Azzahra Putri Rialdi
Jurusan Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan Dan Kelautan, Universitas Riau, Pekanbaru, 28293, Indonesia.

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Effect of Different Solvent on The Antioxidant Capacity of Bidara Leaves Extract (Ziziphus Spina-Christi) Rialdi, Azzahra Putri; Prangdimurti, Endang; Saraswati, Saraswati
Devotion : Journal of Research and Community Service Vol. 4 No. 6 (2023): Devotion: Journal of Research and Community Service
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/devotion.v4i6.483

Abstract

Bidara leaves (Ziziphus spina-christi) contains secondary metabolites such as flavonoids, polyphenols, saponins, triterpenoids and tannins which can be a source of antioxidants. In Indonesia, bidara leaves are used as herbal medicine by boiling fresh leaves. The products that developed from bidara leaves are health supplements and herbal teas from bidara leaves, but scientific studies about the antioxidant compounds of bidara leaves are still limited. There are antioxidant components that are non-polar, semi-polar or polar. This study examines the polarity of antioxidant compounds in bidara leaves. In this study, bidara leaves dried with a fluidized bed dryer had better chemical and physical characteristics. The results of the extraction by using various solvents (water, ethanol, ethyl acetate, and hexane) with maceration method showed that the highest antioxidant capacity was in the ethanol fraction (p<0.05). These results were measured based on the antioxidant activity parameters that DPPH scavenging, FRAP values, total phenolic, and total flavonoids. These results indicate that most of antioxidant compounds in bidara leaves have high polarity.
Ulasan Kritis Artikel : Democratizing Robust SERS Nano-Sensors for Food Safety Diagnostics Sari, Kartika; Hutami, Rosy; Rialdi, Azzahra Putri; Indriati, Marlinda; Handayani, Anna Mardiana
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 11 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i11.15859

Abstract

Sebuah artikel yang berjudul “Democratizing Robust SERS Nano-Sensors for Food Safety Diagnostics” melaporkan metode deteksi residu pestisida yang lebih cepat dari metode deteksi lainnya (SERS). Teknik SERS yang dilaporkan penulis berbasis pada nano-sensor yang terbentuk dari nanopartikel Ag dan nano-thin SiO2 dengan metode Flame Spray Pyrolysis (FSP). Metode ulasan yang dilakukan adalah dengan menetapkan satu artikel terpilih dan mengkritisinya. Hasil yang didapatkan dari ulasan ini adalah pada beberapa parameter pengujian, penulis tidak mencantumkan jumlah pengulangan, waktu, dan jumlah sampel yang dianalisis. Namun, penulis menyampaikan secara jelas tentang validasi metode yang digunakan menggunakan sistem alat Raman portable spectrometer. Kami menyoroti adanya data penting yang disampaikan pada supplementary data yang dapat ditampilkan dalam artikel utama. Penulis juga belum mengemukakan alasan pemilihan rhodamine 6G. Penulis belum mengemukakan alasan pemilihan jus jeruk sebagai sampel uji deteksi. Kami menilai bahwa produk SERS hasil penelitian penulis sudah dekat dengan proses aplikasi komersial. Tujuan penelitian yang dikemukakan penulis telah tercapai meskipun tidak dijelaskan secara khusus perhitungan biaya produksi substrat SERS yang dihasilkan.
PENGARUH WAKTU PENYULINGAN UAP TERHADAP RENDEMEN, KOMPOSISI KIMIA, DAN KEPATUHAN SNI MINYAK SERAI WANGI (Cymbopogon nardus) Saputra, Wahyudi Deka; Sari, Kartika; Rialdi, Azzahra Putri
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 03 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i03.35305

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu penyulingan uap terhadap rendemen, komposisi kimia, dan kepatuhan SNI minyak serai wangi (Cymbopogon nardus). Bahan baku berupa batang dan daun serai wangi disuling menggunakan alat distilasi uap skala pilot plant dengan variasi waktu 2, 3, 4, 5, dan 6 jam. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu penyulingan berpengaruh nyata terhadap rendemen dan indeks bias, tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap bobot jenis dan kelarutan dalam etanol 80%. Rendemen tertinggi diperoleh pada lama penyulingan 4 jam sebesar 0,74%, kemudian menurun pada 5–6 jam. Nilai indeks bias meningkat dari 1,4733 (2–3 jam) menjadi 1,4807 (6 jam), sementara bobot jenis dan kelarutan masih memenuhi SNI 06-3953-1995. Hasil analisis GC–MS menunjukkan kandungan sitronelal sebesar 30,93% dan geraniol sebesar 23,04%, keduanya belum mencapai ambang SNI. Dengan demikian, penyulingan selama 4 jam direkomendasikan sebagai durasi optimal untuk menghasilkan rendemen tinggi dengan mutu fisikokimia yang sesuai standar.
Analisis Faktor Penentu Keberhasilan Pengembangan Produk Baru Liquid Organic Biofertilizer di PT XYZ Afra Nazhirah; Nabilla Shafira; Azzahra Putri Rialdi; Siti Arita Novia; Nindya Wulandari
Studi Ilmu Manajemen dan Organisasi Vol 6 No 3 (2025): Oktober
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/simo.v6i3.4913

Abstract

Purpose: The increasingly competitive fertilizer industry requires companies to pursue continuous product innovation. This study aims to evaluate the influence of product characteristics, sales promotion, and corporate reputation on the success of new product development (NPD) for Liquid Organic Biofertilizer (LOB) at PT XYZ. Methodology/approach: This study employed a quantitative approach using quota sampling involving 48 respondents who are consumers of the LOB product. Data were collected via questionnaires and analyzed using multiple linear regression analysis. Results/findings: The findings indicate that, simultaneously, product characteristics, sales promotion, and corporate reputation significantly affect NPD success. However, partially, only product characteristics have a positive and significant influence. Sales promotion and corporate reputation do not significantly impact NPD success. Limitations: The study's limitation lies in the sample size, which only includes 48 respondents and focuses on one company and one product type, limiting generalizability. Contribution: This study contributes to marketing and product development disciplines by highlighting the dominant role of product characteristics in NPD success in agribusiness. It offers strategic insights for business managers, especially in sustainable agriculture and organic product development.
Pengaruh Ekstrak Daun Belimbing Wuluh Terhadap Mutu Mikrobiologi dan Organoleptik Filet Ikan Patin (Pangasius hypophthalmus) Selama Penyimpanan Dingin Azzahra Putri Rialdi; Susi Lasro Sihombing; N Ira Sari; Dian Iriani
Indonesian Journal of Fish Processing Technology Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Department of Fish Processing Technology, Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/zchygc83

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi potensi ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) sebagai pengawet alami untuk mempertahankan mutu filet ikan patin (Pangasius hypophthalmus) selama penyimpanan dingin (5°C ± 2°C). Filet direndam selama 30 menit dalam larutan ekstrak dengan variasi konsentrasi 0% (kontrol), 5%, 10%, dan 15%, kemudian disimpan pada suhu dingin dan diamati pada beberapa waktu simpan hingga penyimpanan terpanjang yang diuji. Parameter yang dianalisis meliputi Angka Lempeng Total (ALT), Coliform/Escherichia coli, pH, serta uji organoleptik (kenampakan, bau, tekstur, dan rasa) menggunakan score sheet dan panelis agak terlatih. Data dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf 5% dan uji lanjut BNJ. Hasil menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun belimbing wuluh menekan peningkatan ALT dibanding kontrol selama penyimpanan, dengan konsentrasi 10% memberikan performa paling efektif pada akhir penyimpanan, sementara peningkatan konsentrasi lebih tinggi tidak selalu memperkuat efek penghambatan. Coliform/E. coli tidak terdeteksi pada seluruh perlakuan dan waktu simpan (memenuhi batas SNI 7388:2009). Nilai pH filet pada perlakuan ekstrak cenderung lebih rendah dibanding kontrol, meskipun meningkat kembali pada penyimpanan lanjut. Secara organoleptik, seluruh atribut menurun seiring waktu simpan; perlakuan ekstrak berpengaruh nyata terhadap tekstur, sedangkan kenampakan, bau, dan rasa tidak menunjukkan perbedaan nyata antar konsentrasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa perendaman ekstrak daun belimbing wuluh, khususnya pada konsentrasi 10%, berpotensi diterapkan untuk memperlambat kemunduran mutu filet patin dalam rantai dingin, dengan perhatian pada konsekuensi sensori pada aplikasi produk.
Potensi Daun Kelor (Moringa Oleifera) dalam Pencegahan Aterosklerosis: Kajian Mekanisme Biologis dan Aplikasi sebagai Pangan Fungsional Azzahra Putri Rialdi; Kartika Sari; Vallerina Armetha; Muhammad Farras Abiyyuddin
Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jtpp.v8i1.14681

Abstract

Aterosklerosis adalah gangguan kardiovaskular progresif yang ditandai dengan akumulasi lipid, disfungsi endotel, dan peradangan kronis, yang pada akhirnya dapat menyebabkan komplikasi vaskular yang parah. Daun moringa (Moringa oleifera) secara luas dikenal sebagai sumber senyawa bioaktif, termasuk senyawa fenolik, flavonoid, dan antioksidan, yang dapat berkontribusi pada pencegahan aterosklerosis. Studi literatur ini bertujuan untuk (1) menganalisis senyawa bioaktif yang terdapat dalam daun moringa, (2) mengevaluasi peran potensialnya dalam mencegah aterosklerosis melalui bukti in vitro dan in vivo, dan (3) mengeksplorasi pengembangan produk makanan fungsional yang menggabungkan daun moringa. Referensi diperoleh melalui penelusuran sistematis jurnal nasional dan internasional menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan daun moringa, senyawa bioaktif, makanan fungsional, dan aterosklerosis. Temuan menunjukkan bahwa daun moringa menunjukkan sifat antioksidan, antiinflamasi, antihipertensi, dan penurun lipid yang signifikan yang terkait erat dengan pencegahan aterosklerosis. Selain itu, berbagai inovasi makanan, seperti sosis berbahan dasar moringa, minuman, produk roti, dan produk susu, menyoroti penerapannya sebagai bahan fungsional. Namun demikian, sebagian besar penelitian yang ada terbatas pada model in vitro dan hewan, dan diperlukan studi klinis yang dirancang dengan baik untuk mengkonfirmasi khasiatnya pada manusia. Kesimpulannya, daun moringa memiliki potensi yang menjanjikan sebagai sumber makanan fungsional untuk mendukung kesehatan kardiovaskular dan mengurangi risiko aterosklerosis.