Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Penyusunan  Anggaran Dasar Dan Anggaran Rumah Tangga Dalam Organisasi Masyarakat Di Desa Jawapogo Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo Yohana Fransiska Medho; Maximianus Ardon Bidi; Maria Augustin Lopes Amaral; Veronika Ruba Pena
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2025): September 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i5.781

Abstract

Abstrak harus diakhiri dengan komentar tentang pentingnya hasil atau kesimpulan singkat.  Pelatihan penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas organisasi masyarakat di Desa Jawapogo, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo. Banyak organisasi lokal, seperti Karang Taruna “Tunas Muda”, kelompok tani, dan kelompok perempuan belum memiliki dokumen AD/ART yang jelas dan terstruktur sebagai pedoman kelembagaan. Padahal, AD/ART sangat penting sebagai dasar hukum dan operasional organisasi agar dapat berjalan secara efektif, akuntabel, dan demokratis. Pelatihan ini dilakukan dengan pendekatan partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi kelompok, analisis contoh dokumen, dan simulasi penyusunan AD/ART. Materi mencakup konsep dasar, struktur, dan isi AD/ART sesuai regulasi yang berlaku, serta penguatan kapasitas organisasi secara menyeluruh. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat kepuasan peserta sangat tinggi, baik dari segi isi materi, metode penyampaian, hingga manfaat kegiatan bagi organisasi mereka. Kegiatan ini berhasil mendorong peserta untuk menyusun draft AD/ART secara mandiri dan meningkatkan kesadaran pentingnya regulasi internal dalam memperkuat tata kelola organisasi masyarakat Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap keberlangsungan dan profesionalisme organisasi masyarakat di tingkat desa, serta mendukung terciptanya masyarakat yang mandiri dan berdaya dalam pembangunan lokal.
Revitalizing Etu Traditional Boxing as Local Wisdom for Sustainable Tourism Policy Development: A Case Study of Wuliwalo Village, Nagekeo Regency, Indonesia Yohana Fransiska Medho; Maximianus Ardon Bidi; Droste Go Jewa
Journal Public Policy Vol 12, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpp.v12i2.13402

Abstract

The Etu traditional boxing tradition is a form of local wisdom of the Wulu people of Wuliwalo Village, Nagekeo Regency, NTT. It symbolizes courage, social solidarity, and customary conflict resolution. However, this tradition faces challenges due to modernization and declining interest from the younger generation. The aim of this study is to identify local values contained in Etu, analyze the revitalization strategies carried out by the community, and evaluate the role of Etu in the development of cultural tourism. The method used was descriptive qualitative with a case study approach. Data collection techniques included in-depth interviews, participant observation, and documentation. The research location was in Wulu, Wuliwalo Village, Mauponggo District, Nagekeo Regency. The research results show that Etu still holds strong cultural significance, embodied in the values of restrained courage, restorative solidarity, and discipline that respects tradition. Revitalization efforts have been carried out through youth involvement, systematic documentation, scheduling Etu in the village's annual cultural calendar (as an educational demonstration), and collaboration with tourism awareness groups (Pokdarwis). This revitalization has resulted in increased youth participation, the emergence of local economic opportunities, and the strengthening of cultural identity. In conclusion, if managed in a participatory and sustainable manner, Etu has great potential to become a unique and authentic community-based tourist attraction, providing significant social and economic benefits, and strengthening local cultural identity.