Ria Febrianti
Universitas Negeri Malang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

COMMUNITY OF INQUIRY DENGAN MODEL THINK PAIR SHARE DI ERA DIGITAL SEBAGAI STRATEGI PEMBELAJARAN INOVATIF BAGI KELAS XII SMKN 4 MALANG Ria Febrianti; Wahyu Nur Hidayat; Ria Febrianti; Wahyu Nur Hidayat; Dhanang Fitra Riaji
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 4 No. 7 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v4.i7.2024.12

Abstract

Pembelajaran di era digital memerlukan strategi inovatif yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan memfasilitasi pembelajaran berbasis kolaborasi. Salah satu strategi yang dianggap efektif adalah penerapan Community of Inquiry (CoI) dengan Model Think Pair Share (TPS). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi CoI dengan TPS sebagai strategi pembelajaran inovatif bagi kelas XII SMKN 4 Malang yang mengadakan kelas praktik lapangan dan pembelajaran daring. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitis dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Tantangan utama dalam implementasi meliputi keterbatasan teknologi, interaksi sosial, dan keterlibatan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan peningkatan infrastruktur teknologi, pelatihan untuk pendidik, dan pengembangan aktivitas interaktif, implementasi CoI dan TPS dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan memfasilitasi kolaborasi dan berpikir kritis. Kesimpulannya, CoI dengan TPS dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif bagi kelas XII SMKN 4 Malang di era digital, asalkan didukung dengan infrastruktur teknologi yang memadai, pelatihan untuk pendidik, dan pendekatan yang mendukung interaksi sosial dan keterlibatan siswa.
PENGEMBANGAN WEB INTERAKTIF PEMODELAN 3D HARDSURFACE BERBASIS GAMIFIKASI PADA MATA PELAJARAN DASAR - DASAR KEJURUAN DI SMKN 4 MALANG Ria Febrianti; Rachmawati; Wahyu Nur Hidayat; Ria Febrianti; Rachmawati; Wahyu Nur Hidayat; Dhanang Fitra Riaji
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 4 No. 7 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v4.i7.2024.17

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran guru dalam mengintegrasikan literasi digital dalam pembelajaran informatika di SMP Negeri 24 Malang. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan untuk mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dan pengamatan langsung terhadap para guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para guru memiliki kesadaran yang tinggi akan pentingnya literasi digital dalam pendidikan saat ini, namun mereka menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan konsep tersebut dalam pembelajaran, seperti kurangnya keterampilan teknis dan pemahaman tentang penggunaan teknologi. Meskipun demikian, para guru berupaya mengatasi hambatan tersebut dengan mencari pelatihan tambahan dan berkolaborasi dengan sesama guru. Integrasi literasi digital dalam pembelajaran informatika merupakan aspek yang penting dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0, dengan dukungan dan pelatihan yang memadai bagi para guru serta kolaborasi antar guru diharapkan dapat meningkatkan efektivitas integrasi literasi digital dalam pembelajaran.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: FAKTOR SUKSES SMART LEARNING ENVIRONMENT Ria Febrianti; Wahyu Nur Hidayat; Ria Febrianti; Wahyu Nur Hidayat; Dhanang Fitra Riaji
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 4 No. 7 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v4.i7.2024.20

Abstract

Perkembangan pesat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah merevolusi dunia pendidikan menuju era Smart Learning Environment (SLE). SLE memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mengubah pengalaman belajar dan meningkatkan hasil pendidikan. Namun, masih terdapat celah dalam literatur yang membahas secara komprehensif faktor-faktor sukses yang diperlukan untuk implementasi SLE yang efektif. Tinjauan literatur sistematis ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengkaji elemen-elemen kritis yang penting untuk integrasi SLE yang sukses. Berdasarkan analisis dari 26 jurnal penelitian yang dipilih, personalisasi pengalaman belajar menjadi kunci utama dalam kesuksesan implementasi SLE. Personalisasi ini memungkinkan siswa untuk belajar dengan cara yang sesuai dengan kebutuhan, gaya belajar, dan kecepatan masing-masing siswa. Meskipun SLE memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan, terdapat pula tantangan yang harus dihadapi. Salah satu tantangan utama adalah resistensi terhadap perubahan dari berbagai pihak, termasuk guru, siswa, dan orang tua. Untuk mengatasi resistensi ini, diperlukan upaya bersama dari semua stakeholder. Dengan mengatasi tantangan ini dan memanfaatkan kekuatan teknologi, SLE dapat mencapai potensi optimalnya dan mewujudkan transformasi pendidikan yang lebih baik.
DEVELOPMENT OF A CAREER READINESS ASSESSMENT TOOL BASED ON INTERESTS, POTENTIAL, AND SOFT SKILLS FOR VOCATIONAL HIGH SCHOOL STUDENTS RIA FEBRIANTI; Wahyu Sakti Gunawan Irianto; Anik Nur Handayani
SOSIOEDUKASI Vol 15 No 2 (2026): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v15i2.7767

Abstract

This study aims to develop a career readiness instrument for vocational high school students in the Software Engineering and Computer and Network Engineering programs. The instrument was developed by adapting three main constructs related to career readiness: career interests, individual potential, and soft skills. This study employs an instrument development approach that includes the stages of literature review, formulation of indicators and item statements, expert validation, as well as testing the validity and reliability of the instrument. Interest indicators were adapted from the RIASEC theory proposed by Holland, potential indicators were adapted from Gardner’s Multiple Intelligences concept, while soft skills indicators were adapted from work competency concepts relevant to industry needs. The developed instrument was validated by three experts, consisting of one guidance and counseling expert and two industry practitioners serving as Chief Executive Officer (CEO) and Human Resources (HR) professionals. After undergoing a revision process, the instrument was pilot-tested on 30 vocational high school students in the Software Engineering and Computer and Network Engineering programs. The validity test results showed that most items met the validity criteria, while several items were eliminated because they had correlation values below the specified threshold. The reliability test results showed a Cronbach’s Alpha value of 0.946 for the interest instrument, 0.929 for the potential instrument, and 0.982 for the soft skills instrument, indicating a very high level of internal consistency. The results of this study indicate that the developed instruments are valid and reliable for measuring the career readiness of vocational high school students and can be used as tools in career guidance services in the field of information technology.