Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

GAMBARAN POLA ASUH ANAK DAN HIGIENE SANITASI TERKAIT KEJADIAN STUNTING DI KELURAHAN TELAWANG BANJARMASIN (STUDI KUALITATIF) Hikmah Yusida; Fathurrahman Fathurrahman; Ardiansyah Ardiansyah
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 9, No 2 (2022): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v9i2.6750

Abstract

Masalah stunting di pemukiman padat penduduk antara lain berkaitan higiene sanitasi dan pola pengasuhan anak. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor sosial budaya dan higiene sanitasi yang mempengaruhi stunting, menggunakan metode penelitian kualitatif disajikan secara deskriptif. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan FGD. Penelitian dilakukan pada tahun 2019 di Kelurahan Telawang. Partisipan dalam penelitian ini adalah kepala puskesmas, petugas gizi, lurah, kader, dan ibu balita berjumlah 16 orang. Analisis data dengan metode content analysis. Keabsahan  hasil  dilakukan  triangulasi, metode dan sumber data dibandingkan dengan sumber lain, diskusi dengan teman sejawat untuk memperoleh masukan, mengecek hasil yang diperoleh guna perbaikan dan mempertajam hasil penelitian. Hasil penelitian, pengetahuan informan tentang stunting relatif masih kurang, sebagian mengganggap stunting disebabkan karena diisap buyu dan faktor keturunan. Sebagian ibu nifas berpantang terhadap makanan tertentu. Pemberian ASI ekslusif, MP-ASI, higiene sanitasi di wilayah ini juga kurang mendukung. Kesimpulan, pengetahuan, pola pengasuhan, dan sanitasi masih kurang baik dan berpengaruh terhadap stunting. Pihak Puskesmas disarankan untuk meningkatkan kegiatan konseling pemberian makan bayi dan anak, baik di puskesmas, posyandu maupun melalui kunjungan rumah, serta jamban sehat.
Gerakan Anak Cerdas Memilih Jajanan Sehat Melalui Edukasi Di SDN 3 Sungai Besar Kota Banjarbaru Hilda Irianty; Fitri Novita Sari Widodo; Jesica Pretisia; Fransisco Leo Tasik; Sarah Zein; M. Rifki Andra Firdaus; Ridha Hayati; Mahmudah Mahmudah; Hikmah Yusida; Deni Suryanto
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 4 No 2 (2026): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v4i2.1058

Abstract

Pendahuluan: Dilihat dari kegiatan pengabdian sebelumnya, program edukasi masih terbatas dan belum mampu meningkatkan pengetahuan anak, tetapi juga membentuk perilaku nyata anak dalam memilih jajanan sehat secara mandiri dan berkelanjutan. Anak usia sekolah dasar merupakan kelompok yang rentan terhadap berbagai masalah kesehatan, khususnya terkait pola konsumsi jajanan di lingkungan sekolah. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan siswa/i sekolah dasar melalui gerakan anak cerdas dalam memilih jajanan sehat melalui edukasi di SDN 3 Sungai Besar, Kota Banjarbaru. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan edukatif, partisipatif, dan tanya jawab, serta ada ice breaking  yang dilaksanakan di SDN 3 Sungai Besar, Kota Banjarbaru, dengan khalayak sasaran kelas VI B berjumlah 24 orang. Adapun metode pelaksanaan terdiri dari 3 tahapan, yaitu perizinan, perencanaan, dan pelaksanaan. Alat dan bahan yang digunakan berupa poster, PowerPoint untuk pemberian edukasi, LCD, spanduk, snack dan hadiah untuk siswa yang menjawab pertanyaan. Hasil : Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan setelah pemberian edukasi tentang jajanan sehat, diperoleh gambaran bahwa sebagian besar siswa masih memiliki kebiasaan konsumsi yang kurang sehat. Banyak siswa menyatakan kurang menyukai sayuran dan lebih cenderung mengonsumsi jajanan kemasan. Simpulan: Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum memiliki pemahaman yang baik mengenai ciri-ciri jajanan yang sehat, aman, dan bergizi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai jajanan sehat masih perlu ditingkatkan melalui edukasi dan penyuluhan yang berkelanjutan.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Penerapan Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) pada Petugas Lapangan di PLN ULP Kota Banjarbaru Ari Widyarni; Muhammad Akbar; Akhmad Fauzan; Hikmah Yusida
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 6 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sciencejurnalkesehatanmasyarakatdanteknologiterapan.v2i5.399

Abstract

Kecelakaan kerja merupakan masalah utama dalam pengelolaan suatu sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. International Labour Organization (ILO) menyebutkan bahwa 2 (dua) juta pekerja meninggal karena kecelakaan kerja setiap tahunnya akibat kelelahan kerja dan berdasarkan penelitian sebanyak 58.155 sampel menunjukan sebanyak 32,8% pekerja mengalami kelelahan kerja. Di Indonesia pada tahun 2018 tidak kurang dari 6 pekerja meninggal dunia setiap hari akibat kecelakaan kerja yang disebabkan oleh faktor kelelahan. Adapun kendala pada petugas lapangan yang menyatakan kesalahan manusia yang dapat terjadinya kecelakaan kerja, kecelakaan kerja tidak hanya mengakibatkan luka namun juga berdampak pada kerusakan alat bahkan bisa menghilangkan nyawa karyawan lapangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan penerapan K3 pada petugas lapangan di PLN ULP Kota Banjarbaru. Sampel berjumlah 43 orang. Teknik analisis yang digunakan uji Chi-Square Test. Berdasarkan hasil penelitian sebagian besar penerapan K3 baik sebanyak 31 responden (72,1%), pengetahuan dalam kategori baik 30 responden (69,8%), dan sikap responden sebagian besar memiliki sikap baik sebanyak 33 responden (76,7%). Tidak ada hubungan pengetahuan dengan penerapan K3pada karyawan lapangan yaitu p-value = 0,290, dan tidak ada hubungan sikap dengan penerapan K3 yaitu p-value = 0,237. Disarankan pemberian pelatihan sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan sikap pada karyawan lapangan dalam menerapan K3 dalam menjalankan pekerjaan di PLN ULP Kota Banjarbaru.
Analisis Implementasi Kebijakan Rekam Medis Elektronik (RME) di Puskesmas Cempaka Kota Banjarmasin Tahun 2025 Rojib Bakti Alphalah Ilham Cahaya; Ridha Hayati; Mahmudah; Elsi Setiandari LO; Hikmah Yusida
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 2 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i2.867

Abstract

Pendahuluan: Penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) di Puskesmas Cempaka Kota Banjarmasin di hadapkan dengan berbagai kendala antara lain dari segi sumber daya manusia dan sarana prasarana sistem dan aplikasi. Tujuan: menganalisis Implementasi Kebijakan Rekam Medis Elektronik (RME) di Puskesmas Cempaka Kota Banjarmasin berdasarkan faktor komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Hasil: Penelitian menunjukan bahwa komunikasi yang efektif melalui pertemuan resmi atau lokakarya mini (lokmin) sangat berperan dalam kesuksesan implementasi RME di Puskesmas Cempaka Kota Banjarmasin, meskipun ada tantangan terkait pemahaman pasien mengenai RME belum merata. Keterlibatan pegawai terlihat solid, masih terdapat kekurangan dalam hal sumber daya, seperti aplikasi BPJS, sistem E-pus atau jaringan internet serta dalam hal dukungan pelatihan yang memadai atau berkelanjutan dan belum adanya tenaga IT yang langsung berada di Puskesmas. Disposisi positif staf terhadap penggunaan RME menunjukan potensi keberhasilan, meskipun masih perlu perbaikan dan peningkatan dalam integrasi data atau sistem dan pelatihan. Struktur birokrasi dari SOP dan struktur organisasi juga merupakan suatu hal yang penting dalam keberhasilan implementasi RME. Simpulan: dari penelitian ini merekomendasikan peningkatan dalam sistem E-pus, aplikasi BPJS dan jaringan internet serta peningkatan dari Sumber Daya dan pengadaan pelatihan secara berkelanjutan serta pengadaan tenaga IT yang langsung berada di Puskesmas sangat mendukung untuk efektivitas implementasi RME di Puskesmas Cempaka Kota Banjarmasin.