Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Program Integrasi Ekonomi Hijau dan Ekonomi Biru sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarkat di Desa Maukeli Kecamatan Mauponggo Kabupaten Nagekeo Nusa Tenggara Timur Siska Novianti Siregar; Eusabius Separera Niron; Veronika Ruba Pena
ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdikan.v5i1.7725

Abstract

Maukeli Village in Mauponggo Subdistrict, Nagekeo Regency, possesses significant terrestrial and marine resources that have not been optimally managed. Limited public awareness of environmental management and sustainable resource utilization remains a major obstacle to improving community welfare. This Community Service Program (PKM) aimed to integrate the concepts of Green Economy and Blue Economy as a strategy for sustainable, locally based empowerment. The program was conducted from April to May 2025 and involved 10–15 community members using participatory methods, including counseling sessions, Focus Group Discussions (FGD), field observations, and pre- and post-activity evaluations through interviews and observation. The results indicate an increase in community knowledge regarding waste management and compost production derived from agricultural waste. Furthermore, a business group operating under the Blue Economy framework was established within the Village-Owned Enterprise (BUMDes). As a follow-up initiative, a preliminary seaweed cultivation plan based on coastal potential was formulated. The integration of Green and Blue Economy principles serves as a strategic foundation for enhancing ecological awareness, strengthening local institutions, and improving community welfare in Maukeli Village.
Pelatihan Penyusunan  Anggaran Dasar Dan Anggaran Rumah Tangga Dalam Organisasi Masyarakat Di Desa Jawapogo Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo Yohana Fransiska Medho; Maximianus Ardon Bidi; Maria Augustin Lopes Amaral; Veronika Ruba Pena
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2025): September 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i5.781

Abstract

Abstrak harus diakhiri dengan komentar tentang pentingnya hasil atau kesimpulan singkat.  Pelatihan penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas organisasi masyarakat di Desa Jawapogo, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo. Banyak organisasi lokal, seperti Karang Taruna “Tunas Muda”, kelompok tani, dan kelompok perempuan belum memiliki dokumen AD/ART yang jelas dan terstruktur sebagai pedoman kelembagaan. Padahal, AD/ART sangat penting sebagai dasar hukum dan operasional organisasi agar dapat berjalan secara efektif, akuntabel, dan demokratis. Pelatihan ini dilakukan dengan pendekatan partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi kelompok, analisis contoh dokumen, dan simulasi penyusunan AD/ART. Materi mencakup konsep dasar, struktur, dan isi AD/ART sesuai regulasi yang berlaku, serta penguatan kapasitas organisasi secara menyeluruh. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat kepuasan peserta sangat tinggi, baik dari segi isi materi, metode penyampaian, hingga manfaat kegiatan bagi organisasi mereka. Kegiatan ini berhasil mendorong peserta untuk menyusun draft AD/ART secara mandiri dan meningkatkan kesadaran pentingnya regulasi internal dalam memperkuat tata kelola organisasi masyarakat Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap keberlangsungan dan profesionalisme organisasi masyarakat di tingkat desa, serta mendukung terciptanya masyarakat yang mandiri dan berdaya dalam pembangunan lokal.
Konflik dan Ambiguitas dalam Implementasi Kebijakan Penataan Pasar Wuring di Kabupaten Sikka Avryana V.E.F. Baso; Eusabius Separera Niron; Veronika Ruba Pena
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 9 No 3 (2026): Article in Press
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ganaya.v9i3.5660

Abstract

This study aims to analyze the implementation dynamics of the Wuring Market restructuring policy in Sikka Regency and examine how market expansion triggers governance fragmentation, legality contestations, and the transformation of local government authority. Employing a qualitative research methodology with a case study approach, primary data were gathered through interviews with key stakeholders, while secondary data were obtained from local policy documents, media reports, and Supreme Court Decision No. 209 K/TUN/2025. Guided by Richard Matland’s Ambiguity-Conflict Model, the findings demonstrate that the implementation of the Wuring Market policy underwent a sequential transformation from administrative implementation to experimental implementation, symbolic implementation, and ultimately political implementation. This shift was driven by the expansion of market functions that outgrew the initial policy design, emerging governance fragmentation, legal contestations over business licensing, and reassertive authority by the local government. This study highlights the necessity for adaptive and responsive regulatory frameworks in managing local economic spaces. Local governments should look beyond initial interventions and proactively anticipate spatial dynamics to prevent institutional conflicts. Theoretically, this article contributes to policy implementation literature by demonstrating how successful community-based programs can outgrow their original policy design and reshape the implementation environment on the ground.