Elsi Setiandari LO
Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Kalimantan MAB

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Capaian Level Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) Cara Produksi Pangan yang Baik untuk Industri Rumah Tangga (CPPB-IRT) di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala Tahun 2023 Khairul Anam; Mahmudah; Muhammad Bahrul Ilmi; Elsi Setiandari LO; Dina Hartini
Health Research Journal of Indonesia Vol 3 No 5 (2025): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v3i5.621

Abstract

Pendahuluan: Tata Cara produksi pangan yang baik (CPPB) bisa meminimalisir terjadinya dampak cemaran, menaikan kualitas pangan dan terjaminnya keamanan pangan. CPPB bermanfaat bagi perkembangan industri mikro, sedang, dan makro. Tujuan: menggambarkan capaian level industri rumah tangga pangan (IRTP) cara produksi pangan yang baik untuk industri rumah tangga (CPPB-IRT). Metode penelitian menggunakan mix metode. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam (Indepth Interview) terhadap 5 orang informan kunci dan 61 orang pelaku usaha. Analisis data menggunakan analisis distribusi frekuensi dan field research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 61 pelaku usaha IRTP terdapat 17,5% parameter CPPB-IRT yang tidak sesuai pada variabel pencatatan dan dokumentasi dengan indikator tertinggi yaitu “Dokumen produksi tidak mutakhir, tidak akurat, tidak tertelusur dan tidak disimpan selama 2 (dua) kali umur simpan produk pangan yang diproduksi” dengan skor 61. Sebanyak 47 IRTP (77,05%) masuk dalam kategori capaian level IV. Faktor yang menyebabkan ketidaksesuaian serius dan kritis disebabkan oleh tenaga kerja, faktor bahan baku, faktor mesin, faktor metode, faktor Lingkungan. Dalam Pengawasan terhadap Industri Rumah Tangga Pangan ini sebaiknya pemerintah memberikan alokasi anggaran yang lebih besar serta menetapkan kebijakan dan komitmen untuk melakukan pengawasan rutin setiap bulannya agar tercipta Industri Rumah Tangga Pangan yang memenuhi standar yang telah ditetapkan. Selain itu perlu ada pemberian sanksi yang tegas bagi pelaku Industri Rumah Tangga Pangan yang melakukan pelanggaran. Kata kunci: Capaian Level, Industri Rumah Tangga, Produksi Pangan
Analisis Implementasi Kebijakan Rekam Medis Elektronik (RME) di Puskesmas Cempaka Kota Banjarmasin Tahun 2025 Rojib Bakti Alphalah Ilham Cahaya; Ridha Hayati; Mahmudah; Elsi Setiandari LO; Hikmah Yusida
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 2 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i2.867

Abstract

Pendahuluan: Penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) di Puskesmas Cempaka Kota Banjarmasin di hadapkan dengan berbagai kendala antara lain dari segi sumber daya manusia dan sarana prasarana sistem dan aplikasi. Tujuan: menganalisis Implementasi Kebijakan Rekam Medis Elektronik (RME) di Puskesmas Cempaka Kota Banjarmasin berdasarkan faktor komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Hasil: Penelitian menunjukan bahwa komunikasi yang efektif melalui pertemuan resmi atau lokakarya mini (lokmin) sangat berperan dalam kesuksesan implementasi RME di Puskesmas Cempaka Kota Banjarmasin, meskipun ada tantangan terkait pemahaman pasien mengenai RME belum merata. Keterlibatan pegawai terlihat solid, masih terdapat kekurangan dalam hal sumber daya, seperti aplikasi BPJS, sistem E-pus atau jaringan internet serta dalam hal dukungan pelatihan yang memadai atau berkelanjutan dan belum adanya tenaga IT yang langsung berada di Puskesmas. Disposisi positif staf terhadap penggunaan RME menunjukan potensi keberhasilan, meskipun masih perlu perbaikan dan peningkatan dalam integrasi data atau sistem dan pelatihan. Struktur birokrasi dari SOP dan struktur organisasi juga merupakan suatu hal yang penting dalam keberhasilan implementasi RME. Simpulan: dari penelitian ini merekomendasikan peningkatan dalam sistem E-pus, aplikasi BPJS dan jaringan internet serta peningkatan dari Sumber Daya dan pengadaan pelatihan secara berkelanjutan serta pengadaan tenaga IT yang langsung berada di Puskesmas sangat mendukung untuk efektivitas implementasi RME di Puskesmas Cempaka Kota Banjarmasin.