Ridha Hayati
Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Kalimantan MAB

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis pengetahuan dan sikap yang berhubungan dengan perilaku pengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kecamatan Banjarbaru Selatan Ridha Hayati; Hilda Irianty
Health Research Journal of Indonesia Vol 3 No 2 (2024): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v3i2.517

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi masih menjadi ancaman kematian dalam diam (sillent killer) dimana prevalensi global hipertensi menjadi 22% dari total populasi dunia. Riskesdas tahun 2018 menunjukkan prevalensi hipertensi pada penduduk ≥ 18 tahun berdasarkan pengukuran nasional sebesar 34,11%. Ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan prevalensi hipertensi pada Riskesdas tahun 2013 sebesar 25,8%. Penderita hipertensi harus meminum obat seumur hidup, namun kadang kala tidak dihiraukan karena belum merasakan gejalanya. Pengetahuan dan sikap sangat berperan penting dalam menentukan perilaku seseorang. Selain meminum obat teratur, ada beberapa upaya pengendalian tekanan darah, antara lain mengatur pola makan, pola istirahat dan melakukan aktifitas fisik setiap hari. Di zaman gadget ini, kebanyakan masyarakat memiliki rutinitas yang pasif, kurang bergerak, dan karena tuntutan waktu, masyarakat memilih makanan instan daripada yang berserat. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah menganalilis hubungan pengetahuan dan sikap terhadap perilaku pengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode: Penelitian menggunakan metode cross sectional, dengan jumlah keseluruhan sampel 80 orang di wilayah Kecamatan banjarbaru Selatan, data diambil menggunakan kuesioner dan di analisis menggunakan uji statistic. Hasil: Hasil uji statistic menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan (p value 0,000) dan sikap (p value 0,001) dengan pengendalian tekanan darah, hal ini membuktikan bahwa perilaku yang baik di dasari oleh pengetahuan dan sikap yang positif. Simpulan: Dari hasil penelitian ini diharapkan institusi pendidikan dan instansi kesehatan bisa bekerjasama dalam memberikan promosi kesehatan.
Hubungan Pengetahuan, Personal Hygiene dan Ketersediaan Air Bersih dengan Kejadian Diare pada Balita di Desa Pasar Jati Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar Tahun 2024 Ridha Hayati; Muhammad Rifki Alfiannoor; Mahmudah Mahmudah; Erwin Ernadi
Health Research Journal of Indonesia Vol 3 No 6 (2025): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v3i6.805

Abstract

Pendahuluan: Penyakit diare merupakan salah satu penyakit yang berbasis lingkungan, yang dimana penyakit diare di desa pasar jati berjumlah 43 kasus diare. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kejadian diare, pengetahuan, personal hygiene dan ketersediaan air bersih serta menganalisis hubungan antara variabel tersebut. Metode Jenis penelitian ini yaitu menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi yaitu seluruh balita yang ada di Desa Pasar Jati yang berumur 1-5 tahun berjumlah sebanyak 256 balita.sampel diambil dengan teknik purposive sampling sebanyak 72 responden. Instrument penelitian menggunakan wawancara dan dilakukan door to door menggunakan kuesioner dan observasi. Hasil: Hasil univariat sebagian besar balita tidak terkena diare (65,3%), sebagian besar ibu balita mempunyai pengetahuan kurang (52,8%), sebagian besar personal hygiene baik (52,8%), sebagian besar air bersih tidak memenuhi syarat (63,9%). Hasil analisis diperoleh ada hubungan pengetahuan ibu (p-value =0,000) dan personal hygiene (p-value =0,000) dengan kejadian diare pada balita di Desa Pasar Jati Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar 2024. tidak ada hubungan ketersediaan air bersih (p-value =0,193) dengan kejadian diare pada balita di Desa Pasar Jati Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar tahun 2024. Kesimpulan: Saran bagi masyarakat lebih aktif terhadap berbagai penyuluhan dan bagi pemerintah desa agar bisa mengadakan penyuluhan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Analisis Implementasi Kebijakan Rekam Medis Elektronik (RME) di Puskesmas Cempaka Kota Banjarmasin Tahun 2025 Rojib Bakti Alphalah Ilham Cahaya; Ridha Hayati; Mahmudah; Elsi Setiandari LO; Hikmah Yusida
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 2 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i2.867

Abstract

Pendahuluan: Penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) di Puskesmas Cempaka Kota Banjarmasin di hadapkan dengan berbagai kendala antara lain dari segi sumber daya manusia dan sarana prasarana sistem dan aplikasi. Tujuan: menganalisis Implementasi Kebijakan Rekam Medis Elektronik (RME) di Puskesmas Cempaka Kota Banjarmasin berdasarkan faktor komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Hasil: Penelitian menunjukan bahwa komunikasi yang efektif melalui pertemuan resmi atau lokakarya mini (lokmin) sangat berperan dalam kesuksesan implementasi RME di Puskesmas Cempaka Kota Banjarmasin, meskipun ada tantangan terkait pemahaman pasien mengenai RME belum merata. Keterlibatan pegawai terlihat solid, masih terdapat kekurangan dalam hal sumber daya, seperti aplikasi BPJS, sistem E-pus atau jaringan internet serta dalam hal dukungan pelatihan yang memadai atau berkelanjutan dan belum adanya tenaga IT yang langsung berada di Puskesmas. Disposisi positif staf terhadap penggunaan RME menunjukan potensi keberhasilan, meskipun masih perlu perbaikan dan peningkatan dalam integrasi data atau sistem dan pelatihan. Struktur birokrasi dari SOP dan struktur organisasi juga merupakan suatu hal yang penting dalam keberhasilan implementasi RME. Simpulan: dari penelitian ini merekomendasikan peningkatan dalam sistem E-pus, aplikasi BPJS dan jaringan internet serta peningkatan dari Sumber Daya dan pengadaan pelatihan secara berkelanjutan serta pengadaan tenaga IT yang langsung berada di Puskesmas sangat mendukung untuk efektivitas implementasi RME di Puskesmas Cempaka Kota Banjarmasin.