adat Bare’e Kayori di Desa Banano Kecamatan Tojo Kabupaten Tojo Una-una. Pokok bahasan tersebut diformulasi kedalam dua sub. Masalah yakni 1. Bagaimana bentuk prosesi adat Bare’e Kayori di Desa Banano Kecamatan Tojo Kabupaten Tojo Una-una, 2. Apakah prosesi adat Bare’e Kayori di Desa Banano Kecamatan Tojo Kabupaten Tojo Unauna sesuai atau tidak dengan hukum Islam. Tujuan pembahasan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bentuk prosesi adat Bare’e Kayori di Desa Banano Kecamatan Tojo Kabupaten Tojo Una-una dan untuk mengetahui tinjauan hukum Islam tentang prosesi adat Bare’e Kayori di Desa Banano Kecamatan Tojo Kabupaten Tojo Unauna. Metode yang digunakan dalam pembahasan penelitian ini adalah metode pendekatan dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan angket serta teknik analisis deduktif dan induktif. Dari hasil analisa ini, diperoleh hasil bahwa : 1. Bentuk prosesi adat Bare’e Kayori di Desa Banano Kecamatan Tojo Kabupaten Tojo Una-una merupakan suatu tradisi yang dilaksanakan secara turun temurun dan benuansa Islami, 2. Dalam pelaksanaan adat tersebut, Adat ini di laksanakan setelah selesai panen raya, terutama tanaman padi dalam bentuk pesta rakyat dan tidak bertentangan dengan Hukum Islam.
TEORI KEBERLAKUAN HUKUM ISLAM DI INDONESIA DAN IMPLEMENTASINYA DALAM LEGISLASI NASIONAL Ahmadan
Jurnal Al-Mashadir : Ilmu Hukum dan Ekonomi Islam Vol. 6 No. 1 (2024): JANUARI
Publisher : Jurnal Al-Mashadir : Ilmu Hukum dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hukum Islam adalah bagian dari sistematika ajaran agama Islam yang keberadaannya bersamaan dengan agama itu sendiri. Dalam konteks ke-Indonesiaan, keberlakukan hukum Islam telah mengalami proses sejarah panjang yang diikuti dengan ragam pandangan dan peraturan yang menjadi bagian dari pencegahan terhadap berkembangnya di Indonesia yang di tandai dengan ragam teori keberlakukannya. Selain itu, hukum Islam belum sepenuhnya terakomodir dalam proses legislasi nasional. Bagaimana teori keberlakukan hukum Islam di Indonesia dan bukti implementasinya ke dalam legislasi nasional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui teori-teori yang menjelaskan tentang keberlakuan hukum Islam dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia. Jenis penelitiannya kualitatif deskriptif dan menggunakan sumber pustaka. Pengumpulan datanya melalui dokumen berupa buku atau referensi dan hasil riset yang dipublikasi melalui jurnal dan makalah ilmiah. Hasilnya menunjukkan bahwa teori keberlakukan hukum Islam melalui syahadat adalah yang paling mengikat oleh setiap umat Islam. Sementara teori lainnya mengalami proses dialog dan diskusi untuk bisa diterima sebagai bagian dari hukum yang sah berlaku dan mengikat bagi masyarakat.
URGENSI ITSBAT NIKAH HUBUNGANNYA DENGAN PEMBENTUKAN KELUARGA SAKINAH, MAWADDAH, WARAHMAH Ahmadan
Jurnal Al-Mashadir : Ilmu Hukum dan Ekonomi Islam Vol. 7 No. 1 (2025): JANUARI
Publisher : Jurnal Al-Mashadir : Ilmu Hukum dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketatnya aturan terhadap perkawinan menjadi sebab jumlah perkawinan di bawah tangan masih terus terjadi. Peraturan perundang-undangan perkawinan di Indonesia cenderung melegitimasi sistem "monogami" dan menjadikan salah satu syarat harus tercatat. Jika perkawinan itu tidak tercatat, konsekuensinya tidak sah dan berdampak negatif terhadap jaminan serta kepastian hukum menyangkut hak-hak pelaku. Walaupun demikian, terbuka ruang seluruh perkawinan yang telah terjadi sebelum dan sesudah di undangkannya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tetapi tidak tercatat dapat mengajukan itsbat atau pengesahan nikah dengan mengajukan permohonan kepada Pengadilan Agama. Riset ini untuk mengungkap urgensinya itsbat nikah dalam tatanan kehidupan bermasyarakat dan bernegara, kemudian mencoba menghubungkannya dengan tujuan utama perkawinan yaitu pencapaian kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Dengan bersumberkan pada kajian pustaka yang didominasi dari artikel-artikel yang tersebar dalam ragam jurnal dengan metode analisis deskriptif dan komparatif, maka ditemukan beberapa catatan penting: itsbat nikah adalah solusi ketidakpastian hukum atas status perkawinan seseorang; itsbat nikah menjadi dasar penjaminan pelayanan negara (pemerintah) kepada suami istri atas segala bentuk hak-haknya; dan sakinah, mawaddah, warahmah sebagai tujuan utama perkawinan akan semakin sempurna jika perkawinan tidak melahirkan keraguan, fitnah, tuduhan terhadap suami istri yang tidak diketahui terjadinya suatu perkawinan di lingkungan bermasyarakat. Itsbat nikah sebagai cara untuk menghilangkan stigma negatif dan ketidak tenteraman psikologis bagi suami istri.
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP TRADISI SUMPAH DOLOP DALAM PENYELESAIAN SENGKETA DI DESA KEKAYAP KABUPATEN NUNUKAN Muhamad Hamit; Ahmadan; Munarif
Jurnal Al-Mashadir : Ilmu Hukum dan Ekonomi Islam Vol. 8 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Jurnal Al-Mashadir : Ilmu Hukum dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hukum Dolop dilaksanakan dengan cara kedua pihak yang bersengketa menyelam di sungai, dipimpin Ketua Adat melalui pembacaan mantra. Pihak yang lebih dahulu keluar dinyatakan bersalah, sedangkan yang bertahan dinyatakan tidak bersalah. Sebelum prosesi, kedua pihak menyepakati sanksi dalam surat pernyataan bersama. Dalam perspektif maslahat syariat Islam, Tradisi Dolop dapat diterima dari sisi tujuan sosialnya sebagai mekanisme penyelesaian konflik dan penguat nilai kejujuran, sejalan dengan prinsip jalbul mashalih wa dar’ul mafasid. Namun, tradisi ini harus ditolak apabila mengandung keyakinan terhadap kekuatan supranatural di luar Allah Swt karena bertentangan dengan prinsip tauhid.
EFEKTIVITAS MODEL KERJASAMA MUKHABARAH DALAM PENINGKATAAN PRODUKTIVITAS HASIL PERTANIAN SAWAH DI DESA NAMBARU KABUPATEN PARIGI MOUTONG Maudi Humaira; Ahmadan; Syarif Nadjemudin; Lathifah A. Lanonci
Jurnal Al-Mashadir : Ilmu Hukum dan Ekonomi Islam Vol. 8 No. 2 (2026): JULI
Publisher : Jurnal Al-Mashadir : Ilmu Hukum dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/jam.v8i2.56

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh praktik kerja sama pertanian antara pemilik lahan dan penggarap di Desa Nambaru, yang dikenal dengan sistem mukhabarah. Masalah utama yang dikaji adalah bagaimana model dan efektivitas kerja sama mukhabarah dalam meningkatkan hasil pertanian sawah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan model tersebut serta menganalisis efektivitasnya dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mukhabarah efektif meningkatkan hasil panen, membantu petani tanpa lahan mendapatkan pekerjaan, serta mengatasi kendala usia dan modal bagi pemilik lahan. Namun, ditemukan pula kendala seperti fluktuasi harga dan minimnya pengawasan akad. Saran dari penelitian ini adalah perlunya penguatan kelembagaan lokal dan pendampingnya syariah agar sistem mukhabarah berjalan lebih optimal dan sesuai prinsip ekonomi Islam.